(CERITA SAHABAT) Menjalani Kehidupan Damai di Tanah Eropa

Hidup bersama dalam damai bagi saya adalah sebuah pencapaian. Itu adalah keadaan di mana kita merasa tenang karena semua kebutuhan dasar, seperti tempat tinggal, telah terpenuhi. Saya bersyukur memiliki rumah yang bebas dari beban utang bank, yang memberi saya kedamaian batin dan rasa aman hingga masa tua. Kedamaian ini bukan hanya soal materi, tetapi juga perasaan bahwa saya dan keluarga memiliki fondasi kuat untuk menjalani hidup.

Ketika berbicara tentang Hungaria, negara tempat saya tinggal saat ini, khususnya di ibu kota Budapest, saya melihat toleransi sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakatnya. Orang-orang Hungaria, umumnya, ramah dan suka membantu, terutama ketika saya membutuhkan informasi atau bantuan kecil lainnya. Meski demikian, saya belum pernah secara langsung menyaksikan konflik yang diselesaikan dengan pendekatan damai. Namun, harmoni yang saya rasakan di sini memberikan pelajaran berharga.

Hungaria juga mengajarkan saya tentang keberagaman. Sebagai orang Indonesia, saya melihat masyarakat di sini sangat menghargai kebebasan berekspresi selama tidak merugikan orang lain. Komunitas Indonesia di Budapest pun dapat menjalankan berbagai kegiatan, seperti pertemuan arisan atau jalan-jalan bersama, tanpa hambatan. Tradisi Hungaria yang menjunjung tenggang rasa ini menjadi landasan penting dalam menciptakan kehidupan yang damai.

Salah satu hal menarik di Hungaria adalah peran seni dan budaya dalam membangun harmoni. Festival musik dan pameran budaya yang rutin digelar setiap tahun menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan keberagaman karakter dan visi mereka. Inisiatif ini, menurut saya, adalah cara yang indah untuk menguatkan kesadaran akan pentingnya hidup bersama dalam damai.

Follow us

Namun, tantangan tetap ada. Belajar untuk benar-benar menerima perbedaan adalah pekerjaan yang tidak mudah, baik di Hungaria maupun di tempat lain. Meski demikian, upaya pemerintah dan organisasi lokal untuk mempromosikan dialog lintas budaya menjadi langkah positif yang layak diapresiasi. Sebagai diaspora Indonesia, saya percaya bahwa berpartisipasi dalam program-program lokal, berinteraksi dengan masyarakat, dan menghargai budaya setempat adalah kontribusi kecil yang dapat berdampak besar.

Pengalaman saya di Hungaria memberikan pelajaran penting yang dapat diterapkan di Indonesia: merangkul keberagaman untuk membangun harmoni sosial. Sebagai bangsa yang plural, kita memiliki potensi besar untuk memperkuat persatuan melalui penghargaan terhadap perbedaan. Pluralisme ini harus dipelihara sebagai aset, di mana kita yang berbeda latar belakang bisa berjalan bersama menuju tujuan yang sama.

Harapan saya untuk masa depan sederhana saja. Saya ingin melihat dunia, termasuk Hungaria dan Indonesia, terus hidup dalam kondisi damai sejahtera. Saya berharap kita semua dapat menjadi teladan dalam mempraktikkan nilai-nilai hidup bersama dalam damai, saling menginspirasi, dan saling menguatkan.

Kepada sahabat Ruanita, pesan saya adalah hidup apa adanya. Nikmati apa yang telah kita miliki, tetap bersyukur, dan bantu orang lain sesuai kemampuan kita. Dengan cara ini, saya percaya, hidup bersama dalam damai bukan hanya sebuah cita-cita, tetapi sebuah kenyataan yang dapat kita wujudkan bersama.

Penulis: Hayati Surjono, tinggal di Budapest dan dapat dikontak via akun Instagram szulcsan.hayati

(KARTINI VIRTUAL 2022) Hungaria: Hayati Surjono

Dalam rangka menindaklanjuti webinar kewirausahaan perempuan di Eropa yang berhasil di gelar 6 Februari 2022 lalu, Tim Ruanita berhasil mengumpulkan representasi profil perempuan berwirausaha di Eropa dan sekitarnya untuk merayakan Hari Kartini 2022 secara virtual. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi dan inspirasi tentang keragaman domisili dan jenis usaha untuk diketahui bersama. Tim Ruanita memposting representasi profil perempuan berwirausaha selama 2 pekan, 18 – 30 April 2022 di semua saluran media sosial.

Nama: Hayati Surjono

Nama akun media sosial (Facebook + Instagram + YouTube) 

    Surjono Hayati (Facebook)

    Szulcsan Hayati (Instagram)

    Duna Szécsi Apartman Budapest

Nama usaha: Duna Szécsi Apartman Budapest

Domisili negara: Hungaria

Lama berwirausaha: 6 tahun

Bagaimana sosok “Kartini” yang diingat sewaktu masih di Indonesia? Jelaskan!

Sosok Kartini ketika saya kecil dan remaja adalah wanita yang berpikiran maju yang bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan pendidikan membaca, sehingga membantu para wanita tersebut bisa bebas dari buta huruf dan membantu kesejahteraan keluarganya.

Menurut teman-teman, bagaimana seharusnya sosok “Kartini” masa kini? 

Sosok Kartini masa kini menurutku adalah bahwa setiap perempuan  harus memiliki pendidikan yang baik. Bagi yang sudah menikah, selain menjadi ibu rumah tangga, kita bisa juga berdikari untuk membantu keuangan keluarga karena semakin sejahtera secara keuangan maka semakin terpenuhinya kebutuhan sandang dan pangannya. Selain itu juga diharapkan bisa memberikan kegiatan yang berkontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya. 

Apa pesan untuk perempuan-perempuan Indonesia yang ingin merintis usaha di luar Indonesia?

Pesan saya, mulailah merintis usaha dari yang terkecil dahulu, bidang yang disukai, pelajari bahasa setempat, pelajari peraturan pemerintah bidang pekerjaan yang mau digeluti. Bentuk networking antar teman-teman sekitarnya terlebih dahulu, mudah berkomunikasi, pelajari applikasi atau program komputer sebagai faktor pendukung teknis, niscaya suatu saat nanti usahanya akan berbuah manis. Selamat Hari Kartini, Salam diaspora Indonesia dari Hungary