(AISIYU) Salahkan Korban

Pembuat karya: Putri Ayusha

Akun Instagram: Kertasiun

Judul karya: Salahkan Korban

Deskripsi:

‘Lagian ngapain kamu keluar malam-malam’

‘Emang kamu pakai baju apa waktu itu’

‘Kok, baru lapor sekarang?’

‘Kenapa gak ngelawan atau teriak minta tolong?’

adalah beberapa contoh pernyataan dan pertanyaan yang dilontarkan kepada para korban pelecehan atau kekerasan seksual.

Pernyataan/pertanyaan tersebut seringkali terucap baik dari petugas kesehatan, kepolisian, maupun dari orang-orang terdekat korban. Alih-alih bersimpati atau berempati terhadap situasi yang dialami korban, baik sengaja atau tidak, mereka cenderung menyalahkan korban atas kejadian tersebut.

Korban seringkali juga menyalahkan diri mereka sendiri untuk alasan yang sama dengan orang lain. Akan tetapi, menyalahkan diri sendiri seperti itu tidak sehat dan bisa berdampak serius. Kekerasan seksual adalah murni kesalahan pelaku dan tidak pernah menjadi kesalahan korban.

Dalam beberapa waktu terakhir ini, mungkin tema ini telah banyak dibahas. Beberapa pihak berwenang dan media telah mengubah cara mereka menangani korban. Namun, jalan kita masih panjang, sampai kita sama sekali terbebas dari kekerasan.

(AISIYU) Hands, Voices, Freedom

Pembuat karya: Putri Silitonga

Akun Instagram: qqutri

Judul karya: Hands, Voices, Freedom

Deskripsi: Kolase yang memiliki frase “Merdeka dari Kekerasan” menampilkan gambaran perempuan menahan sentuhan yang tidak diinginkan dan dikelilingi oleh tangan yang menggambarkan sifat invasif kekerasan terhadap wanita. Adanya bahan pangan di latar belakang mewakili esensi hak dan kebutuhan dasar perempuan untuk hidup aman. Terakhir, mikrofon di bagian belakang mewakili kepentingan untuk memperkuat suara perempuan, mendorong mereka bersuara, serta mengadvokasi pembebasan mereka.

(AISIYU) Sekutu di Awan Biru

Pembuat karya: Corinthiani

Akun Instagram: corin_sinulingga

Judul karya: Sekutu di Awan Biru

Deskripsi: Di sini ada awan biru sebagai bentuk ruang bebas, di mana langit selalu memberi kesempatan kepada siapapun manusia, termasuk seorang korban kekerasan. Bahkan, seorang korban punya kebebasan untuk menemukan support system atau women support women, membantunya untuk membatasi hubungan berkedok mengendalikan dan menjatuhkan.

(AISIYU) Menyembuhkan Diri, Mencari Jalan Keluar dari Kekerasan

Pembuat karya: Nurfadni Mutiah

Akun Instagram: fadniiiii

Judul karya: Menyembuhkan Diri, Mencari Jalan Keluar dari Kekerasan

Deskripsi: Saya punya pengalaman, dari seorang rekan yang sedang hamil dan mengalami kekerasan. Kekerasan fisik terhadap perempuan yang sedang hamil, tentunya menciptakan situasi traumatis yang berpotensi merugikan ibu dan janin. Pilihan antara tetap tinggal atau mencari tempat aman menjadi dilema sulit. Belum lagi dia perlu mempertimbangkan kesehatan mental dan fisik yang rentan. Penting untuk mencari dukungan dari keluarga, teman, atau lembaga yang kompeten dalam membantu korban kekerasan domestik. Menemukan tempat yang lebih aman dan berusaha menyembuhkan diri adalah langkah penting menuju pemulihan dan keselamatan jangka panjang.

(AISIYU) Bebas Mimpi Buruk

Pembuat karya: Putri Ayusha

Akun Instagram: kertasiun

Judul Karya: Bebas Mimpi Buruk

Deskripsi: Kekerasan yang dialami oleh perempuan dapat menyebabkan trauma yang mendalam dan berdampak jangka panjang pada kesehatan mental dan emosional. Efek dari trauma tersebut bisa sangat mendalam, yang menyebabkan mimpi buruk dan gejala lain yang sulit diatasi. Kolase ini bercerita tentang mimpi buruk yang selalu hadir setiap malam dan menghantui hidup para korban kekerasan. Para korban tentunya sangat berharap bahwa suatu hari mereka dapat terbebas (seperti burung yang terbang bebas di langit biru pada gambar) dari mimpi buruk dan trauma yang mereka alami pasca kejadian kekerasan, serta dapat melanjutkan hidup dengan penuh harapan dan ketangguhan.

(AISIYU) Merdeka Melawan Kekerasan Seksual di Pesantren

Pembuat karya: Msy

Akun Instagram: for.mujeres

Judul karya: Merdeka Melawan Kekerasan Seksual di Pesantren

Deskripsi: Kasus kekerasan seksual bisa terjadi di mana saja. Pelaku dan korbannya pun bisa siapa saja. Komnas Perempuan mencatat lembaga pendidikan pesantren menempati urutan kedua terbanyak dalam hal kasus kekerasan seksual dalam periode 2015-2020. Pada perayaan 16HAKTP 2023, melalui kolase ini saya menyampaikan hormat kepada semua para santri yang sudah berjuang melawan kekerasan seksual yang ada di pesantren.

(AISIYU) Rangkul, Bukan Pukul

Pembuat karya: Tuzhara R. Majid

Akun Instagram: tuzhararm

Judul karya: Rangkul, Bukan Pungkul

Deskripsi: Dari kolase yang dibuat ini, saya ingin menyampaikan gambaran kehidupan perempuan jikalau mereka tidak lagi menjadi korban, baik kekerasan verbal, fisik, maupun seksual. Mereka bisa kuat bagaikan batu bata, pun mampu bersemi menjadi apa yang diimpikan bagai bunga-bunga bermekaran. Mari sama-sama kita wujudkan perempuan Indonesia yang lebih sejahtera tanpa kekerasan. Jangan pukul tapi rangkul!

(AISIYU) Lari dan Merdekalah!

Pembuat karya: Mia Olivia

Akun Instagram: miaolivers_

Judul karya: Lari dan Merdekalah!

Deskripsi: Kemerdekaan untukku adalah keberanian untuk kita lari, kabur, berpisah, melepaskan, dari semua penjara-penjara tak berbentuk yang dibangun oleh pola pikir patriarki. Bukan hanya secara fisik tetapi yang lebih utamanya secara pikiran, karena kalau kita tidak memerdekakan pola pikir kita, sejauh apapun kita melarikan diri, penjara itu akan tetap mengikuti. Kita harus sadar bahwa kita ini NYATA dan MAMPU melakukan apapun. Sendiri saja mampu apalagi bersama-sama. Uluran tangan banyak pihak juga sangat membantu untuk para perempuan memerdekakan diri dan pikirannya dan  kungkungan penjara patriarki. Seni adalah cara memerdekakan diri, sudah digunakan sejak ratusan abad atau bahkan lebih lama. Dengan berkesenian apapun bentuknya, semoga para perempuan bisa menemukan pintu-pintu kemerdekaannya.