(IG LIVE) RUANITA Bagikan Tema Kawin Campur yang Berbeda kepada Pendengar Radio RRI Pro 1 FM

Di bulan September 2022 ini RUANITA menggelar Media Tour ke berbagai radio dan majalah di Jakarta dan Bali. Tim RUANITA diwakili oleh Anna Knöbl dan Yenni Connell. Melalui buku Cinta Tanpa Batas yang menjadi produk RUANITA untuk membagikan kisah kawin campur yang berbeda.

Bincang-bincang pagi di RRI Pro 1 FM ini dipandu oleh Nova di studio RRI, Jakarta. Diawali dengan penjelasan profil RUANITA, Anna menegaskan sebagai social support system di mancanegara. Bahkan Anna mengakui sebagian besar dia belum pernah bertemu muka dengan volunteers atau penerima manfaat RUANITA, termasuk 25 perempuan penulis di buku ini.

Nova sebagai penyiar telah mengajak pendengar RRI Pro 1 FM untuk mengenal lebih jauh, siapa dan di mana saja para penerima manfaat RUANITA. Anna menegaskan bahwa ini sebagai wadah kolektif dari mereka yang berbagi cerita, ilmu dan praktik baik melalui platforma teknologi. Melalui RUANITA, Anna berharap orang Indonesia tidak lagi merasa sendirian dalam mengatasi permasalahannya di luar negeri.

Buku Cinta Tanpa Batas ditulis dari kisah nyata oleh 25 perempuan di 12 negara. Melalui buku ini, Anna ingin menjelaskan untuk tidak meromantisasi pernikahan dengan Warga Negara Asing atau memandang sebelah mata tentang kawin campur. Buku ini memiliki kekuatan tentang tema yang dianggap tabu dan tak banyak diketahui publik seperti KDRT, diskriminasi, perpisahan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan Lessons Learned.

Bagi mereka yang sedang menyiapkan pernikahan dengan warga negara asing, kita perlu mempelajari dulu budaya dan bahasa yang menjadi asal negara pasangan hidupnya. Pesan yang kuat dari buku ini adalah perempuan perlu memahami hak yang diperoleh setelah menikah dengan pria WNA agar tahu hukum yang sedang berlaku.

Yenni juga menceritakan bahwa kebahagiaan itu tak mengenal usia seperti bagaimana pertemuannya dengan suami saat usianya sudah memasuki 53 tahun. Lewat aplikasi kencan online, Yenni ingin membagikan saran untuk terhindar dari penipuan dan kepalsuan cinta.

Sebenarnya ada banyak benturan budaya yang dihadapi perempuan Indonesia saat menikahi pria WNA. Oleh karena itu bekal informasi seperti budaya dan bahasa lokal akan sangat membantu untuk beradaptasi di negara suami.

Tak banyak orang Indonesia yang akan menetap di luar negeri memahami hak yang diperoleh sebagai isteri/suami, pekerja, pelajar dan sebagainya. Perhatikan hukum-hukum di negara tujuan dan hak yang diperoleh seperti hak kursus bahasa asing gratis, hak bekerja dll.

Untuk menyaksikan siaran ulangnya, silakan disimak lewat tayangan berikut:

(SIARAN BERITA) Radio Hardrock FM Bali Ajak Pendengarnya Bekali Diri Sebelum Migrasi ke Luar Negeri

BALI – Dalam rangka mempromosikan edukasi tema kawin campur – WNI menikah dengan WNA – RUANITA menggelar Media Visit di Jakarta dan Bali seperti yang berlangsung baru-baru ini. RUANITA hadir di bincang-bincang siaran pagi hari di Hardrock FM, Denpasar (7/9).

Pemandu siaran adalah Mika dan Wulan yang mengawali cerita kerumitan dokumen pernikahan beda bangsa berdasarkan cerita-cerita pelaku kawin campur. Mika dan Wulan menyadari bahwa kerumitan dokumen itu terkadang membuat pasangan yang ingin menikah perlu berpikir ulang keyakinan mereka ke jenjang yang lebih serius.

Follow akun: @ruanita.indonesia.

Yenni Connell selaku kontributor buku berpendapat bahwa memilih pasangan hidup tak hanya sekedar cinta saja. Menurut Yenni, ada faktor Bibit, Bebet dan Bobot dalam menemukan pasangan hidupnya. Yenni mengakui dirinya berhasil mendapatkan jodoh di usia berkepala 5 lewat aplikasi Dating Online.

Meningkatnya jumlah kawin campur memang bisa jadi disebabkan faktor teknologi seperti keberhasilan yang diperoleh Yenni. Namun Yenni pun berpesan agar para pencari cinta lewat aplikasi online perlu memperhatikan sejumlah rambu-rambu agar tidak terjebak dalam fenomena Love Scammers yang memabukkan.

Kembali ke buku Cinta Tanpa Batas yang dikupas dalam bincang-bincang pagi tersebut, pendengar Hardrock FM perlu memperhatikan unsur-unsur antropologi, psikologi, hukum dan hak-hak yang di dapat setelah kita mendapatkan izin tinggal di suatu negara. Cerita nyata yang mengandung unsur-unsur tersebut bisa dibaca langsung dalam buku Cinta Tanpa Batas ini.

Selain promosi buku Cinta Tanpa Batas, Mika dan Wulan menggali eksistensi RUANITA yang telah menjadi social support system untuk warga Indonesia, terutama mereka yang mengalami masalah-masalah psikologis, domestik, pengasuhan anak, dan hal-hal lainnya yang masih dianggap tabu diceritakan di Indonesia.

Bagaimana pun buku Cinta Tanpa Batas menjadi bacaan wajib tidak hanya mereka yang menjadi pelaku kawin campur saja, melainkan juga mereka yang ingin tinggal dan menetap di luar negeri.