(IG LIVE) Bagaimana Membedakan Perilaku Orang Tua dengan Perilaku Child Shaming?

Dalam episode IG Live bulan Agustus 2023 RUANITA mengambil tema Child Shaming yang mungkin dilakukan oleh sebagian orang tua, tanpa disadari. Child Shaming sendiri diartikan sebagai metode orang tua untuk menumbuhkan rasa malu pada anak-anak yang menyebabkan anak-anak membatasi perilaku dan perasaan negatif mereka sendiri. Hal ini bisa termasuk komentar langsung atau tidak langsung tentang apa yang anak lakukan.

Child Shaming itu menurut orang tua dianggap efektif untuk mendisiplinkan anak karena dilakukan melalui verbal atau lisan, dari pada hukuman fisik. Baik hukuman fisik maupun hukuman verbal seperti Child Shaming sebetulnya sangat membahayakan bagi masa depan anak di kemudian hari. Seiring dengan penggunaan media sosial, banyak orang tua juga melakukan Child Shaming yang kemudian ditampilkan lewat akun media sosialnya.

Oleh karena itu, RUANITA lewat akun Instagram ruanita.indonesia mengundang tamu yang adalah seorang ibu, penulis, dan Content Creator yang kini menetap di Norwegia. Dia adalah Savitry “Icha” Khairunnisa lewat akun instagram ichasavitry. Diskusi IG Live ini diselenggarakan pada Sabtu, 12 Agustus 2023 pukul 10.00 CEST lalu dan dipandu oleh Dina Diana, mahasiswi S3 di Jerman. Icha begitu tamu IG Live disapa, menyadari bahwa banyak orang tua telah melakukan Child Shaming dalam pengamatannya karena beban orang tua, pengalaman masa kecil, keyakinan pola asuh, dan faktor lainnya.

Follow akun Instagram ruanita.indonesia

Contoh misalnya, anak mengalami tantrum di supermarket atau anak memiliki nilai ujian yang kurang memuaskan, kemudian orang tua membuat malu dengan memarahi, membentak, atau membuat kalimat-kalimat yang membuat anak semakin malu. Padahal orang tua di budaya barat misalnya, mereka akan membiarkan anak ketika anak mengalami tantrum. Perbedaan budaya ini juga sangat memengaruhi dalam perilaku orang tua melakukan Child Shaming.

Jaman memang sudah berubah, di mana penggunaan media sosial juga memengaruhi perilaku orang tua dalam melakukan Child Shaming. Melalui media sosial misalnya orang tua menghukum anak, menghadap ke tembok karena anak terlalu banyak main gadget. Orang tua merekam hukuman tersebut untuk memperlihatkan bagaimana orang tua bersikap tegas dan disiplin terhadap anak, padahal video perekaman hukuman terhadap anak itu sudah termasuk Child Shaming. Demikian pendapat Icha Savitry, yang memiliki seorang putra dan kini telah berusia remaja.

Saran Icha, sebagai orang tua perlu mendiskusikan dalam pelaksanaan peraturan atau kebijakan di rumah. Anak perlu dilibatkan agar orang tua tidak otoriter dan anak juga tidak merasa dipermalukan dengan kalimat verbal yang diberikan di depan umum atau dipublikasikan lewat media sosial. Icha berharap orang tua untuk lebih bijak untuk menempatkan diri seperti anak ketika akan mengeluarkan kalimat-kalimat yang membuat anak malu atau ketika akan memposting sesuatu di media sosial yang melibatkan anak.

Bagaimana cara orang tua untuk membuat disiplin anak tanpa melakukan Child Shaming? Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan agar orang tua tidak melakukan Child Shaming? Bagaimana orang tua perlu lebih bijak menggunakan media sosial sehingga tidak membuat perilaku Child Shaming untuk anak-anaknya? Apa saran Icha juga sebagai orang tua dan penulis buku bertema parenting?

Simak selengkapnya dalam diskusi IG Live berikut ini:

Subscribe kanal YouTube kami agar kami bisa berbagi lebih banyak lagi.