
Podcast berbahasa Inggris Jibber-Jabber Indonesian Women Abroad yang dikelola Ruanita Indonesia kembali hadir dengan cerita inspiratif perempuan Indonesia di luar negeri. Kali ini, host Aini Hanafiah dari Norwegia berbincang dengan Vita, seorang perempuan Indonesia yang sudah menetap di Reykjavík, Islandia, selama lebih dari 25 tahun.
Vita pertama kali pindah ke Islandia pada tahun 2000 karena menikah dengan pasangannya yang berasal dari sana. Sebelumnya, ia bekerja sebagai pramugari di Jeddah, Arab Saudi, dan terbiasa berpindah-pindah negara. Karena itu, adaptasi terhadap iklim ekstrem dan budaya baru di Islandia tidak menjadi halangan besar baginya.
“Buat saya, pindah itu bukan akhir dari cerita, tapi justru awal dari petualangan baru,” ungkap Vita.
Meski terbiasa dengan lingkungan multikultural, Vita mengaku awal kepindahannya penuh tantangan. Ia harus beradaptasi menjadi “serba bisa”, seperti: mengurus anak, memasak, belajar mengemudi, hingga menavigasi sistem pendidikan dan kesehatan di Islandia.
Salah satu pengalaman berkesan adalah ketika ia harus aktif memperjuangkan agar anaknya segera mendapat tempat di taman kanak-kanak. “Sebagai orang Indonesia, rasanya tidak biasa untuk ‘pushy’ atau menuntut. Tapi di sini saya belajar kalau kadang kita memang harus lebih tegas,” kata Vita.
Bagi Vita, mempelajari bahasa Islandia menjadi langkah penting dalam proses integrasi. Pemerintah memang mewajibkan imigran untuk mengikuti kursus bahasa, meski biayanya harus ditanggung sendiri. Dengan dukungan keluarga mertua, Vita perlahan belajar bahasa Islandia, meski hingga kini ia lebih nyaman menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
“Bahasa itu pintu. Kalau kita mau belajar, pintunya terbuka. Kalau kita menolak, ya kita akan terisolasi,” ujarnya.
Vita merasa beruntung memiliki sistem dukungan yang kuat dari keluarga besar suami. Kehadiran mereka membuat proses adaptasi terasa lebih ringan. Ia juga tak menyangka bisa bertemu dengan sesama orang Indonesia di tempat yang jauh seperti Islandia.
“Rasanya lucu, tiba-tiba ada yang menyapa ‘Kamu dari Indonesia?’ di supermarket. Dari situ saya sadar, bahkan di dekat Kutub Utara pun kita bisa menemukan saudara sebangsa,” kenangnya.
Selama lebih dari dua dekade, Vita tidak hanya membesarkan keluarga tetapi juga aktif bekerja, termasuk di dewan kota Reykjavík untuk isu-isu imigran. Ia menekankan bahwa kunci bertahan di luar negeri adalah keterbukaan, inisiatif, dan kemauan belajar.
“Islandia itu tempat yang ekstrem, baik alam maupun budayanya. Ada orang yang langsung jatuh cinta, ada juga yang merasa sulit. Saya memilih untuk mencintai tempat ini, karena di sini saya membangun hidup saya,” tuturnya.
Tentang Podcast Jibber-Jabber Indonesian Women Abroad
Podcast audio berbahasa Inggris ini inisiatif Ruanita Indonesia (www.ruanita.com), sebuah organisasi nirlaba yang berkomitmen menciptakan ruang aman bagi perempuan Indonesia di perantauan. Melalui Jibber-Jabber, Ruanita Indonesia ingin menghadirkan refleksi perempuan Indonesia dengan interseksionalitas yang dialaminya dalam konteks transnasional.