(CERITA SAHABAT SPESIAL) Belajar dari India, Bagaimana Keamanan dan Peran Perempuan di Dunia Teknologi

Dalam dunia yang semakin terhubung melalui teknologi digital, keamanan di ruang maya menjadi hal yang tak bisa ditawar lagi. Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) edisi Oktober 2025 yang dikelola oleh Ruanita Indonesia kembali menyuguhkan narasi reflektif dan penuh wawasan, kali ini bersama Anggi Eka Pratiwi, seorang peneliti muda Indonesia yang tengah menempuh studi PhD di bidang Computer Science and Engineering di India.

Anggi berbagi kisah dan gagasannya tentang perlunya perlindungan digital yang komprehensif, pentingnya literasi digital bagi masyarakat umum, dan urgensi keterlibatan perempuan dalam bidang teknologi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Mengenal Sosok Anggi Eka Pratiwi

Anggi adalah representasi nyata perempuan muda Indonesia yang berani melangkah ke wilayah dominasi teknologi. Berasal dari latar belakang teknik, ia sejak awal telah menyadari bahwa perempuan masih menjadi minoritas di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).

Saat menempuh pendidikan sarjana di Indonesia, dari total 30 mahasiswa di kelasnya, hanya tiga orang yang perempuan, salah satunya adalah dirinya sendiri.

Kini, di India, Anggi tidak hanya melanjutkan pendidikan ke jenjang tertinggi, tetapi juga mendalami topik riset yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari kita: competitive information diffusion atau penyebaran informasi kompetitif di media sosial.

Motivasi Penelitian: Mendeteksi dan Menelusuri Informasi Digital

Salah satu keprihatinan utama Anggi terhadap dunia digital saat ini adalah bagaimana hoaks atau informasi palsu menyebar dengan sangat cepat dan tak terdeteksi.

Banyak informasi yang viral di media sosial tidak memiliki sumber jelas, namun tetap beredar luas tanpa ada mekanisme penyaringan yang efektif.

Berangkat dari kegelisahan ini, Anggi memilih fokus penelitiannya untuk menciptakan model deteksi penyebaran informasi secara cepat dan akurat dengan data yang berasal dari media sosial.

Harapannya, model ini kelak bisa membantu masyarakat dan pemerintah dalam melacak asal-muasal berita palsu, serta menghambat laju penyebarannya sebelum menyebabkan kerusakan sosial lebih jauh.

Keamanan Digital: Studi Perbandingan Indonesia dan India

Melalui pengalamannya tinggal dan belajar di India, Anggi menyoroti bagaimana negara tersebut telah membangun sistem keamanan digital yang responsif dan terstruktur.

Di India, jika seseorang menjadi korban penipuan online atau kejahatan siber, masyarakat tahu persis harus menghubungi siapa dan ke mana melapor. Nomor darurat digital tersedia dan ditindaklanjuti secara cepat.

Berbeda dengan pengalamannya di Indonesia, ketika ia mencoba melapor atas insiden digital, respon yang diterima hanya berupa pencatatan tanpa kejelasan tindak lanjut.

Hal ini menimbulkan ketidakpastian dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perlindungan siber di tanah air.

Menurut Anggi, data saja tidak cukup. Harus ada tindakan nyata, respons cepat, dan edukasi publik agar masyarakat tahu hak serta langkah apa yang harus diambil saat berada dalam situasi darurat digital.

Literasi Digital: Bekal Wajib di Era Internet

Dalam wawancaranya, Anggi juga menegaskan pentingnya literasi digital sebagai modal dasar bagi masyarakat modern. Ia mengusulkan agar pemerintah mengadakan pelatihan dasar tentang bagaimana menggunakan internet secara aman dan bertanggung jawab.

Ada tiga poin penting yang Anggi bagikan kepada masyarakat terkait penggunaan internet dan media sosial:

  1. Gunakan media sosial sesuai tujuan yang positif. Jika ingin mencari berita, langsunglah ke situs berita resmi.
  2. Waspadai jejak digital. Apa pun yang dicari dan diakses akan direkam dan memengaruhi jenis konten yang muncul.
  3. Lindungi identitas digital. Gunakan fitur keamanan seperti private IP, adblocker, dan filter konten untuk menghindari paparan konten negatif dan melindungi privasi.

Ia juga mengingatkan bahwa internet bukan ruang netral, melainkan lingkungan yang penuh algoritma dan risiko jika tidak digunakan secara bijak.

Mendorong Perempuan di Dunia STEM

Anggi tidak hanya berbicara soal keamanan digital, tetapi juga membawa isu penting lain: ketimpangan gender di dunia teknologi.

Menurutnya, meskipun ada peningkatan partisipasi perempuan di bidang STEM, peran mereka masih sangat terbatas di tingkat pendidikan tinggi dan profesional.

Ia menyoroti praktik di India yang menetapkan kuota khusus untuk perempuan di program-program teknik dan sains, misalnya 30% dari total mahasiswa harus perempuan.

Kebijakan semacam ini, menurut Anggi, sangat efektif mendorong kesetaraan dan menciptakan ruang yang lebih inklusif bagi perempuan di bidang teknologi.

Indonesia, kata Anggi, perlu mempertimbangkan strategi serupa. Selain itu, dibutuhkan narasi positif dan dukungan struktural agar lebih banyak perempuan tertarik dan merasa aman masuk ke ranah ini, yang selama ini dianggap milik laki-laki.

Pesan untuk Indonesia dan Generasi Digital

Sebagai penutup, Anggi menyampaikan harapan besarnya untuk Indonesia. Ia ingin masyarakat memiliki kesadaran lebih tinggi akan pentingnya keamanan digital, dan agar pemerintah membangun sistem perlindungan yang tidak hanya formal, tapi fungsional dan cepat merespon.

Ia juga mengajak para pemuda, khususnya perempuan Indonesia, untuk tidak takut mengejar bidang-bidang teknologi.

Dunia digital bukan hanya tempat untuk bermain atau hiburan, tapi medan yang luas untuk berkontribusi, meneliti, dan menciptakan solusi bagi tantangan zaman.

Tentang Cerita Sahabat Spesial (CSS)

Program Cerita Sahabat Spesial yang dikelola oleh Ruanita Indonesia adalah program bulanan berbentuk video untuk membagikan cerita, pengalaman, dan wawasan mereka, melalui kanal YouTube Ruanita.

Program ini tidak hanya memperkaya perspektif, tetapi juga menjadi jembatan antara Indonesia dan dunia, melalui suara-suara nyata dari mereka yang belajar, bekerja, dan berjuang di luar batas geografi.

Cerita Anggy Eka Pratiwi adalah cermin bahwa masa depan digital Indonesia bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang manusia yang menggunakannya dengan bijak dan aman.

Simak selengkapnya program Cerita Sahabat Spesial (CSS) di kanal YouTube kami berikut dan pastikan SUBSCRIBE ya:

(SIARAN BERITA) KBRI Dhaka dan Ruanita Indonesia Sukses Gelar Diskusi Daring “Cerdas & Bijak Bersama Teknologi”

Dhaka, 15 Agustus 2025 – KBRI Dhaka bersama Ruanita Indonesia sukses menyelenggarakan diskusi daring bertema “Cerdas dan Bijak Bersama Teknologi” pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Acara ini diikuti oleh puluhan Warga Negara Indonesia (WNI) di Bangladesh dengan tujuan meningkatkan literasi digital dan kesadaran terhadap maraknya hoaks serta penipuan berbasis teknologi.

Acara dibuka oleh Perwakilan KBRI Dhaka, Sahid Nurkarim, yang menekankan pentingnya membekali diri dengan keterampilan digital di era teknologi yang berkembang pesat. Diskusi dipandu oleh Elia Qudo, relawan Ruanita Indonesia di Bangladesh.

Follow us

Dua narasumber utama hadir berbagi wawasan. Anggy Eka Pratiwi, relawan Ruanita Indonesia dan mahasiswi PhD di Indian Institute of Technology Jodhpur, India, membahas cara mengenali hoaks serta modus penipuan yang melibatkan teknologi Artificial Intelligence (AI). 

Sementara itu, Octanty Mulianingtyas, dosen di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) Indonesia, memberikan tips praktis agar WNI dapat menggunakan teknologi secara aman dan bijak dalam kehidupan sehari-hari.

“Diskusi ini bukan hanya memperluas wawasan, tetapi juga menguatkan solidaritas komunitas WNI di Bangladesh agar mampu melawan hoaks dan menciptakan lingkungan digital yang sehat,” ungkap Sahid Nurkarim, perwakilan KBRI Dhaka.

Informasi lebih lanjut: Elia Qudo, Relawan Ruanita Indonesia di Dhaka (info@ruanita.com)

Rekaman acara diskusi dapat dilihat di kanal YouTube kami berikut dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung keberlanjutan kami.