(CERITA SAHABAT) Perjuangan Ibu akan Hak Asuh Anak yang Berpaspor Indonesia di India

Halo, sahabat Ruanita! Aku bernama Sasa  merupakan perempuan Indonesia yang tertarik untuk membahas bagaimana perjuanganku sebagai ibu dalam mendapatkan hak asuh anak. Bagaimanapun, aku berhak mendapatkan hak asuh anak karena anak-anakku berpaspor Indonesia, meski mereka tinggal di India.

Aku tidak pernah membayangkan bahwa hidup akan membawa aku menetap di India, sebuah negara dengan warna-warni budaya dan kehidupan yang begitu berbeda dari Indonesia. Aku telah menetap di sini selama lebih dari sepuluh tahun, yang berjuang untuk hak asuh anak-anakku dan berharap bisa membangun mimpi indah di Indonesia bersama anak-anakku nanti.

Ini semua berawal dari perkenalanku dengan seorang pria asal India melalui internet, yang kemudian menjadi awal kisah hidupku. Pernikahan, kelahiran putra, perceraian, hingga proses hukum yang panjang, semuanya aku lalui dengan keteguhan hati di negeri yang kini menjadi rumah keduaku sekarang.

Setelah perkenalan dengan ayah dari anak-anakku, aku menikah dengan seorang pria India yang kukenal di dunia maya. Awalnya, semua terasa indah. Aku memutuskan mengikuti suamiku ke India dan membangun keluarga di sini. Namun, di balik senyum dan kebahagiaan semu, aku harus menghadapi kekerasan dalam rumah tangga yang datang dari pihak keluarga mantan suamiku. Bertahun-tahun aku hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian, sampai akhirnya aku memutuskan untuk berjuang demi anak-anakku dan diriku sendiri.

Mantan suamiku juga memutuskan memilih perempuan lain untuk membangun bahtera kehidupan rumah tangganya. Aku tetap memilih tinggal di India agar aku bisa mendapatkan hak asuh anak-anakku yang selama ini tinggal bersama keluarga mantan suamiku. Proses perceraian di India bukanlah perkara mudah. Berbeda dengan di Indonesia yang bisa selesai dalam beberapa bulan, di sini aku harus bertahan selama bertahun-tahun. Namun, aku tak sendiri.

Dalam perjuangan itu, aku bertemu dengan suamiku yang sekarang yang banyak mendukung dan membantuku untuk bertahan di negeri Bollywood ini. Tak hanya suamiku, keluarga suamiku yang sekarang juga hadir memberikan dukungan tanpa syarat. Kakak ipar dan keluarganya menjadi sandaran emosional yang nyata, di tengah badai hidupku. Mereka membantuku memahami hukum setempat, mendampingiku di persidangan, dan menjaga anak-anakku ketika aku harus menghadiri sidang pengadilan.

Aku bersyukur karena akhirnya peringatan dilarang berpergian ke luar India, yang sempat menjeratku sebelumnya, telah dibuka oleh pengadilan di India. Proses mendapatkan hak asuh anak-anakku masih berjalan, tapi harapan mulai tampak di ujung jalan. 

Sahabat Ruanita, akhirnya aku kini berhasil mendapatkan anak-anakku. Meskipun mereka besar di India, tetapi kami memperkenalkan mereka pada identitas Indonesia. Kami berbicara tentang budaya Jawa, tentang Indonesia yang ramah, dan hangat serta indah. Anak-anakku memiliki paspor Indonesia dan aku tetap berkomunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di India, untuk memastikan semua dokumen mereka terurus dengan baik.

Adaptasi anak-anakku di sekolah cukup lancar. Mereka bersekolah di lingkungan berbahasa Inggris dan tumbuh menjadi anak-anak yang ceria dan percaya diri. Kadang aku terharu melihat mereka tetap menghormati budaya Indonesia, meski tinggal jauh dari tanah air.

Tinggal di India memberikanku banyak pelajaran hidup. Aku pernah dipandang sebelah mata hanya karena aku berasal dari Indonesia. Namun, aku memilih bersikap rendah hati dan membuktikan bahwa integritas dan kepribadian seseorang, tidak ditentukan oleh profesi atau asal negara.

Follow us

Masa depan? Aku memimpikan pulang ke Indonesia suatu hari nanti, membawa anak-anakku mengenal lebih dekat budaya tanah air mereka, dan mungkin kembali mengajar di institusi pendidikan. Saat ini, aku bekerja sebagai guru di India. Gajinya memang tidak besar, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar pengacara untuk memperjuangkan hak hukumku di pengadilan.

Untuk para perempuan Indonesia yang mungkin mengalami situasi serupa di negeri asing, aku ingin berkata: kamu tidak sendiri. Carilah dukungan, baik dari komunitas Indonesia maupun orang-orang lokal yang dapat dipercaya. Laporkan situasi kamu ke perwakilan pemerintah Indonesia terdekat. Tetaplah berdoa dan berpikir positif. Percayalah, badai pasti berlalu dan pertolongan sering datang dari arah yang tak terduga.

Hari ini, aku berdiri lebih kuat. Semua ini tidak lepas dari dukungan keluarga suamiku yang kedua, anak-anakku yang menjadi sumber semangatku, dan tentunya keyakinanku. Saya percaya bahwa Tuhan selalu menyertai langkahku. Ini adalah kisahku, dan aku harap dapat menjadi kekuatan bagi perempuan lain yang tengah berjuang dalam sunyi.

Penulis: Sasa, tinggal di India.