
Dalam program Sharing with Guchi (SWG), yang kini menjadi episode terbaru Sharing with Zee (SWZ) memasuki episode ke-5, yang mana Cindy Guchi – host SWG – sedang mengambil cuti melahirkan. Ruanita Indonesia pada episode terbaru menghadirkan Libi Fuchs, seorang ahli neuromental training dari Austria.
Bersama host Azizah Seiger, yang akrab disapa Zee, Libi membahas bagaimana perempuan bisa melatih kekuatan pikiran untuk menghadapi tantangan hidup, terutama terkait kesehatan mental, siklus menstruasi, dan peran ganda.
Neuromental training adalah pengembangan dari mental training yang sering digunakan atlet profesional. Jika pelatihan fisik memperkuat otot, maka neuromental training memperkuat pikiran, emosi, dan fokus.
Menurut Libi, melatih otak seperti menciptakan jalur di padang rumput: semakin sering kita berlatih berpikir positif, semakin kuat “jalur” itu terbentuk di dalam otak.
Perempuan menghadapi tantangan unik:
- Peran ganda di rumah dan karier
- Ketidaksetaraan di dunia kerja
- Perubahan emosi karena siklus menstruasi
Namun, perempuan sebenarnya lebih tahan terhadap stres dibanding laki-laki. Libi menekankan pentingnya mengakui kekuatan ini untuk meningkatkan kepercayaan diri.
Memahami fase menstruasi bisa membantu perempuan mengatur energi:
- Fase Folikular (awal siklus): Waktu terbaik untuk keputusan penting, berolahraga, atau mengerjakan tugas berat.
- Fase Luteal (pra-menstruasi): Energi cenderung menurun, emosi tidak stabil, dan fokus berkurang.
“Kadang, cukup mengatakan pada pasangan atau rekan kerja: ‘Bisakah kita tunda keputusan ini minggu depan?’ Itu bukan kelemahan, tapi kesadaran diri,” ujar Libi.
Tentunya, PMS (Premenstrual Syndrome) dialami 50% perempuan usia subur, ditandai dengan kecemasan, mudah tersinggung, dan kelelahan.
Mungkin saja, ada perempuan yang mengalami PMDS (Premenstrual Dysphoric Disorder). Situasi PMDS atau PMDD itu lebih lebih berat dari PMS, dialami 6–8% perempuan, dengan gejala emosional yang lebih ekstrem.
Libi membagikan teknik sederhana Emotional Power Tapping (EPT), yang terbukti:
- Mengurangi hormon stres (cortisol) hingga 37%
- Meningkatkan imunitas hingga 130%
- Mengurangi rasa sakit dan depresi
EPT dilakukan dengan mengetuk titik tertentu di tubuh sambil fokus pada ketenangan. Teknik ini bisa dilakukan di mana saja.
Neuromental training mengajarkan kita untuk menghargai tubuh dan pikiran. “Jika kita tidak mengakui diri sendiri, bagaimana orang lain bisa?” kata Libi. Saatnya perempuan saling mendukung dan menguatkan, membentuk sisterhood global yang dimulai dari kesadaran diri.
Simak selengkapnya Talkseries: Sharing with Zee episode ke-5 berikut dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.
Eksplorasi konten lain dari Ruanita - Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.