(SIARAN BERITA) Diskusi Daring: Peran Perempuan, Peluang, dan Tantangan di Era Digital

JAKARTA, 26 April 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Ruanita Indonesia bekerja sama dengan PW Muslimat NU DIY menyelenggarakan diskusi daring bertajuk “Kartini dalam Dunia Digital”.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai peluang dan tantangan yang dihadapi dalam dunia digital serta memberikan edukasi tentang literasi berinternet yang aman dan efektif.

Diskusi berlangsung secara daring melalui platform Zoom, yang dihadiri oleh perempuan Indonesia dari berbagai negara dan profesi, yang tertarik dengan isu kesetaraan gender dalam teknologi digital.

Dalam pengantar diskusi sekaligus membuka acara, Hj. Fatma Amalia selaku Ketua PW Muslimat NU DIY menekankan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk berkembang dalam dunia digital.

Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti kesenjangan akses teknologi, rendahnya literasi digital, serta ancaman keamanan siber, termasuk kekerasan berbasis gender online.

Follow us

Acara ini menghadirkan dua perempuan Indonesia sebagai pemateri yang berbagi pengetahuan dan keilmuan dunia digital.

Pemateri pertama adalah Zakiyatul Mufidah Ahmad, seorang PhD student di University of Birmingham dan dosen di Universitas Trunojoyo Indonesia.

Zakiya memaparkan hasil risetnya mengenai bagaimana perempuan memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai sektor. Berdasarkan temuannya, perempuan semakin aktif dalam bidang wirausaha digital, pendidikan, dan advokasi sosial.

Namun, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi, seperti bias gender dalam industri teknologi serta minimnya akses terhadap sumber daya digital bagi perempuan di daerah terpencil.

Pemateri kedua adalah Rizqi Mutqiyyah, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya, alumni International Institute of Information Technology Bangalore, India jurusan MSc Digital Society dengan Beasiswa Kominfo.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya literasi digital bagi perempuan agar dapat memanfaatkan internet secara aman dan efektif.

Rizqi juga menjelaskan strategi dalam mengelola informasi dan identitas digital guna menghindari ancaman siber, seperti pencurian data dan kekerasan berbasis gender online.

Diskusi ini semakin menarik dengan kehadiran penanggap yang berasal dari komunitas perempuan Indonesia di Dubai, Uni Emirat Arab.

Utari Giri sebagai penanggap berpendapat mengenai pentingnya kebijakan perlindungan perempuan di dunia digital serta upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi kekerasan berbasis gender di internet.

Setelah sesi pemaparan materi, diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimoderasi oleh Izidiza Febrine, relawan Ruanita di Jerman.

Banyak peserta yang mengungkapkan pengalaman serta pandangan mereka mengenai isu perempuan dan teknologi. Beberapa peserta juga berbagi strategi yang telah mereka terapkan dalam memanfaatkan dunia digital untuk pemberdayaan perempuan.

Di akhir acara, Zakiyatul Mufidah sebagai koordinator penyelenggara menegaskan bahwa diskusi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya peran mereka dalam dunia digital.

Sebagai tambahan informasi, acara ini juga dihadiri oleh perempuan Indonesia yang tergabung dalam DWP KBRI Dhaka, para perempuan di Nepal, serta PW Muslimat NU di Taiwan dan Jepang, yang berpartisipasi menanyakan permasalahan dunia digital yang sedang meningkat partisipasinya.

Dengan semakin berkembangnya teknologi, perempuan harus mampu beradaptasi dan memanfaatkannya secara maksimal demi kemajuan diri sendiri dan masyarakat.

Sebagai penutup, seluruh peserta diajak untuk terus berjejaring dan berkolaborasi dalam memperjuangkan hak perempuan di dunia digital.

Melalui akses dan pemanfaatan teknologi yang lebih baik, perempuan dapat terus berkontribusi dalam berbagai bidang serta memperkuat peran mereka dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Rekaman acara tersebut dapat disimak di kanal YouTube kami berikut dan pastikan SUBSCRIBE kanal YouTube kami untuk mendukung kami:

(RUMPITA) Menembus Batas: Perjalanan Karir Menjadi Perancang Perhiasan Internasional

Di episode ke-13 kali ini, Podcast Rumpita yang dipandu oleh Nadia dan Fadni kedatangan narasumber seorang perancang perhiasan Indonesia yang sedang bermukim di Italia, Amelia Rachim.

Amelia Rachim memutuskan menjadi seorang perancang perhiasan ketika dirinya bekerja praktek di Bali setelah lulus dari jurusan Desain Produk FSRD ITB, dan pada tahun 2008 ia mendapat beasiswa Master di bidang Jewellery Engineering di Politecnico di Torino Italia.

Pada tahun 2011 ia mendapatkan penghargaan sebagai pemenang termuda kompetisi perhiasan yang diadakan oleh Breil, sebuah merk Italia terkemuka untuk jam dan perhiasan. Tidak hanya menang beberapa kompetisi Internasional. Perhiasan rancangan Amelia juga dipakai oleh artis ternama internasional seperti Anggun C. Sasmi dan juga Kristin Chenoweth.

Menjalani kuliah master di Italia, Amelia mengalami tantangan terbesar ketika dirinya juga harus mempelajari sifat dan daya lebur logam dari sisi kimia dan fisika, dan tidak semata-mata hanya dari sudut pandang seninya saja.

Amelia juga menjelaskan tentang karakteristik emas sebagai logam dan tingkat karatnya, dimana semakin tinggi tingkat karat emas maka kemungkinan emas mudah bengkok akan tinggi.

Ketika berbicara tentang desain, desain perhiasan Amelia sendiri terinspirasi oleh filosofi Indonesia dan itu menjadi ciri khas Amelia yang telah dikenal oleh para kliennya.

Follow us: ruanita.indonesia

Ia menambahkan bahwa market internasional sangat menyukai cerita atau makna filosofis dibalik sebuah perhiasan, oleh karena itu yang akan membuat desainer semakin dihargai dan desainnya dihargai lebih tinggi.

Dalam podcast ini Amelia berbagi tips untuk meraih kesuksesan sebagai perancang perhiasan. Menurutnya untuk menjadi seorang perancang perhiasan sangat dibutuhkan persistensi, kesabaran yang tinggi, dan selalu mengasah jiwa kreatif dengan bersekolah di sekolah seni. Rajin mengikuti lomba juga akan menambah wawasan tentang trend masa kini yang ditunjukkan oleh para peserta desain lainnya.

Tidak hanya kesuksesan, Amelia juga berbagi tentang jatuh bangunnya sebagai seorang perancang perhiasan Indonesia yang bermukim di Italia.

Jika Sahabat Rumpita ingin mengetahui ceritanya lebih lanjut dan topik seru lainnya dengan Amelia, silahkan putar podcast episode kali ini.

(KARTINI VIRTUAL 2022) Hungaria: Hayati Surjono

Dalam rangka menindaklanjuti webinar kewirausahaan perempuan di Eropa yang berhasil di gelar 6 Februari 2022 lalu, Tim Ruanita berhasil mengumpulkan representasi profil perempuan berwirausaha di Eropa dan sekitarnya untuk merayakan Hari Kartini 2022 secara virtual. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi dan inspirasi tentang keragaman domisili dan jenis usaha untuk diketahui bersama. Tim Ruanita memposting representasi profil perempuan berwirausaha selama 2 pekan, 18 – 30 April 2022 di semua saluran media sosial.

Nama: Hayati Surjono

Nama akun media sosial (Facebook + Instagram + YouTube) 

    Surjono Hayati (Facebook)

    Szulcsan Hayati (Instagram)

    Duna Szécsi Apartman Budapest

Nama usaha: Duna Szécsi Apartman Budapest

Domisili negara: Hungaria

Lama berwirausaha: 6 tahun

Bagaimana sosok “Kartini” yang diingat sewaktu masih di Indonesia? Jelaskan!

Sosok Kartini ketika saya kecil dan remaja adalah wanita yang berpikiran maju yang bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan pendidikan membaca, sehingga membantu para wanita tersebut bisa bebas dari buta huruf dan membantu kesejahteraan keluarganya.

Menurut teman-teman, bagaimana seharusnya sosok “Kartini” masa kini? 

Sosok Kartini masa kini menurutku adalah bahwa setiap perempuan  harus memiliki pendidikan yang baik. Bagi yang sudah menikah, selain menjadi ibu rumah tangga, kita bisa juga berdikari untuk membantu keuangan keluarga karena semakin sejahtera secara keuangan maka semakin terpenuhinya kebutuhan sandang dan pangannya. Selain itu juga diharapkan bisa memberikan kegiatan yang berkontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya. 

Apa pesan untuk perempuan-perempuan Indonesia yang ingin merintis usaha di luar Indonesia?

Pesan saya, mulailah merintis usaha dari yang terkecil dahulu, bidang yang disukai, pelajari bahasa setempat, pelajari peraturan pemerintah bidang pekerjaan yang mau digeluti. Bentuk networking antar teman-teman sekitarnya terlebih dahulu, mudah berkomunikasi, pelajari applikasi atau program komputer sebagai faktor pendukung teknis, niscaya suatu saat nanti usahanya akan berbuah manis. Selamat Hari Kartini, Salam diaspora Indonesia dari Hungary

(KARTINI VIRTUAL 2022) Swiss: Fitri H andayani Wehrli

Dalam rangka menindaklanjuti webinar kewirausahaan perempuan di Eropa yang berhasil di gelar 6 Februari 2022 lalu, Tim Ruanita berhasil mengumpulkan representasi profil perempuan berwirausaha di Eropa dan sekitarnya untuk merayakan Hari Kartini 2022 secara virtual. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi dan inspirasi tentang keragaman domisili dan jenis usaha untuk diketahui bersama. Tim Ruanita memposting representasi profil perempuan berwirausaha selama 2 pekan, 18 – 30 April 2022 di semua saluran media sosial.

Nama Fitri Handayani Wehrli 

Nama akun media sosial (Facebook + Instagram + YouTube) 

Instagram:fitri_rolfwehrli

Nama usaha: Toko Nusantara mamaflo ch

Domisili negara: Swiss

Lama berwirausaha: 2 tahun

Bagaimana sosok “Kartini” yang diingat sewaktu masih di Indonesia? Jelaskan!

Sosoknya adalah pejuang wanita yang cerdas dan lantang/berani pada masa. Berjuang dengan gigih dengan pendirian yang kuat dengan prinsipnya untuk mencerdaskan dan juga kesetaraan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang sama.

Menurut teman-teman, bagaimana seharusnya sosok “Kartini” masa kini?

Kartini masa sekarang adalah seorang yang berjuang dimanapun ia berada, tanpa mengenal rasa lelah, menyerah, penuh semangat, gigih dan terus mencoba untuk menggapai cita-cita. Tidak memperdulikan dari mana ia berasal, ras, agama, suku, maupun fisik yang kurang sempurna. Dia juga memiliki semangat yang berapi-api untuk memperjuangkan kesetaraan dan pendidikan serta karir.

Apa pesan untuk perempuan-perempuan Indonesia yang ingin merintis usaha di luar Indonesia?

Berdamailah dengan diri kita sendiri terkadang hambatan terbesar kita untuk maju adalah kita sendiri. Semangat dan jangan pantang menyerah dimanapun kita berada. Berusahalah terus,  semangat selalu, berbagi dengan orang membutuhkan dan yakinlah Tuhan yang akan mengatur rezeki setiap umatnya dimanapun kita berada.

(KARTINI VIRTUAL 2022) Belanda: Iis Bierbooms

Dalam rangka menindaklanjuti webinar kewirausahaan perempuan di Eropa yang berhasil di gelar 6 Februari 2022 lalu, Tim Ruanita berhasil mengumpulkan representasi profil perempuan berwirausaha di Eropa dan sekitarnya untuk merayakan Hari Kartini 2022 secara virtual. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi dan inspirasi tentang keragaman domisili dan jenis usaha untuk diketahui bersama. Tim Ruanita memposting representasi profil perempuan berwirausaha selama 2 pekan, 18 – 30 April 2022 di semua saluran media sosial.

Nama Pemilik: Iis Bierbooms

Nama akun media sosial (Facebook + Instagram + YouTube) 

Facebook: Pivo Dirvos

Youtube: Pivo Dirvos Holland

Nama usaha Raden Ayis (Akupuntur)

Domisili negara Belanda

Lama berwirausaha Lebih dari 10 tahun

Bagaimana sosok “Kartini” yang diingat sewaktu masih di Indonesia? Jelaskan!

Saya masih teringat kalimat “Habis Manis Terbitlah Terang” dan bahwa segala sesuatu yang kita inginkan harus dengan pembelajaran, teori dan praktik sehingga kita, sebagai perempuan, bisa menjalani kehidupan dalam situasi apapun.

Menurut teman-teman, bagaimana seharusnya sosok “Kartini” masa kini? 

Menurut saya, sosok “Kartini” sekarang lebih banyak pada kesempatan untuk berkarya, mencurahkan ide dan pikiran.

Apa pesan untuk perempuan-perempuan Indonesia yang ingin merintis usaha di luar Indonesia?

Saya berpesan bahwa jangan ada kata gengsi dan malu untuk memulai usaha, manfaatkan peluang usaha melalui media sosial, jalin networking dengan orang-orang yang memang sesuai dengan bidang usaha yang kita jalani. Cari informasi sebanyak mungkin!