
Sebagai seorang yang tinggal di perantauan, kita mungkin saja mengalami krisis identitas yang disebabkan karena perubahan lingkungan, tuntutan sosial, tuntutan akademik/pekerjaan, rasa kesepian, hingga konflik batin di mana kita merasa sulit untuk mempertahankan identitasnya ketika kita mendapatkan budaya/lingkungan yang berbeda.
Krisis dapat terjadi pada siapa pun dan dalam usia berapa pun. Krisis identitas terjadi ketika terjadi pergeseran dan perubahan sepanjang hidup saat seseorang menghadapi tantangan baru dan mengatasi pengalaman yang berbeda seperti pindah ke negara yang baru, pernikahan, perceraian, melahirkan, putus kerja, depresi, dsb.
Krisis identitas adalah fase dalam perkembangan manusia yang mempertanyakan dirinya dan keberadaan mereka di dunia ini. Krisis identitas terjadi dalam psikologi perkembangan manusia sebagai cara untuk memandang dirinya sendiri. Identitas diri yang dimaksud bisa meliputi nilai hidup, keyakinan, ingatan, memori, pengalaman yang membentuk perasaan subjektif seseorang tentang dirinya sehingga kemudian disebut sebagai citra diri.
Sebagai social support system di perantauan, RUANITA menggelar konseling kelompok dua kali dalam setahun dengan tema yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi selama di perantauan. Untuk bulan Juni ini, RUANITA mengambil tema krisis identitas selama di perantauan dengan berbagai sebab dan alasan. Konseling kelompok ini dilakukan secara daring, gratis, terbatas atau tidak lebih dari 10 orang, dan boleh menutup kamera.
Tujuan Konseling Kelompok ini untuk memberikan dukungan sosial satu sama lain yang positif, berbagi resources, dan wawasan baru dalam krisis identitas yang sedang/pernah dialami oleh peserta. Untuk sesi konseling ini, konselor memanfaatkan media gambar untuk para peserta. Sebagai pendaftaran, dapat dicek di tautan berikut bit.ly/konseling-kelompok.
Apabila ada saran tema konseling kelompok atau online support group, silakan melayangkan pesan ke info@ruanita.com.