(CERITA SAHABAT SPESIAL) Bagaimana Potensi Perempuan Sebagai Pemimpin?

Hari ini diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Pada episode Cerita Sahabat Spesial bulan Maret 2026 hadir untuk berbagi suara perempuan yang memimpin dan mengapa perlu melibatkan perempuan dalam kebijakan.

Kali ini, kita akan mendengarkan kisah inspiratif dari Nayla Maghfiroh seorang perempuan Indonesia yang kini tinggal di Mesir, mendampingi suaminya yang bekerja di KBRI Kairo.

Meski jauh dari tanah air, Nayla aktif membangun jaringan, komunitas, serta wadah pemberdayaan perempuan Indonesia di Mesir.

Baginya, kepemimpinan perempuan bukan hanya tentang jabatan, melainkan juga tentang empati, komunikasi, dan kemampuan menggerakkan komunitas.

Menurut Nayla, ada empat kualitas utama yang harus dimiliki pemimpin perempuan:

  1. Keterbukaan terhadap ide dan perspektif baru,
  2. Kepemimpinan inklusif yang menghargai keberagaman,
  3. Kemampuan mengelola konflik,
  4. Dan yang menurutnya sering menjadi ciri khas perempuan Indonesia: empati.

“Kepemimpinan bukan hanya soal memberi perintah, tapi tentang membangun hubungan, menginspirasi, dan mencapai tujuan bersama dengan cara yang positif,” ujarnya.

Di Mesir, Nayla melihat peran perempuan semakin diakui, baik dalam pemerintahan, parlemen, maupun lembaga keagamaan seperti Al-Azhar University, yang kini memiliki perempuan sebagai penasihat Grand Shaykh.

Namun, di tingkat komunitas orang Indonesia di mancanegara, peran perempuan juga tidak kalah penting. Nayla aktif memimpin Muslimat NU cabang Mesir, menjadi pembina PCI Fatayat NU, hingga mengelola majelis taklim untuk ibu-ibu WNI. Ia juga terlibat dalam organisasi kedaerahan, mahasiswa, dan ormas lain yang memberi ruang khusus bagi perempuan.

“Meski jauh dari tanah air, perempuan Indonesia di Mesir tetap bisa menjadi aktor strategis dalam pembangunan komunitas dan memproporsikan perubahan sosial yang positif,” tutur Nayla.

Bagi Nayla, sosok RA Kartini tetap menjadi inspirasi kepemimpinan perempuan. Berkat perjuangan Kartini, perempuan Indonesia berhak memperoleh pendidikan setara dengan laki-laki.

Nayla percaya, untuk menjadi pemimpin perempuan yang kuat, ada beberapa hal yang harus ditumbuhkan:

  • Percaya diri, meski seringkali sulit,
  • Berani mencoba hal baru dan mengambil risiko,
  • Membangun jaringan untuk tujuan bersama,
  • Tetap menjadi diri sendiri, menonjolkan keunikan,
  • Tidak takut salah, karena kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

Cerita Nayla adalah gambaran nyata bahwa perempuan, di mana pun berada, mampu memberi pengaruh besar bagi lingkungannya. Dengan keterbukaan, empati, dan keberanian, perempuan dapat menciptakan ruang inklusif yang memberdayakan banyak orang.

Di Hari Perempuan Internasional ini, mari kita rayakan peran perempuan Indonesia, baik di tanah air maupun di perantauan, sebagai pemimpin, penggerak, dan inspirasi.

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya program cerita sahabat spesial episode Maret 2026 di kanal YouTube kami berikut dan pastikan SUBSCRIBE agar mendukung kami.

(PRODUK) Buku: Warna-warni Kepemimpinan Perempuan

Ruanita Indonesia adalah komunitas orang Indonesia di mancanegara yang mendukung tujuan pembangunan keberlanjutan terutama untuk poin „Kesehatan Mental“ dan poin „Kesetaraan Gender“ serta membagikan praktik baik orang Indonesia melalui pengalaman, pengamatan dan pengetahuan dalam berbagai programnya.

Pada fokus kesetaraan gender, RUANITA melakukan berbagai program yang melibatkan banyak perempuan Indonesia di luar negeri untuk menggali potensi mereka dan menempatkan mereka untuk berbagi dukungan satu sama lain terutama untuk kelompok yang rentan ketika kami sedang berada di mancanegara.

Dengan prioritas manajemen berbasis nilai yang diusung, RUANITA diharapkan bisa menjadi social support system di luar negeri yang mendukung partisipasi perempuan Indonesia di luar negeri. Namun akses partisipasi perempuan Indonesia masih terbilang rendah baik di Indonesia maupun di luar Indonesia.

Salah satu cara meningkatkan partisipasi perempuan Indonesia dengan promosi praktik baik yang dituangkan dalam tulisan, yang ditulis oleh warga Indonesia di mancanegara melalui program Warga Menulis.

Program Warga Menulis 2023 sudah berhasil terlaksana berkat kerja sama antara RUANITA dengan APPBIPA Jerman pada 4-5 Februari 2023 dan telah menghasilkan 13 naskah bertema kepemimpinan perempuan di ruang publik yang kemudian dibukukan.

Follow us: @ruanita.indonesia

Para penulis naskah dalam buku ini berasal dari Jerman, Swiss, Spanyol, Belanda, dan Norwegia. Sosok perempuan yang ditulis tidak hanya para perempuan dari Indonesia yang menjadi pemimpin, tetapi juga para perempuan pemimpin dunia yang berada di luar Indonesia. Para perempuan yang menginspirasi tidak hanya sosok perempuan masa kini yang dikenal, tetapi juga perempuan pemimpin di masa lalu dalam peradaban sejarah.

Perempuan pemimpin tidak hanya dalam area publik saja, perempuan pun bisa memimpin dalam area privat. Kepemimpinan bukan berarti posisi tinggi dan posisi rendah, melainkan melibatkan perempuan untuk mengambil kebijakan dalam berbagai situasi, termasuk situasi bencana/krisis kemanusiaan. Bagaimanapun penulis buku ini tidak hanya perempuan saja, tetapi juga ada pria yang ikut menyuarakan kepemimpinan perempuan.

Oleh karena itu, buku ini kami beri judul: Warna-warni Kepemimpinan Perempuan yang mewakili suara warga Indonesia di mancanegara. Kata pengantar buku ini ditulis oleh Dubes RI untuk Denmark & Lithuania; Atdikbud KBRI Berlin; dan Sastrawan sekaligus Jurnalis. Buku ini tidak kami jual. Kami berharap buku ini mampu menyuarakan suara-suara warga Indonesia di mancanegara.