
Halo sahabat Ruanita, saya seorang WNI yang saat ini berdomisili di salah satu negara di Eropa barat dan saat ini keseharian saya mengikuti kursus bahasa di tempat saya tinggal. Saya ingin menceritakan pengalaman saya mengenai siblings rivalry.
Menurut kamus American Psycology Association, siblings rivalry adalah persaingan antar saudara kandung untuk mendapatkan perhatian, persetujuan, atau kasih sayang dari salah satu atau kedua orang tuanya atau untuk pengakuan atau penghargaan lain, seperti di bidang olahraga atau akademik.
Hal ini umumnya terjadi dalam keluarga yang mempunyai anak lebih dari satu. Menurut pengamatan saya, biasanya terjadi pada keluarga dengan anak yang jarak umurnya tidak jauh dari satu anak dengan anak yang lainnya.
Saya adalah anak tertua dari tiga bersaudara, kebetulan perbedaan umur saya dan kedua adik saya tidak terlalu jauh. Kedua orang tua saya tergolong workaholic parents.
Sejak kecil, kami sudah terbiasa ditinggal dengan pengasuh atau anggota keluarga lainnya, ketika orang tua saya harus bekerja. Ketika kecil, hal ini tidak begitu mengganggu saya, bahkan sebaliknya saya merasa sangat beruntung punya saudara yang selalu bisa diajak bermain bersama.
Namun, semua hal tersebut perlahan-lahan berubah, ketika saya memasuki usia remaja. Saya selalu merasa kalau orang tua saya lebih mencurahkan perhatian mereka kepada kedua adik saya.
Contohnya, ketika ada acara kumpul keluarga, di mana yang akan selalu dibanggakan adalah kedua adik saya. Padahal kalau dibandingkan kedua adik saya, secara akademis saya lebih baik dibandingkan mereka berdua.
Hal ini membuat saya mempunyai rasa cemburu terhadap kedua adik saya. Namun, sebagai anak tertua saya selalu berusaha menutupi hal tersebut, yang berdampak terhadap kemampuan saya dalam berkomunikasi dengan orang tua.
Hal ini membuat saya menjadi lebih tertutup saat di rumah dan lebih memilih menghabiskan waktu saya dengan teman-teman di luar rumah.
Saat itu, orang tua saya menganggap hal tersebut adalah hal yang wajar terjadi. Sebagai kakak, saya selalu diminta untuk mengalah, apabila terjadi pertikaian dengan saudara-saudara saya.
Sebagai seorang remaja yang sedang membutuhkan banyak perhatian, tentu saja saya merasa frustasi dan sedih karena harus memendam berbagai macam emosi yang saya rasakan sendiri.
Saya cukup beruntung karena hal tersebut tidak membuat saya terjebak dalam hal-hal negatif, karena bisa saja terjadi pada seorang remaja.
Menurut saya, orang tua berperan besar dalam terjadinya siblings rivalry antar saudara. Setelah bertahun-tahun kemudian, saya akhirnya menemukan jawaban mengapa orang tua bisa menjadi penyebab terjadinya siblings rivalry.
Dalam buku Scattered Minds, Gabor Mate menjelaskan bahwa kondisi orang tua dalam menyambut kehadiran tiap anak akan berbeda-beda dan hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perlakuan orang tua terhadap masing-masing anak.
Bisa saja kesiapan secara mental dan financial orang tua saya lebih baik, ketika kedua adik saya lahir dibandingkan saat saya lahir. Saya sendiri saat ini sudah berdamai dengan hal tersebut dan berusaha memahami bahwa, di tengah keterbatasan orang tua saya saat itu, mereka tetap menjadi orang tua yang selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan anak anaknya.
Berdasarkan apa yang saya alami, menurut saya tidak selamanya siblings rivalry itu memiliki dampak yang buruk. Saya menjadi belajar untuk lebih mandiri dan selalu berusaha tidak bergantung pada orang lain.
Selain itu, saya jadi lebih berani dalam mengambil keputusan-keputusan besar dalam hidup saya, meskipun terkadang saya masih meminta pendapat keluarga saya.
Namun, setiap keputusan yang saya ambil tidak bergantung pada pendapat orang lain. Saat ini, saya merasa siblings rivalry yang dulunya saya alami, tidak terlalu mengganggu pikiran saya lagi, ketika saya sedang tinggal jauh dari keluarga.
Dari pengalaman dan pengamatan saya, siblings rivalry bisa terjadi di keluarga manapun, karena hal tersebut juga terjadi dalam keluarga suami saya. Namun seperti yang saya alami, hal tersebut perlahan-lahan akan berkurang, bahkan hilang seiring bertambahnya usia, terutama saat kami masing-masing telah berkeluarga.
Menurut saya, siblings rivalry adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun tentu saja, ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak buruk dari siblings rivalry.
Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah: memberikan perhatian terhadap kebutuhan tiap anak, mengajarkan kepada anak menyelesaikan konflik yang terjadi di antara mereka, tidak membanding-bandingkan satu anak dengan anak lainnya di depan orang lain, dan menghabiskan waktu dengan masing-masing anak agar tiap anak merasakan kedekatan dengan orang tuanya.
Nah, sahabat Ruanita begitulah pendapat dan pengalaman saya tentang siblings rivalry yang mungkin bisa membantu.
Penulis: Anonim.
Eksplorasi konten lain dari Ruanita - Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.