(CERITA SAHABAT SPESIAL) Promosi Indonesia di Luar Indonesia dan Tantangannya

Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, RUANITA mengundang Eka Moncarre yang tinggal hampir 30 tahun di Prancis dan telah lama bergiat di bisnis promosi pariwisata Indonesia di luar Indonesia.

Setelah menyelesaikan studi di Sekolah Menengah Industri Pariwisata (SMIP) di Indonesia, Eka kemudian melanjutkan kuliahnya di Prancis untuk menekuni bidang pariwisata, terutama memperkenalkan Indonesia di Eropa. Eka bahkan pernah ditunjuk sebagai VITO (=Visit Indonesia Tourism Officer) sebagai agen perwakilan promosi Indonesia di mancanegara.

Pengalaman Eka dalam dunia pariwisata dan budaya sudah tidak diragukan lagi. Eka bercerita kalau dia pernah dipercaya untuk mendampingi perhelatan COP tahun 2021 di Paris.

Keinginannya semakin kuat untuk mempromosikan Indonesia di Eropa, setelah dia berhasil membuat business plan untuk merintis House of Indonesia atau yang dikenal La Maison De L’Indonesie di Paris.

Eka adalah Fouder dan CEO untuk rumah budaya di Paris yang banyak mempromosikan Indonesia lewat industri kopi, kuliner, produk-produk kerajinan orang Indonesia, ekspo budaya, hingga pariwisata.

Follow us ruanita.indonesia

Dalam video berdurasi 5 menit, Eka bercerita bagaimana awal mulanya dia ingin memperkenalkan kopi asal Indonesia yang tidak dikenal kafe-kafe di Eropa padahal Indonesia adalah produsen kopi terbesar di dunia.

Eka menyadari bahwa merintis promosi Indonesia pun tidak mudah. Salah satunya, Eka berpendapat penting untuk melihat poin of view orang-orang bukan Indonesia tentang Indonesia sendiri.

Selain itu, Eka berpendapat pentingnya promosi sebagai investasi, bukan lagi memandang promosi sebagai membayar atau tidak membayar. Eka menyadari berbisnis pariwisata dan budaya bukan hal yang mudah.

Apa saja tantangan Eka dalam merintis usahanya di Paris, Prancis? Bagaimana sebaiknya peran pemerintah Indonesia dalam mempromosikan Indonesia di luar Indonesia? Apa saja kunci keberhasilan Eka dalam mengelola usaha yang dirintisnya? Apa harapan Eka agar promosi pariwisata dan budaya Indonesia tidak “jalan di tempat”?

Simak selengkapnya di kanal YouTube kami berikut ini:

LIKE dan SUBSCRIBE kanal YouTube kami ya!

(KARTINI VIRTUAL 2022) Prancis: Eka Moncarre

Dalam rangka menindaklanjuti webinar kewirausahaan perempuan di Eropa yang berhasil di gelar 6 Februari 2022 lalu, Tim Ruanita berhasil mengumpulkan representasi profil perempuan berwirausaha di Eropa dan sekitarnya untuk merayakan Hari Kartini 2022 secara virtual. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi dan inspirasi tentang keragaman domisili dan jenis usaha untuk diketahui bersama. Tim Ruanita memposting representasi profil perempuan berwirausaha selama 2 pekan, 18 – 30 April 2022 di semua saluran media sosial.

Nama: Eka MONCARRE 

Nama akun media sosial (Facebook + Instagram + YouTube) 

FB : @House of Indonesia Paris / La Maison De L’Indonesie

IG : lamaisondelindonesieparis

Youtube : La Maison De L’Indonesie

Linkedin : https://www.linkedin.com/in/ekamoncarre/

Nama usaha: La Maison De L’Indonesie

Domisili negara: Prancis

Lama berwirausaha: 27 tahun 

Bagaimana sosok “Kartini” yang diingat sewaktu masih di Indonesia? Jelaskan!

Buat saya Kartini adalah pelopor emansipasi wanita Indonesia, yang membuka jalan untuk masa depan wanita Indonesia terutama di dunia pendidikan. Beliau juga pengarang buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Menurut teman-teman, bagaimana seharusnya sosok “Kartini” masa kini? 

wanita-wanita yang mempunyai kemampuan dan karir yang sama dengan pria. Mempunyai hak dan kewajiban yang sama dan wanita bukan menjadi follower suami, tapi menjadi inovator. 


Apa pesan untuk perempuan-perempuan Indonesia yang ingin merintis usaha di luar Indonesia?

Bekerja dan berikan yang terbaik di semua bidang yang anda lakukan. Jangan takut dan bergantung dengan pasangan anda, tetapi siap untuk belajar mandiri dan mampu melakukan segala sesuatu sendiri. Jangan takut untuk berkarya dan berusaha tapi semua harus dilakukan secara legal dan jelas! Jangan pusingkan apa yang orang2 bilang, tetapi fokus ke objektif yang Anda mau!