(CERITA SAHABAT) Praktik Gaya Hidup Minimalis yang Tak Mudah: Mulai dari Finansial ke Usaha Rumahan di Polandia

Halo, sahabat Ruanita! Perkenalkan saya Lina, yang tinggal di Polandia. Sehari-hari, saya beraktivitas mengelola usaha Dapur Tempeh dan pastry, yang juga menjadi hobi saya. Saya senang bisa berpartisipasi dalam program cerita sahabat ini, terutama membagikan pengalaman, pengamatan, dan pendapat saya terkait gaya hidup minimalis. 

Gaya hidup minimalis kini menjadi trend tersendiri bagi pencintanya. Menurut saya, gaya hidup minimalis adalah gaya hidup yang fokus pada kesederhanaan. Sederhana memang! Saya pikir gaya hidup minimalis tidak mudah dijalani, di tengah kehidupan moderenitas yang serba mudah dan instan. Jujur, saya sendiri belum sepenuhnya tertarik menjalankan gaya hidup minimalis. Alasannya, gaya hidup minimalis tidak mudah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Sejak tinggal di Polandia, saya dan suami sedang belajar dan berusaha menerapkan gaya hidup sederhana dalam kehidupan keluarga kami. Kami juga memiliki dua anak kecil. Kami pun lebih memilih untuk fokus pada hal-hal penting untuk kebutuhan keluarga daripada keinginan pribadi.

Saya pikir, konsep minimalisme memiliki beberapa kategori. Mungkin ini yang memengaruhi cara saya dalam menjalani hidup sehari-hari di Polandia. Misalnya, kami sedang menjalani konsep minimalisme finansial. Minimalis finansial artinya gaya hidup  yang mungkin lebih mengarah pada pengelolaan keuangan, agar kami lebih bijak dalam menggunakan uang.

Sebagai contoh, kami hanya melakukan transaksi dengan uang tunai atau debit. Bagi kami, ini adalah pilihan hidup yang smart, karena hal yang kami lakukan sangat berpengaruh pada pengendalian diri dan mental. Kami tidak stres dengan tekanan untuk mengembalikan kredit, yang pernah saya alami saat masih muda dan belum berkeluarga.

Sahabat Ruanita, gaya hidup minimalis itu bermacam-macam ya dan bisa dipilih sesuai kebutuhan dan keinginan. Tentunya, ada banyak tantangan yang dihadapi dalam menerapkannya. Saya sendiri masih kesulitan untuk menemukan barang yang sesuai dengan kebutuhan saya, agar dapat menerapkan gaya hidup minimalis tersebut.

Saya ingin tampil cantik dan sudah terbiasa membeli Skincare yang saya bawa dari Jepang. Rupanya, skincare tersebut tidak cocok dengan iklim di Polandia. Pada akhirnya, saya harus merogoh kocek lebih lagi karena saya membeli berbagai merek Skincare untuk dapat menyesuaikan dengan kebutuhan kulit saya. Awalnya, saya ingin berhemat tetapi nyatanya saya malahan melakukan pemborosan. 

Sejak tinggal di Polandia, saya tidak menemukan perbedaan pandangan mengenai gaya hidup minimalis antara masyarakat Polandia dan Indonesia. Menurut saya, memilih hidup sederhana bukanlah budaya suatu negara, melainkan pilihan pribadi masing-masing. 

Selain itu, ada juga perbedaan cara penerapan minimalisme yang bergantung pada status perkawinan. Gaya hidup orang yang memiliki anak dengan orang lajang atau orang yang hidup tanpa anak, tentu akan berbeda. Sahabat Ruanita, gaya hidup minimalis itu tergantung pada pilihan masing-masing, bukan pada bagaimana budaya orang tersebut dibesarkan.

Setelah kami memutuskan minimalis finansial, kami selalu mempertimbangkan apakah barang yang akan dibeli itu benar-benar berguna dan tahan lama. Misalnya, saat membeli baju anak, kami akan membeli satu ukuran lebih besar agar bisa dipakai selama setahun, mengingat anak-anak tumbuh dengan cepat.

Dalam hal memasak, kami biasa memasak dengan porsi yang cukup, sehingga makanan tidak terbuang begitu saja. Selanjutnya, saya yang sekarang sedang mengelola usaha pun, saya hanya berinvestasi pada hal-hal yang benar-benar dapat mengembangkan usaha saya

Kembali tentang kebiasaan hidup di Polandia, yang mendukung gaya hidup minimalis, jujur saya tidak mengetahui banyak tentang kebiasaan budaya Polandia. Namun, yang saya perhatikan, orang Polandia lebih menyukai makanan rumahan daripada berkumpul di rumah makan, seperti halnya keluarga suami saya.

Selain itu, saya sepenuhnya belum dapat menjalankan kehidupan minimalis, yang seimbang antara pekerjaan, kehidupan sosial, dan waktu pribadi saya. Saya masih sibuk menjadi ibu rumah tangga sekaligus mengelola bisnis kecil saya, sehingga hampir tidak ada waktu untuk bersosialisasi.

Sehari-hari, saya sibuk mengelola usaha tempeh dan pastry. Usaha saya ini berawal dari pengalaman saya tinggal selama 13 tahun di Jepang. Di waktu senggang, saya mengikuti kursus pastry di Jepang, karena kue-kue di sana sangat ringan dan enak.

Sewaktu saya masih lajang, saya berkeinginan untuk membuat kue-kue tersebut untuk keluarga saya. Pada akhirnya saat pindah ke Polandia, saya memutuskan untuk membuka usaha dengan menerima pesanan kue. Kebetulan, kemampuan bahasa Polandia saya masih kurang memenuhi persyaratan untuk bekerja di Polandia.

Sementara untuk usaha tempeh yang saya tekuni, ini semua berawal dari pengalaman saya tinggal di Jepang, yang mana saya belajar langsung dari pengrajin tempe di sana. Selain tempe adalah makanan kesukaan saya sejak kecil, saya juga terinspirasi untuk membuat usaha tempe dari beliau di Jepang.

Ternyata, saya mendapatkan respon yang cukup menarik dari masyarakat Polandia sendiri, terutama mereka yang adalah vegetarian. Pembeli kami mengaku puas dengan tempeh yang dipesannya. Alasannya, mereka sudah pernah ke Indonesia dan menikmati tempeh di sana. Lainnya, mereka juga suka dengan tempeh buatan saya, meskipun ada yang mengeluhkan bau fermentasi tempeh. 

Dalam mengelola usaha tempeh dan pastry, tentunya tidak mudah dan memiliki kendala seperti bahan baku. Untuk pastry misalnya, tersedia berbagai jenis tepung terigu di Polandia, sehingga saya harus mencoba beberapa kali agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Sedangkan untuk tempe, tantangannya adalah sulitnya menemukan kacang kedelai berkualitas baik, agar tidak remuk saat proses pengupasan kedelai.”

Kembali ke gaya hidup minimalis dengan usaha rumahan, saya banyak mengunakan sistem pre-order agar produksi lebih tetap sasaran dan menghindari makanan terbuang. Saya juga banyak membagikan inspirasi saya mengelola usaha lewat akun Instagram saya, termasuk tentang video cara mengolah tempeh. 

Di Polandia, warga di sini selalu memberikan apresiasi yang positif atas apa saya yang kerjakan. Tentu, ini berbeda dengan kata-kata negatif yang kadang-kadang diterima dari orang Indonesia seperti: ‘Untuk apa buang waktu, buat sendiri lebih murah,’ atau menerima dan berkata, ‘Ah, biasa saja, lumayan!”

Sejak tinggal di Polandia, saya menyadari ada regulasi ketat terhadap kemasan makanan, sehingga pilihan kemasan yang dijual terbatas. Di Indonesia, kita bisa memiliki banyak variasi, misalnya memakai daun pisang untuk membungkus tempeh karena daun pisang begitu mudah didapatkan.

Dengan pilihan gaya hidup minimalis, saya memilih kemasan yang dapat digunakan kembali untuk kue-kue kering saya. Saya pun masih memasak dan menyediakan makanan di rumah adalah masakan Indonesia. Untuk acara ulang tahun atau acara tertentu, kami biasanya mengundang saudara-saudara suami untuk makan di rumah. Tentu saja, saya selalu memasak makanan Indonesia untuk mereka.

Sahabat Ruanita, hidup sebagai perempuan perantau tentu saja mengajarkan kemandarian baik dalam mengelola keuangan, tantangan keluarga, maupun kehidupan sosial.

Saya sendiri masih sedang belajar menerapkan gaya hidup minimalis, yang tentunya masih banyak sekali tantangan. Menurut saya, gaya hidup minimalis ini penting untuk diterapkan. Ketika kita memilih hidup sederhana, kita lebih dapat fokus pada hal – hal yang lebih penting. Langkah ini pastinya dapat menciptakan dunia yang lebih baik, terutama pada lingkungan. 

Penulis: Lina, yang tinggal di Polandia dan dapat dikontak via akun instagram: dozo_bialystok. Lina juga mengelola usaha tempeh dan dapat dikontak via akun instagram: dapur_tempeh

(DATA) Peserta Kartini dalam Kewirausahaan dari 12 Negara

Menindaklanjuti program “Kartini Masa Kini dalam Kewirausahaan” yang pernah dilaksanakan pada 2022 lalu, kami menggelarnya juga di tahun 2024 ini dengan menampilkan profil usaha dari teman-teman perempuan yang ada di luar Indonesia. Mereka tinggal di Jerman, Taiwan, Australia, Turki, Swiss, Belanda, Prancis, Polandia, Amerika Serikat, Norwegia, Korea Selatan, dan Serbia.

Tujuan dari program ini:

1. Menampilkan keragaman usaha yang dikelola oleh perempuan Indonesia sehingga menjadi inspirasi bagi siapa saja.

2. Menjadi “bank data” tentang keragaman usaha teman-teman perempuan di mancanegara yang dapat saling mendukung satu sama lain.

3. Membentuk jaringan sesama perempuan Indonesia di negeri rantau yang dimoderasi oleh Ruanita Indonesia.

Jerman

Nama Pemilik Ratitia Gitanyali
Nama Usaha/Produk Usaha Bali Java Wellness Healing
Lokasi Negara Usaha Jerman
Nama Media Sosial dari Pemilik FB: Tiara Saja I TikTok: @tiarasaja7
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Instagram: balijava_wellness_healing
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Sejak 5 April 2015
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Jangan pernah menyerah!
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.

Taiwan

Nama Pemilik Zhira
Nama Usaha/Produk Usaha Energy Healing Practitioner
Lokasi Negara Usaha Taiwan
Nama Media Sosial dari Pemilik Instagram: Nazhira atau jiwa.hira
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Website: http://www.jiwa-hira.com atau FB page: Jiwa Hira
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Sejak 2023
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Percaya pada diri sendiri dan visi yang kamu punya. Perhitungkan risiko, gigih, dan jangan pernah takut gagal karena kegagalan sering kali mengarahkan kamu pada pertumbuhan dan pembelajaran. Kelilingi diri kamu dengan sistem pendukung yang kuat, carilah bimbingan, dan terus didik diri kamu dalam industri yang kamu tekuni tersebut. Tetap tangguh, mudah beradaptasi, dan bersemangat terhadap tujuan kamu.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.

Australia

Nama Pemilik Shinta Santoso
Nama Usaha/Produk Usaha Tempeh
Lokasi Negara Usaha Australia
Nama Media Sosial dari Pemilik
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Website: http://www.primasoy.com.au atau Instagram: primasoy
Lama berwirausaha (tahun/bulan) 19 tahun
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.

Turki

Nama Pemilik Rahmawati Susanti
Nama Usaha/Produk Usaha Indo Gastronomy
Lokasi Negara Usaha Turki
Nama Media Sosial dari Pemilik
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Website: http://www.indogastronomy.com I Facebook: Indo Gastronomy I Instagram: tempeh_tofu_ankara
Lama berwirausaha (tahun/bulan) sekitar 8 tahun
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.

Swiss

Nama Pemilik Anindya Palumbo
Nama Usaha/Produk Usaha Indy’s Kitchen
Lokasi Negara Usaha Swiss
Nama Media Sosial dari Pemilik Instagram: Indyrgras
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Instagram: indys_kitchen
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Sejak 2013
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Saya selalu berpikir dan mengajarkan baik teman maupun anak didik untuk selalu melakukan apa pun yang disuka. Percaya pada diri sendiri. Selalu tekun dalam menjalani sesuatu. Soal hasil, pasti akan mengikuti usaha kita. Jika kalian menyukai apa yang dilakukan, maka kalian tidak pernah merasa terbebani. Contohnya, sekali pun saya pernah bekerja 15-18 jam sehari karena ada event, tetapi saya tetap merasa senang dan sangat menikmati.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.

Belanda

Nama Pemilik Vinna Nidia
Nama Usaha/Produk Usaha Buku Anak Nusantara
Lokasi Negara Usaha Belanda
Nama Media Sosial dari Pemilik Instagram: Vinnidia
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Website: http://www.bukuanaknusantara.nl
Instagram/Facebook: bukuanaknusantara.nl
Lama berwirausaha (tahun/bulan) 1 tahun
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Cari informasi sebanyak mungkin tentang produk yang akan dipasarkan dan aturan di lokasi negara tinggal. Adanya relasi sangatlah penting untuk mempromosikan usaha di tahap awal.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.

Prancis

Nama Pemilik Dena Triyana
Nama Usaha/Produk Usaha Bakso Kaki Lima Eropa
Lokasi Negara Usaha Prancis
Nama Media Sosial dari Pemilik Instagram: dena_djajadisastra
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Instagram: Bakso Kaki Lima Eropa
Lama berwirausaha (tahun/bulan) 1 tahun 6 bulan
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Berwirausaha akan lebih menyenangkan untuk dijalani dengan menjalankan atau melakukan yang kita sukai.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.

Polandia

Nama Pemilik Lina Kowalko
Nama Usaha/Produk Usaha Dapur Tempeh Dozo Patisserie
Lokasi Negara Usaha Polandia
Nama Media Sosial dari Pemilik
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Facebook: Dapur Tempeh
Instagram: dapur_tempeh
I dozo_bialystok
Lama berwirausaha (tahun/bulan) sejak 2021
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha, sipakan mental untuk mengatasi berbagai kegagalan dan rintangan yang tidak pernah dialami sebelumnya. Selain itu, coba dan terus mencoba lagi agar konsisten terhadap apa yang sedang dikerjakan. Tidak perlu menjadi nomor satu, tetapi lakukan dengan terbaik.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.

Amerika Serikat

Nama Pemilik Dewi Mayasari
Nama Usaha/Produk Usaha Dewi Maya I Tropic Asian Market
Lokasi Negara Usaha Amerika Serikat
Nama Media Sosial dari Pemilik
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Website: http://www.dewimaya.com I IG: dewimaya.design
Website: http://www.tropicasianmarket.com I IG: Tropic Asian Market
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Dewi Maya sudah 5 tahun dan Tropic baru 1 tahun
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Sudah menjadi stereotip perempuan hanya akan berakhir di dapur dan mengurus rumah tangga. Di satu sisi, konstruksi sosial mengatakan dunia usaha
hanya cocok untuk pria. Perempuan dirasa terlalu lemah. Sayangnya, justru sesama perempuan yang mengatakan hal itu.
Kesetaraan gender di era yang semakin maju ini telah membuka peluang besar untuk perempuan berdaya secara financial. Saya merasakan, kerja keras ini semakin melambung tinggi setelah menikah dan punya anak. Banyak juga tantangan yang saya hadapi, terutama di awal merintis usaha di Amerika Serikat. Tantangan internalnya karena saya harus membagi waktu antara mengurus anak. Suami saya memberikan support dan kebebasan penuh pada saya untuk mngemukakan pendapat, mencari solusi, ataupun strategi apa yang saya mau dalam bisinis ini. Karena itu, salah satu support yang suami lakukan
adalah dengan senang hati mengerjakan pekerjaan rumah tangga bersama-sama. Tantangan lain yang lebih berat adalah doktrin yang diucapkan sesama perempuan yang mengatakan bisnis saya tidak
akan maju, seperti: produk Dewi Maya tidak layak ikut fashion show atau pemetaan strata sosial yang
seolah-olah life style seorang designer itu harus punya rumah mewah dan glamour. Hal itu sangat bertolak belakang dengan definisi saya pribadi tentang kesuksesan. Menurut saya, suksesnya pengusaha itu bukan
dari apa yang saya perlihatkan di media sosial, tetapi seberapa banyak perempuan yang terbantu dari
bisnis yang saya miliki. Untuk semua mompreneur, jangan takut mencoba dan cepat menyerah! Kita semua mempunyai potensi yang sama. Good luck for all of us!
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.

Norwegia

Nama Pemilik Safriani Siregar
Nama Usaha/Produk Usaha NorInd Kitchen: Indonesian Food, Catering & Take Away
Lokasi Negara Usaha Norwegia
Nama Media Sosial dari Pemilik Instagram: leiknessafriani
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Instagram: norindkitchen
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Sejak 2019
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Tetap melangkah dan belajar!
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.

Korea Selatan

Nama Pemilik Citra Sartika Dewi
Nama Usaha/Produk Usaha Unni Citra
Lokasi Negara Usaha Korea Selatan
Nama Media Sosial dari Pemilik Instagram: citradew1
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Instagram: warung.unni.citra
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Sejak tahun 2021
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Jangan takut dan malu untuk memulai, kerjakan yang disukai agar pada saat melakukan usaha tidak terbebani.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.

Serbia

Nama Pemilik Mery Christiani Milutinovic
Nama Usaha/Produk Usaha Cemani Tempeh Serbia
Lokasi Negara Usaha Serbia
Nama Media Sosial dari Pemilik
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Instagram: cemanitempehserbia
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Kurang lebih 3 tahun
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Jangan takut dengan kegagalan ketika memulai sebuah usaha, karena kegagalan yang kita alami adalah pembelajaran untuk memperbaiki usaha kita.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.