Tak banyak orang yang memahami dengan baik, bagaimana resiliensi yang dihadapi oleh ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
Perjuangan dan tantangan ini yang kemudian ingin dibagikan oleh Vinna Nidia, yang saat diwawancarai sedang tinggal di Belanda, sejak tahun 2013.
Vinna, begitu disapa, telah menikah dengan pria berkewarganegaraan asing dan kini telah memiliki empat orang. Salah satu anak Vinna adalah anak dengan Pitt Hopkins Syndrom.
Vinna mengakui bahwa dia tidak mendapati berbagai gejala yang berbeda dari kehamilannya pada anak dengan Pitt Hopkins Syndrom.
Justru Vinna mendapatinya ketika anaknya lahir dan mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembang anak.
Tak banyak orang mengenal dengan baik, apa itu Pitt Hopkins Syndrom, apalagi kasus ini sangat jarang di dunia. Vinna mengakui di Indonesia pun baru bisa dihitung dengan jari.
Sehari-hari, Vinna di Belanda pun memiliki kesibukan lainnya seperti mengelola usaha rumahan dan komunitas Pitt Hopkins khusus Indonesia.
Vinna terdorong untuk membagikan pengetahuan dan pengalamannya tentang Pitt Hopkins kepada banyak orang Indonesia, terutama karena kasusnya sangat langka di Indonesia.
Menurut Vinna, sudah banyak negara yang membentuk kelompok dukungan sosial untuk orang tua yang memiliki anak dengan Pitt Hopkins.
Oleh karena itu, Vinna pun menceritakan bagaimana kegigihannya untuk melawan stigma sosial yang biasanya melekat pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus seperti dirinya.
Apa itu Pitt Hopkins Syndrom? Bagaimana awal mula diagnosa itu muncul pada anak Vinna? Apa saja perjuangan dan tantangan yang dihadapi Vinna dalam membesarkan anak berkebutuhan khusus? Apa pesan Vinna untuk orang tua yang memiliki anak dengan berkebutuhan khusus?
Simak selengkapnya program Cerita Sahabat Spesial dari Belanda berikut ini dan pastikan SUBSCRIBE kanal YouTube kami, agar kami dapat berbagi lebih banyak lagi:
Halo, sahabat Ruanita! Perkenalkan, aku biasa dipanggil Amy dan kini menetap di United Kingdom (UK) sejak menikah dengan pria berkewarganegaraan asing. Aku juga seorang ibu dari tiga orang anak, yang mana anak pertama kini berusia 13 tahun, anak kedua sekarang berusia 11 tahun, dan anak ketiga berusia 1,5 tahun.
Anakku kedua ini yang mengubah hidupku sepenuhnya, karena dia begitu istimewa yang membuat hidupku berubah. Aku merasa istimewa sebagai seorang ibu, karena diberi amanah besar untuk merawat anakku, yang terlahir dengan Pitt Hopkins Syndrome. Justru, aku menyadari ini setelah aku pergi Umroh ke Mekkah dan bertemu dengan seorang perempuan bijaksana di sana.
Perjalanan panjang diagnosa anakku kedua dengan Pitt Hopkins Syndrome, dimulai dari pengalamanku mengandungnya sejak kami masih di Dubai. Di Dubai, kami tidak punya keluarga, sementara keluarga besar suami tinggal di Inggris.
Suami memutuskan untuk tinggal di Inggris, karena kami hanya bertiga saat itu: aku, anakku, dan suamiku – di Dubai. Aku merasa kehamilan anakku yang kedua baik-baik saja, seperti kehamilanku sebelumnya. Hanya saja, medical record yang kupegang selama di Dubai tidak begitu detil dan komplit, sebagaimana yang diminta pihak petugas kesehatan di Inggris.
Pada umur kehamilan yang ketujuh bulan, aku pindah ke Inggris. Ketika dokter kandungan di Inggris memeriksa janinku, terlihat bahwa semua baik-baik saja. Berbagai tes kehamilan dimulai lagi dari awal, karena tak cukup informasi yang kubawa dari Dubai. Pada usia kandunganku saat itu sudah memasuki minggu ke-38, yang mana dokter memperhatikan bahwa pergerakan janin begitu lambat.
Aku pun harus mengalami induksi. Akhirnya, anakku kedua lahir dengan selamat. Anakku melewati serangkaian tes untuk memastikan kondisinya, tetapi respon yang diberikan anakku ini begitu berbeda. Dia begitu lamban merespon, yang kemudian membuat hatiku merasakan bahwa anakku yang kedua, sepertinya berbeda dari anakku yang pertama.
Proses hingga mendapatkan diagnosis Pitt Hopkins Syndrome itu begitu panjang dan tidaklah mudah. Pada usia beberapa bulan, dia tidak menunjukkan perkembangan seperti bayi-bayi lainnya. Dia terlambat tengkurap, merangkak, dan sulit melakukan kontak mata dalam waktu yang lama. Awalnya, aku mencoba meyakinkan diriku bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatannya sendiri.
Namun, hati kecilku berkata lain. Anakku yang kedua ini pernah sempat dikatakan, punya masalah dengan liver, karena dia tampak begitu kuning. Dia didiagnosa hyperbilirubinia. Hyperbilirubinemia adalah kondisi di mana kadar bilirubin dalam darah meningkat di atas batas normal. Bilirubin adalah zat kuning yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah dan biasanya diproses oleh hati, sebelum dikeluarkan melalui empedu ke dalam tinja. Anakku ini sampai dibawa ke rumah sakit khusus liver, nyatanya semua baik-baik saja.
Ahli juga sempat menyebut anakku memiliki mitokondrial disorder. Mitokondrial disorder pada bayi baru lahir adalah kelainan yang terjadi akibat disfungsi mitokondria, yaitu bagian sel yang bertanggung jawab menghasilkan energi. Karena hampir semua sel tubuh membutuhkan energi, gangguan pada mitokondria dapat memengaruhi berbagai organ, terutama otak, otot, jantung, dan hati. Setelah dicek berkali-kali, anakku tidak memiliki kelainan tersebut, meskipun tumbuh kembang anakku begitu lambat.
Pada usia sekitar tujuh bulan, anakku mulai mengalami batuk yang sangat parah. Kondisi ini menurut ahli, anakku didiagnosa Unsafe Swallow. Unsafe Swalow pada bayi baru lahir adalah kondisi di mana bayi mengalami kesulitan atau ketidakamanan saat menelan makanan atau cairan. Ini bisa terjadi karena berbagai alasan, termasuk gangguan neurologis, kelemahan otot, atau kelainan anatomi.
Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan aspirasi, yaitu masuknya cairan atau makanan ke saluran pernapasan, yang bisa berujung pada infeksi paru-paru (pneumonia aspirasi). Karena batuknya yang sangat parah, suatu kali, pernah aku merasa putus asa melihat kondisi anakku yang sudah koma, dengan oksigennya yang drop, dan bibirnya tampak biru. Feeling-ku sempat mengatakan: “Anakku meninggal. He is gone. He is gone. Alhamdulilah, anakku survive dan dia bisa bertahan.”
Tak hanya itu, anakku yang kedua ini juga sempat didiagnosa oleh ahli memiliki visual sight impairment. Pada bayi baru lahir, visual sight impairment adalah kondisi di mana bayi mengalami gangguan penglihatan sejak lahir atau dalam beberapa bulan pertama kehidupannya. Ini bisa terjadi akibat kelainan pada mata, saraf optik, atau otak yang mengolah informasi visual. Diagnosa ini disebabkan anakku ini tidak bisa mengikuti objek yang dililhatnya, mungkin dia mengalami gangguan penglihatan.
Sudah tidak terhitung lagi, berapa kali anakku harus bolak-balik rumah dan rumah sakit, hingga rumah sakit seperti rumah keduanya, padahal usianya saat itu masih belum dua tahun. Mondar-mandir ke rumah sakit dengan diagnosa yang bermacam-macam dan tidak tepat kerap membuatku semakin sulit, apalagi suamiku saat itu masih bekerja di Dubai. Beruntunglah, aku mendapatkan dukungan dari keluarga besar pihak suamiku di Inggris untuk membantu merawat anakku yang pertama dan membesarkan hatiku.
Situasi begitu rumit dengan diagnosa anakku yang kedua. Pada saat dia berusia 6 bulan, anakku dirujuk ke berbagai macam spesialis, seperti: speech delay language, dan physiotherapy. Tak berhenti di situ saja, anakku juga dirujuk ke rumah sakit perawatan khusus anak-anak buat genetic, neurology and ophthalmology.
Pada saat usianya memasuki 1,5 tahun, anakku didiagnosa Pitt Hopkins Syndrome. Suamiku yang masih berada di Dubai, akhirnya memutuskan ikut pindah ke Inggris, pada saat anakku memasuki usia 2 tahun. Aku bahkan tidak tahu apa itu Pitt Hopkins Syndrome.
Dokter menjelaskan bahwa ini adalah kelainan genetik yang sangat langka, yang memengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak. Anak-anak dengan kondisi ini sering mengalami kesulitan berbicara, berjalan, serta memiliki gangguan pernapasan dan intelektual.
Aku sempat tidak percaya, bahwa dia mengalami kelainan genetik. Bagaimana mungkin itu terjadi padaku? It was so hard! Aku sempat berpikir negatif tentang masa depan anakku kelak. Lima tahun pertama, aku tidak bisa menerima kondisi anakku. Aku sempat bertanya kepada Allah: “Why you chose me?”.
Dalam perjalanan ini, aku juga menemukan komunitas yang luar biasa. Ibu-ibu lain yang memiliki anak dengan kondisi yang sama menjadi tempatku berbagi. Aku belajar dari pengalaman mereka, mendapatkan dukungan emosional, dan merasa bahwa aku tidak sendirian. Suatu kali, aku belajar dari seorang ibu dalam kelompok dukungan sosial, di mana dia memiliki tiga orang anak dan semua anaknya adalah anak-anak berkebutuhan khusus.
Bersyukurlah aku mendapatkan dukungan sosial dari kelompok orang tua yang memiliki situasi serupa di Inggris ini. Kami berbagi dukungan satu sama lain, yang saling menguatkan buat saya. Itu sangat membantu saya. Pemerintah di sini juga memberikan banyak fasilitas dan dukungan bagi para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus, seperti anakku kedua. Semua fasilitas dan sarana pendukung, seperti terapi dan dukungan sosial pada orang tua pun disiapkan di sini.
Aku ingin anakku melihat dunia, meskipun aku tahu dia mungkin tidak memahami sepenuhnya. Kami kerap berpergian, termasuk ke Indonesia. Namun, dalam perjalanan itu, aku menyadari bahwa dunia ini tidak selalu ramah terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus. Aku sering mendapatkan tatapan aneh, bahkan komentar kasar dari orang-orang yang tidak memahami kondisi anakku. Aku belajar untuk tidak peduli dengan pandangan orang lain. Yang terpenting adalah anakku mendapatkan cinta dan dukungan yang dia butuhkan.
Ada hari-hari di mana aku merasa sangat lelah. Menemani anakku menjalani berbagai terapi, mengajarkan keterampilan sederhana yang bagi anak lain mungkin begitu mudah, adalah tantangan besarku. Namun, aku juga menyadari bahwa keberadaanku sebagai ibunya adalah sumber kekuatan terbesarnya.
Di tengah semua tantangan, aku menyadari satu hal: resiliensi adalah kunci. Sebagai seorang ibu, aku harus terus maju, tidak peduli seberapa sulit jalannya. Aku mungkin jauh dari tanah air, tetapi hatiku tetap kuat. Anakku adalah cahaya kecilku, dan aku akan melakukan apa pun untuk memastikan dia mendapatkan kehidupan terbaik.
Penulis: Amy, seorang ibu yang punya anak dengan Pitt Hopkins Syndrome di Inggris dan dapat dikontak via Instagram hamza_pitthopkins_syndrome.
Menindaklanjuti program “Kartini Masa Kini dalam Kewirausahaan” yang pernah dilaksanakan pada 2022 lalu, kami menggelarnya juga di tahun 2024 ini dengan menampilkan profil usaha dari teman-teman perempuan yang ada di luar Indonesia. Mereka tinggal di Jerman, Taiwan, Australia, Turki, Swiss, Belanda, Prancis, Polandia, Amerika Serikat, Norwegia, Korea Selatan, dan Serbia.
Tujuan dari program ini:
1. Menampilkan keragaman usaha yang dikelola oleh perempuan Indonesia sehingga menjadi inspirasi bagi siapa saja.
2. Menjadi “bank data” tentang keragaman usaha teman-teman perempuan di mancanegara yang dapat saling mendukung satu sama lain.
3. Membentuk jaringan sesama perempuan Indonesia di negeri rantau yang dimoderasi oleh Ruanita Indonesia.
Jerman
Nama Pemilik Ratitia Gitanyali
Nama Usaha/Produk Usaha Bali Java Wellness Healing
Lokasi Negara Usaha Jerman
Nama Media Sosial dari Pemilik FB: Tiara Saja I TikTok: @tiarasaja7
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Instagram: balijava_wellness_healing
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Sejak 5 April 2015
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Jangan pernah menyerah!
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.
Taiwan
Nama Pemilik Zhira
Nama Usaha/Produk Usaha Energy Healing Practitioner
Lokasi Negara Usaha Taiwan
Nama Media Sosial dari Pemilik Instagram: Nazhira atau jiwa.hira
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Website: http://www.jiwa-hira.com atau FB page: Jiwa Hira
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Sejak 2023
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Percaya pada diri sendiri dan visi yang kamu punya. Perhitungkan risiko, gigih, dan jangan pernah takut gagal karena kegagalan sering kali mengarahkan kamu pada pertumbuhan dan pembelajaran.Kelilingi diri kamu dengan sistem pendukung yang kuat, carilah bimbingan, dan terus didik diri kamu dalam industri yang kamu tekuni tersebut. Tetap tangguh, mudah beradaptasi, dan bersemangat terhadap tujuan kamu.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.
Turki
Nama Pemilik Rahmawati Susanti
Nama Usaha/Produk Usaha Indo Gastronomy
Lokasi Negara Usaha Turki
Nama Media Sosial dari Pemilik
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Website: http://www.indogastronomy.com I Facebook: Indo Gastronomy IInstagram: tempeh_tofu_ankara
Lama berwirausaha (tahun/bulan) sekitar 8 tahun
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.
Swiss
Nama Pemilik Anindya Palumbo
Nama Usaha/Produk Usaha Indy’s Kitchen
Lokasi Negara Usaha Swiss
Nama Media Sosial dari Pemilik Instagram: Indyrgras
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Instagram: indys_kitchen
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Sejak 2013
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Saya selalu berpikir dan mengajarkan baik teman maupun anak didik untuk selalu melakukan apa pun yang disuka. Percaya pada diri sendiri. Selalu tekun dalam menjalani sesuatu. Soal hasil, pasti akan mengikuti usaha kita.Jika kalian menyukai apa yang dilakukan, maka kalian tidak pernah merasa terbebani. Contohnya, sekali pun saya pernah bekerja 15-18 jam sehari karena ada event, tetapi saya tetap merasa senang dan sangat menikmati.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.
Belanda
Nama Pemilik Vinna Nidia
Nama Usaha/Produk Usaha Buku Anak Nusantara
Lokasi Negara Usaha Belanda
Nama Media Sosial dari Pemilik Instagram: Vinnidia
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Cari informasi sebanyak mungkin tentang produk yang akan dipasarkan dan aturan di lokasi negara tinggal. Adanya relasi sangatlah penting untuk mempromosikan usaha di tahap awal.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.
Prancis
Nama Pemilik Dena Triyana
Nama Usaha/Produk Usaha Bakso Kaki Lima Eropa
Lokasi Negara Usaha Prancis
Nama Media Sosial dari Pemilik Instagram: dena_djajadisastra
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Instagram: Bakso Kaki Lima Eropa
Lama berwirausaha (tahun/bulan) 1 tahun 6 bulan
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Berwirausaha akan lebih menyenangkan untuk dijalani dengan menjalankan atau melakukan yang kita sukai.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.
Polandia
Nama Pemilik Lina Kowalko
Nama Usaha/Produk Usaha Dapur Tempeh Dozo Patisserie
Lokasi Negara Usaha Polandia
Nama Media Sosial dari Pemilik
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Facebook: Dapur Tempeh Instagram: dapur_tempeh I dozo_bialystok
Lama berwirausaha (tahun/bulan) sejak 2021
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha, sipakan mental untuk mengatasi berbagai kegagalan dan rintangan yang tidak pernah dialami sebelumnya.Selain itu, coba dan terus mencoba lagi agar konsisten terhadap apa yang sedang dikerjakan. Tidak perlu menjadi nomor satu, tetapi lakukan dengan terbaik.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.
Amerika Serikat
Nama Pemilik Dewi Mayasari
Nama Usaha/Produk Usaha Dewi Maya I Tropic Asian Market
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Dewi Maya sudah 5 tahun dan Tropic baru 1 tahun
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Sudah menjadi stereotip perempuan hanya akan berakhir di dapur dan mengurus rumah tangga. Di satu sisi, konstruksi sosial mengatakan dunia usaha hanya cocok untuk pria. Perempuan dirasa terlalu lemah. Sayangnya, justru sesama perempuan yang mengatakan hal itu.Kesetaraan gender di era yang semakin maju ini telah membuka peluang besar untuk perempuan berdaya secara financial. Saya merasakan, kerja keras ini semakin melambung tinggi setelah menikah dan punya anak. Banyak juga tantangan yang saya hadapi, terutama di awal merintis usaha di Amerika Serikat. Tantangan internalnya karena saya harus membagi waktu antara mengurus anak. Suami saya memberikan support dan kebebasan penuh pada saya untuk mngemukakan pendapat, mencari solusi, ataupun strategi apa yang saya mau dalam bisinis ini. Karena itu, salah satu support yang suami lakukan adalah dengan senang hati mengerjakan pekerjaan rumah tangga bersama-sama. Tantangan lain yang lebih berat adalah doktrin yang diucapkan sesama perempuan yang mengatakan bisnis saya tidak akan maju, seperti: produk Dewi Maya tidak layak ikut fashion show atau pemetaan strata sosial yang seolah-olah life style seorang designer itu harus punya rumah mewah dan glamour. Hal itu sangat bertolak belakang dengan definisi saya pribadi tentang kesuksesan. Menurut saya, suksesnya pengusaha itu bukan dari apa yang saya perlihatkan di media sosial, tetapi seberapa banyak perempuan yang terbantu dari bisnis yang saya miliki. Untuk semua mompreneur, jangan takut mencoba dan cepat menyerah! Kita semua mempunyai potensi yang sama. Good luck forall of us!
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.
Norwegia
Nama Pemilik Safriani Siregar
Nama Usaha/Produk Usaha NorInd Kitchen: Indonesian Food, Catering & Take Away
Lokasi Negara Usaha Norwegia
Nama Media Sosial dari Pemilik Instagram: leiknessafriani
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Instagram: norindkitchen
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Sejak 2019
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Tetap melangkah dan belajar!
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.
Korea Selatan
Nama Pemilik Citra Sartika Dewi
Nama Usaha/Produk Usaha Unni Citra
Lokasi Negara Usaha Korea Selatan
Nama Media Sosial dari Pemilik Instagram: citradew1
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Instagram: warung.unni.citra
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Sejak tahun 2021
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Jangan takut dan malu untuk memulai, kerjakan yang disukai agar pada saat melakukan usaha tidak terbebani.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.
Serbia
Nama Pemilik Mery Christiani Milutinovic
Nama Usaha/Produk Usaha Cemani Tempeh Serbia
Lokasi Negara Usaha Serbia
Nama Media Sosial dari Pemilik
Nama Media Sosial dari Usaha/Produk Usaha Instagram: cemanitempehserbia
Lama berwirausaha (tahun/bulan) Kurang lebih 3 tahun
Pesan untuk Sahabat Ruanita yang ingin berwirausaha Jangan takut dengan kegagalan ketika memulai sebuah usaha, karena kegagalan yang kita alami adalah pembelajaran untuk memperbaiki usaha kita.
lebih lengkap, silakan cek di saluran instagram atau Fanpage facebook kami.