(CERITA SAHABAT) Simak Cerita Saya yang Studi Pengobatan Ayurveda Langsung dari India

Halo Sahabat RUANITA, perkenalkan nama saya Rakanita Arifah. Saya biasa dipanggil Nita. Saat ini saya sedang menempuh studi di New Delhi, India dengan jurusan Bachelor of Ayurvedic Medicine and Surgery (BAMS) atau yang lebih dikenal dengan Kedokteran Ayurveda. Saya memulai perkuliahan di India sejak 2019.

Sebelum mengutarakan pendapat, mari kita kenali dulu apa itu Ayurveda? Ayurveda merupakan sistem pengobatan tradisional yang sudah ada sejak 5000 tahun lalu.

World Health Organization (WHO) menetapkan Ayurveda sebagai pengobatan tradisional tertua di dunia. Walaupun begitu, ilmu Ayurveda terus berkembang dengan banyaknya penelitian yang mendukung keilmuan dari konsep Ayurveda. Itu sebab, Ayurveda tetap eksis dan relevan sampai pada era saat ini. 

Mengapa saya tertarik mendalami pengobatan Ayurveda? Mungkin sebagian Sahabat RUANITA bertanya-tanya. Pertama kali, saya mengenal Ayurveda yaitu pada saat saya duduk di bangku SD. Pada saat itu, saya sedang mengikuti ibu saya untuk belajar yoga di Bali. Saat itu, saya pun berkesempatan untuk melihat langsung proses pengobatan Ayurveda. Singkat cerita, saya mulai mencari tahu lebih dalam lagi tentang Ayurveda di bangku SMA.

Saya melihat Ayurveda ini unik sekali, berbeda dengan pengobatan modern yang sudah marak di manapun. Lalu saat saya mendekati waktu kelulusan SMA, saya mulai mencari informasi detil tentang pendidikan Kedokteran Ayurveda di India. Ini yang menguatkan niat dan tekad saya untuk apply beasiswa. 

Saya studi di India melalui AYUSH Scholarship, yang bekerja sama dengan ICCR (Indian Council for Cultural Relations). Prosesnya sepertinya hampir sama dengan beasiswa pada umumnya. Pertama, kita harus menyiapkan beberapa dokumen seperti paspor, ijazah yang sudah diterjemahkan, recommendation letter, medical certificate, dsb.

Semua informasi tersebut bisa diakses langsung di website ICCR. Proses pengurusan Visa Student saya pada saat itu tergolong cepat dan efektif karena pihak ICCR Jakarta pun turut membimbing hingga proses pembuatan visa selesai.

Follow us

Tak mudah memang tinggal jauh dari keluarga. Itu menjadi hal yang begitu berat untuk saya pribadi. Namun saya bersyukur bahwa saya memiliki keluarga yang selalu support pada apapun keputusan dalam hidup saya. Salah satunya adalah melanjutkan studi ke India.

Tahun pertama menjadi tahun yang paling challenging bagi saya, karena saya harus beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, dan juga bahasa baru. But like people said, “No pain, no gain!”  Walau saya kuliah merantau diiringi dengan seribu tantangan, tetapi saya tetap menikmati prosesnya.

Kembali lagi soal pengobatan Ayurveda, tujuan dari Ayurveda sendiri bukan hanya mengobati penyakit, melainkan juga membantu manusia dalam menjaga kesehatan dengan memelihara keseimbangan pikiran, raga, dan spiritual. Kita sendiri mungkin mengenal berbagai pengobatan tradisional di dunia. 

Nah, salah satu hal unik dari Ayurveda yang membedakannya dari pengobatan tradisional lainnya adalah Ayurveda menerapkan konsep TRI DOSHA atau 3 sistem fungsional tubuh. TRI DOSHA ini yang berfungsi sebagai penyangga dan mengontrol sistem tubuh dalam kehidupan, yang mana jika dalam keadaan tidak seimbang akan mengakibatkan penyakit dalam tubuh.

Terlebih lagi, Ayurveda melihat tiap individu memiliki karakteristik dasar tubuh yang berbeda-beda. Itu yang menjadikan Ayurveda unik dalam mengobati penyakit karena tiap individu bisa mendapat penanganan yang berbeda baik dalam obat-obatan maupun terapinya.

Perkembangan bidang kesehatan baik itu moderen maupun tradisional, pasti memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menciptakan inovasi yang lebih efektif untuk menangangani masalah kesehatan.

Ayurveda hadir sebagai salah satu pilihan pengobatan untuk mengobati penyakit, yang mana sistem pengobatannya menggunakan pendekatan holistik dan natural. Obat-obatan Ayurveda juga terbuat dari bahan-bahan natural sehingga peluang akan efek samping yang didapat cenderung lebih kecil.

Selama saya belajar Ayurveda, saya banyak mendapatkan pengalaman berkesan di India seperti memelajari dan membuat obat dari tanaman herbal salah satunya.

Pada tahun kedua pembelajaran, kami – mahasiswa Kedokteran Ayurveda atau BAMS – memelajari Dravya Guna. Mata kuliah ini memelajari tentang obat-obatan atau pharmacology khususnya tanaman herbal. 

Salah satu fasilitas yang dimiliki kampus kami adalah herbal garden, di mana berisi tanaman-tanaman obat Ayurveda. Pada saat jadwal praktik, kami bersama-sama melakukan observasi tanaman obat guna mengetahui akan morfologi tanaman, manfaat tanaman, dsb. Itu merupakan salah satu pembelajaran yang sangat berkesan bagi saya pribadi.

Menurut saya pribadi, kita yang tinggal di Indonesia sangat bisa untuk mempraktikkan pengobatan Ayurveda. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia masih erat dengan ilmu empirisnya. Di era modern ini, tidak sedikit masyarakat yang menerapkan “back to nature”.

Pengobatan Ayurveda menggunakan sumber daya alam untuk bahan dasar obat-obatannya. Dengan minim efek samping, saya percaya Ayurveda dapat menjadi pilihan masyarakat dalam mengobati penyakitnya ataupun yang ingin hidup sehat bersama Ayurveda.

Sebagai orang yang sedang belajar ilmu pengobatan, saya berharap kita semua bisa mendapatkan kualitas kesehatan yang lebih baik. Selain itu, saya berharap kita bisa mendapatkan pengobatan yang aman, efektif, mudah, dan murah bagi pasien. Tentunya, harapan saya tidak hanya seputar pengobatan saja, tetapi juga kita harus berfokus pada faktor pencegahan.

Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati? Point-point tersebut linear dengan tujuan dari pengobatan Ayurveda sendiri. Saya yakin, Ayurveda dapat menjadi salah satu solusi tepat dalam menangani masalah kesehatan yang ada. 

Untuk Sahabat RUANITA yang tertarik studi pengobatan Ayurveda seperti saya sekarang, silakan untuk mengunjungi website ICCR yang membahas info studi lebih lanjut.

Orang Indonesia yang kini menjadi lulusan kedokteran Ayurveda dari India terhitung 7 orang. Kami tergabung dalam sebuah organisasi yang dikenal Organisasi Profesi Tenaga Kesehatan Tradisional – AYURVEDA VAIDYA INDONESIA (AVINDO). 

Jika teman-teman tertarik dengan pengobatan Ayurveda, bisa kunjungi website kami yaitu www.avindo.org atau di Instagram kami @avindo_org untuk info lebih lanjut. 

Penulis: Rakanita Arifah atau biasa dipanggil Nita. Saat ini, Nita sedang tinggal di New delhi, India untuk menempuh studi S1 jurusan Bachelor of Ayurvedic Medicine and Surgery (BAMS). Nita dapat dikontak via akun Instagram: @rakanitaarifah.