(AISIYU) Dijalani Bersama

Nama pembuat foto: Aini Hanafiah

Lokasi negara tinggal: Norwegia

Judul foto: Dijalani Bersama

Keterangan foto: Ruang aman terbangun dari assurance akan hadirnya rasa aman dalam hubungan atau dalam dinamika sebuah kelompok. Namun beda kultur, bisa beda pula konsep ruang amannya. Salah satu kultur nordic percaya bahwa interaksi dengan alam bisa menurunkan kadar stress dan membuat orang semakin rileks, sehingga kegiatan bonding yang dilakukan di alam terbuka dipercaya dapat membantu terbentuknya hubungan yang sehat dan menjadi ruang aman untuk sesama.

Di banyak kelompok support group untuk perempuan imigran di Norwegia, kegiatan hiking bersama sering diadakan untuk bonding sekaligus mengenalkan salah satu konsep lokal tentang ruang aman: bahwa alam di Norwegia itu aman dan inklusif untuk semua orang. Selain itu, biasanya orang Norwegia baru bisa rileks dan mengobrol banyak justru ketika hiking.

Lucunya, kegiatan hiking ini dinilai cukup menantang secara fisik bagi banyak perempuan imigran yang mengikuti support group lokal. 

Mereka terbiasa membangun safe space lewat acara memasak dan makan bersama (kitchen table talk). Akhirnya hiking dan kitchen table talk dibuat berselang-seling dalam program support group lokal, untuk mengakomodir kebutuhan menghadirkan ruang aman dalam proses integrasi.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Pengelolaan Sumber Daya Air dan Hak Asasi Manusia

Menutup kampanye 16 Hari Tanpa Kekerasan yang menjadi bagian dari program AISIYU (=AspIrasikan Suara dan Inspirasi nyatamU) tahun 2024, Ruanita mengundang sahabat Ruanita yang kini sedang menempuh studi S3 di Belanda. Dia adalah Widya Tuslian yang memiliki latar belakang sebagai socio-legal studies, dengan fokus penelitian di bidang social welfare dan social justice.

Dalam penelitian yang sedang dilakukan, Widya berfokus pada bagaimana tata kelola sumber daya air di masyarakat miskin Urban Jakarta dalam perspektif socio-legal. Meskipun sumber daya air di Indonesia berlimpah, tetapi masalahnya bukan pada ketiadaan air, tetapi bagaimana air bisa dinikmati oleh setiap warga tanpa terkecuali.

Jakarta terkenal dengan infrastruktur development yang paling maju dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Namun, di sudut-sudut kota Jakarta, permasalahan air masih sangat pelik, yang terkait dengan tata kelola air. Bagaimana pun aliran air yang keluar itu untuk semua manusia tanpa terkecuali.

Air seharusnya adalah hak dasar semua orang yang menyangkut human dignity, terpaksa menjadi begitu sulit di area poor urban Jakarta karena kebijakan dan tata kelola yang tidak tepat. Selain policy makers, hal ini dipersulit oleh para pebisnis yang hanya memikirkan kepentingan pribadi, dibandingkan hajat hidup orang banyak.

Di Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, kita diingatkan lagi bagaimana keadilan sosial bagi seluruh warga Indonesia lewat distribusi air. Air bersih menjadi impian banyak orang, yang seharusnya bisa dinikmati oleh siapa saja. Kenyataannya, air bersih begitu sulit diakses bagi mereka yang tinggal di Poor Urban Jakarta.

Simak selengkapnya dalam kanal YouTube kami berikut ini:

(AISIYU) Ruang Aman Wanita

Nama pembuat foto: Helena Siwi

Lokasi negara tinggal: Jerman

Judul foto: Ruang Aman Wanita

Keterangan foto: Duduk sendiri di sebuah taman merupakan juga tempat teraman wanita ketika rasa jenuh melanda. 

Sekedar hanya duduk melihat keadaan sekitar pun bisa menjadi pelipur rasa karena menghirup udara segar, mendengar kicauan burung, dan berdiam sejenak bisa membuat kita untuk recovery sesaat.

(AISIYU) Fragile Dreams in Broken Horizon

Nama pembuat foto: Devi Aulia Nofitri Umada

Lokasi negara tinggal: Indonesia

Judul foto: Fragile Dreams in Broken Horizon

Keterangan foto: In classrooms and playgrounds, laughter should be the only sound. But under the cruel shadow of colonialism, Palestinian children’s laughter was silenced by the deafening roar of war. 

Their schools, once sanctuaries of learning, became battlefields. Amidst the ruins of their cities, a haunting question lingers: can these children ever feel safe, truly human, in their own land, where their only good memories are lost?

(AISIYU) Hadiah Ulang Tahun dari Penganiaya

Nama pembuat foto: Go Suan Ny

Lokasi negara tinggal: Jerman

Judul foto: Self Potrait (kiri) dan Hadiah Ulang Tahun dari Penganiaya (kanan)

Keterangan foto: (Kiri) Dipotret oleh seorang difabel menggunakan ujung lidah, yang juga adalah penyintas kekerasan. Sejak kecelakaan mobil tahun 2017, saya lumpuh total dari leher ke bawah dan dirawat di rumah oleh suster. 

Beberapa suster perawat melakukan kekerasan, dari pelecehan fisik hingga pelecehan sek***** pada terakhir Agustus 2024 lalu.

Semua suster perawat yang terlibat sudah diproses hukum.

(kanan) Salah satu suster perawat tetap saya cuti 6 minggu, dan seorang suster perawat pengganti datang pada pertengahan Agustus 2024.

Dia melakukan pelecehan sek**** dan memberi saya hadiah ulang tahun berupa lukisan diri saya, yang menggambarkan seorang gadis kecil tela*****, jongkok dengan tangan memegang kepala, kesakitan, karena rambut panjangnya yang hitam pekat ditarik.

(AISIYU) Sudut Ruang Wanita

Nama pembuat foto: Ayushillaby

Lokasi negara tinggal: Indonesia

Judul foto: Malam Ibu Kota Selalu Sama (kiri) dan Sudut Ruang Wanita (kanan)

Keterangan foto: (kiri): Ibu kota menjadi tempat berkumpulnya pencari nafkah, dengan segala bentuk lelah terlihat dari ramainya transportasi.

(kanan): Perempuan masuk ke dalam prioritas transportasi umum, namun rasa mana masih menjadi kekhawatiran.

(PODCAST RUMPITA) Berbagi Pengalaman Pernah Jadi Program Manager Isu HIV & AIDS di Papua

1 Desember diperingati setiap tahunnya sebagai World AIDS Day di seluruh dunia. Bagaimana pun HIV & AIDS masih menimbulkan stigma sosial bagi orang dengan AIDS (ODHA), terutama di masyarakat yang tidak mendapatkan literasi dan informasi yang benar dan tepat tentang isu ini.

Lewat program podcast RUMPITA, Rumpi bersama RUANITA, Anna dan Novi sebagai pemandu diskusi podcast pada episode ini mengajak sahabat Ruanita untuk peduli tentang HIV & AIDS dan mematahkan mitos-mitos yang tidak benar di masyarakat.

Episode ke-32 Podcast RUMPITA mengundang Restituti Betaubun atau yang akrab disapa sebagai Chichi, yang masih aktif menjadi aktivis yang mendukung sesamanya yang hidup dengan positif HIV. Chichi sendiri pernah bekerja di program HIV & AIDS selama lebih dari 10 tahun dengan berbagai posisi, di Yayasan Peduli AIDS di Timika, Papua Tengah.

Chichi juga bercerita bahwa ia sempat menjadi dosen lokal di sebuah perguruan tinggi di Timika dari 2013 hingga 2015, tetapi aktivitasnya untuk menjadi social support program HIV & AIDS telah memberikan banyak pengalaman berharga, agar stigma sosial di masyarakat Papua dapat dipatahkan.

Kampanye yang dibuat oleh Chichi dikhususkan untuk anak-anak muda sebagai bentuk preventif terhadap HIV & AIDS. Chichi banyak bersentuhan tentang bagaimana melakukan kampanye yang benar dan tepat kepada anak-anak muda yang menjadi penerima manfaat program tersebut.

Sebelum kehadiran Komisi Penanggulangan AIDS di Papua, Chichi bercerita bagaimana masyarakat masih merasa awam terhadap AIDS, sehingga perilaku salah menimbulkan stigma sosial kepada ODHA.

Sejak munculnya program HIV & AIDS di Papua, Chichi merasa keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat membantu untuk mematahkan stigma sosial tersebut.

Simak diskusi podcast RUMPITA episode ke-32 berikut ini di saluran Spotify berikut ini:

(AISIYU) Lampu di Jalan

Nama pembuat foto: Mariska Ajeng Harini

Lokasi negara tinggal: Jerman

Judul foto: Lampu di Jalan

Keterangan foto:

Tidak bisa dipungkiri malam hari bukan waktu yang tepat untuk perempuan berada di luar rumah, salah satu alasannya adalah kurangnya lampu penerangan di jalan.

Lampu-lampu di jalanan bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga menjadikan jalanan sebagai ruang aman untuk perempuan di malam hari.

(AISIYU) Pizza vs Volcano

Nama pembuat foto: Asti Tyas Nurhidayati

Lokasi negara tinggal: Islandia

Judul foto: Pizza vs Volcano

Keterangan foto: Sekolah dan dunia pendidikan bisa jadi ruang aman bagi perempuan untuk bekerja mengembangkan diri sesuai pendidikan, kemampuan, minat dan bakat. Namun, bekerja sebagai guru bagaikan dua sisi mata uang. 

Di satu sisi, bangga dan bahagia, berkontribusi positif bagi masyarakat lokal, mendidik generasi muda harapan masa depan, mewakili keragaman dan kesetaraan peran imigran dan minoritas. Ini bagaikan pizza aneka rasa dan topping yang menarik mata, lezat, nikmat, mengenyangkan dan memberikan kepuasan. 

Di sisi lain, sistem pendidikan inklusif mendorong guru harus siap mendidik semua murid dengan berbagai kebutuhan dan kemampuan yang berbeda. Anak-anak berkebutuhan khusus ataupun yang bermasalah dalam mental dan perilaku dapat memberikan berbagai tekanan mental bahkan fisik bagi guru, bahkan bisa mengancam dan membahayakan guru dalam ekskalasi tertentu. Ini bagaikan gunung api yang indah dan menarik dilihat jika dalam keadaan tenang, namun sewaktu-waktu dapat meledak dahsyat sehingga perlu siap sedia, waspada dan pengawasan ketat.

(AISIYU) Meniti Harapan

Nama pembuat foto: Aisyah Gozali

Lokasi negara tinggal: Indonesia

Judul foto: Meniti Harapan: Ruang Aman Perempuan dalam Keseharian

Keterangan foto: Foto ini menampilkan seorang perempuan yang sedang bekerja di sebuah dapur produksi tahu di Bogor, Jawa Barat. 

Meskipun terlihat sederhana, ruangan ini mencerminkan lingkungan kerja yang mendukung perempuan untuk merasa aman, produktif, dan nyaman dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. 

Ini merupakan gambaran nyata bagaimana ruang kerja bisa menjadi aman bagi perempuan, baik dari segi fisik maupun psikologis.

(AISIYU) Butuh Teman Bercerita

Nama pembuat foto: Anna

Lokasi negara tinggal: Jerman

Judul foto: “Butuh Teman Bercerita: Program Konseling Online Ruanita”

Keterangan foto: Per Agustus 2024, Ruanita Indonesia telah melayani sesi konseling online berbahasa Indonesia kepada lebih dari 60 orang yang tinggal di berbagai lokasi negara, sejak 2021. Program ini diselenggarakan secara gratis dan sukarela oleh Anna Knöbl, setiap Selasa dan Kamis pukul 18.00-20.00 waktu Eropa Tengah. Mayoritas peserta konseling online adalah perempuan Indonesia yang tinggal di mancanegara.