Hari ini kita banyak mengenal tokoh-tokoh pergerakan perempuan Indonesia dan dunia. Tidak sedikit dari mereka menjadi pimpinan lembaga, kementerian, kepala pemerintahan hingga kepala negara. Sebut saja Megawati Soekarnoputri, seorang tokoh pergerakan politik di Indonesia yang kemudian menduduki kursi presiden.
Selain itu masih banyak lagi tokoh-tokoh pemimpin dunia dari kalangan perempuan, seperti Indira Gandhi dari India, Margaret Thatcher dari Inggris, Benazir Bhutto dari Pakistan, Halimah Yacob dari Singapura, Angela Merkel dari Jerman, Aung San Suu Kyi dari Myanmar dan lain-lain.
Jika kita mengenal nama-nama tokoh dunia tersebut di atas, maka apakah kita juga mengenal sosok perempuan bernama Khadijah binti Khuwailid? Bagi yang belum mengenalnya, pasti akan timbul pertanyaan dalam benaknya, “Siapakah dia, dari mana ia berasal dan apa yang telah dilakukannya?“
Dari beberapa sumber yang dihimpun, disebutkan bahwa Khadijah binti Khuwailid adalah seorang perempuan yang dilahirkan dari keluarga terpandang dan terhormat pada tahun 555 Masehi. Namun ada juga sumber lain yang menyebutkan bahwa Khadijah lahir pada tahun 556, 565 atau 570 Masehi.
Khadijah berasal dari suku Quraish Mekkah dan mempunyai kepribadian yang terpuji. Karena memiliki budi pekerti luhur dan akhlak mulia oleh masyarakat setempat, ia dijuluki sebagai seorang perempuan yang suci (At-Thahirah).
Khadijah banyak menimba ilmu tentang bisnis dari ayahnya. Sepeninggal ayahnya, Khadijah melanjutkan tradisi keluarga sebagai pedagang. Atas kegigihan, ketekunan dan keluhuran budinya, ia berhasil menjadi pengusaha perempuan sukses yang disegani. Beberapa sumber menyebutkan bahwa bisnisnya merambah hingga ke pusat-pusat perdagangan di negeri Syam, Persia dan Yaman.
Kehebatan Khadijah dalam memimpin perdagangan kala itu tidak diragukan lagi. Ia memimpin bisnisnya dengan mempekerjakan banyak pegawai. Salah satu pegawainya adalah Muhammad bin Abdullah, yang kemudian kita kenal dengan Nabi Muhammad SAW. Meskipun sukses dan kaya raya, Khadijah tidak memperlakukan pegawainya dengan semena-mena. Bahkan khadijah dikenal sebagai orang yang dermawan.
Dalam buku berjudul Khadijah, Daughter of Khuwaylid, Wife of Prophet Muhammad karya Yasin Al-Jibouri, disebutkan bahwa Khadijah selalu menginstruksikan pegawainya untuk membuka pintu toko agar orang-orang fakir miskin yang lapar bisa masuk dan mendapatkan makanan.
Diceritakan pula dalam buku tersebut bahwa jauh sebelum menikah dengan Muhammad bin Abdullah, Khadijah binti Khuwailid pernah dua kali menikah dan ditinggalkan suaminya karena gugur dalam peperangan. Selain memimpin bisnisnya, Khadijah yang juga sebagai Single Parent mempunyai tanggung jawab untuk mengurus anak-anaknya. Namun beberapa sumber lain menyebutkan bahwa Khadijah tidak pernah menikah sebelum diperistri oleh Nabi Muhammad SAW.
Ketika Khadijah berumur 40 tahun, ia memutuskan untuk menikah dengan Muhammad yang usianya lebih muda 15 tahun darinya dan berstatus sebagai pegawainya. Meski demikian, Khadijah yang kaya raya dan dermawan ini membangun bahtera rumah tangga dengan kesetaraan dan saling menghormati satu sama lain. Dengan hartanya, Khadijah juga diketahui banyak membantu suaminya tatkala Muhammad menerima wahyu kenabiannya dan mendapat perintah untuk menyebarkan agama Islam.
Sebagai istri, Khadijah selalu mendampingi suaminya dengan penuh kasih sayang, cinta dan kelembutan. Khadijah juga memberikan motivasi, dan menguatkan hati Nabi Muhammad tatkala suaminya itu diperangi oleh musuh-musuhnya.
Khadijah binti Khuwailid yang oleh kebanyakan orang di Indonesia dikenal dengan nama Siti Khadijah. Selain menjadi pengusaha perempuan yang kaya raya, ia juga merupakan perempuan pertama yang memeluk agama Islam dan menjadi salah satu penasihat Nabi serta menjadi perempuan pertama yang ikut menyebarkan risalah Islam. Selain itu, Khadijah juga merupakan istri pertama Nabi Muhammad dan tidak dimadu.
Kini Khadijah dijadikan sebagai simbol pengusaha perempuan sukses dan namanya banyak dipakai oleh para orang tua muslim dalam memberikan nama anak-anak perempuan mereka. Nama Khadijah juga dipakai oleh banyak lembaga kemanusiaan sebagai wujud penghormatan atas jasa-jasanya dalam penyebaran agama Islam.
Dari tulisan ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa Khadijah, meskipun sukses dan kaya raya menjadi pengusaha terkenal, dia tidak pernah menyombongkan dirinya. Justru ia menjadi orang yang mempunyai rasa empati terhadap sesama. Selain itu dapat kita simpulkan juga bahwa Khadijah merupakan seorang istri solehah dan sosok ibu yang mulia.
Selamat Hari Perempuan Sedunia!
Penulis: Andi Tinellung Nur Ilahi, peserta Workshop Warga Menulis 2023 dan tinggal di Jerman
Wanita Alfa atau lebih dikenal khalayak dengan Alfa Female, pertama kali digunakan untuk menggambarkan seorang wanita yang memiliki sifat yang kuat, independent, dan berpengaruh. Istilah ini berasal dari istilah “Alfa Male”, yang digunakan untuk menggambarkan seorang pria yang memimpin dalam segala hal, baik dalam hal profesional maupun pribadi. Dalam hal ini “Wanita Alfa” atau Alfa Female digunakan untuk menggambarkan wanita yang memiliki tingkat kekuatan yang sama dengan Alfa Male.
Kepribadian wanita Alfa sangat kuat. Mereka memiliki keyakinan diri yang tinggi, kemampuan memimpin dengan hebatnya dan tidak takut berbicara demi memperjuangkan pendapat. Mereka menggunakan cara-cara yang efektif untuk mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi digunakan dengan baik, persuasif dan bisa memotivasi banyak orang adalah salah satu caranya.
Kepopuleran dan pengaruh wanita Alfa di dunia sangat besar dan bisa dibilang meningkat setiap tahunnya. Berikut adalah beberapa tokoh wanita Alfa yang populer dan berpengaruh di dunia:
1. Kamala Harris – Wakil Presiden Amerika Serikat.
2. Angela Merkel – Mantan Kanselir Jerman.
3. Jacinda Ardern – Perdana Menteri Selandia Baru.
4. Hillary Clinton – Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.
5. Oprah Winfrey – Pembicara, Produser Televisi dan Filantropis.
6. Sheryl Sandberg – COO Facebook dan Penulis Buku “Lean In”.
7. Michelle Obama – Pengacara, Penulis dan Mantan Ibu Negara Amerika Serikat.
8. Indira Gandhi – Mantan Perdana Menteri India.
9. Amanda Gorman – Penyair, Aktivis dan Penulis.
10. Sri Mulyani – Wanita sekaligus orang Indonesia Pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dan Menteri Keuangan Indonesia.
Tokoh-tokoh wanita Alfa di atas sudah dicatatkan dalam sejarah sebagai pemikir terkemuka dalam bidang mereka masing-masing. Secara umum, saya melihat tokoh-tokoh tersebut sebagai pemimpin inspiratif dan role model bagi banyak orang, terutama bagi kaum wanita.
Mereka membuktikan bahwa gender tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk mencapai kesuksesan dan memimpin dalam bidang tertentu. Mereka menunjukan bahwa bukan gender, melainkan kualitas seperti dedikasi, keterampilan dan kemampuan memimpin adalah faktor yang menjadikan seorang pemimpin hebat dan sukses.
Pencapaian istimewa dari para wanita Alfa di atas adalah kemampuannya untuk menyeimbangkan peran publik dan perannya sebagai wanita dengan sangat baik. Mereka mampu menjalani hidup mereka dengan sangat efektif, menjadi pemimpin di bidang mereka, dan juga memenuhi tanggung jawab sebagai seorang wanita.
Memiliki kemampuan untuk memprioritaskan tugas mereka, memiliki kemampuan untuk mengatasi konflik, dan memastikan bahwa semuanya dapat berjalan lancar. Mereka adalah wanita Alfa yang memiliki kemampuan memotivasi orang lain, baik di tempat kerja maupun di rumah. Terlihat dengan jelas memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang kuat dan harmonis dengan orang-orang di sekitarnya.
Kemudian menjadi pertanyaan di benak saya, bagaimana seorang wanita bisa menjadi wanita Alfa? Wanita-wanita Alfa ini sukses tidak hanya menggebrak stigma kepemimpinan yang biasa dipegang kaum pria, tapi juga memengaruhi publik serta orang yang ada disekitarnya. Menyeimbangkan peran, memberikan kontribusi yang signifikan di berbagai bidang baik di lingkungan kerja maupun di rumah adalah sesuatu luar biasa. Dengan memiliki visi yang jelas dan tidak terpengaruh oleh keterbatasan gender. Wanita Alfa memimpin dengan keterampilan dan keahlian yang luar biasa, membuat keputusan sulit dan membawa perubahan yang diperlukan.
Apakah seorang wanita bisa menjadi wanita Alfa karena bentukan dari sebuah intuisi wanita itu sendiri? Ataukah menjadi seorang wanita Alfa adalah sebuah pilihan yang memang dipilih sendiri oleh wanita itu? Atau munculnya wanita Alfa ini karena lingkungan yang membuatnya? Melalui narasi-narasi di bawah ini saya coba untuk menguraikan.
Narasi yang pertama, ada seorang wanita bernama Fatimah. Sebagai anak bungsu dari keluarga mampu dan istri dari seorang pengusaha sukses, dia memiliki kemampuan dalam memahami situasi dan membuat keputusan yang tepat dan cepat.
Kemampuan ini berasal dari intuisinya yang kuat dan dalam, yang seolah memberikan nasihat dan petunjuk kepadanya dalam setiap tahap hidupnya. Fatimah selalu memercayai dan mengikuti intuisinya, bahkan saat orang lain tidak setuju dengan pilihan hidupnya.
Ia memutuskan untuk mengikuti mimpinya dan mengejar karir di bidang yang benar-benar passion-nya menjadi Teknisi Mesin meskipun ini berarti meninggalkan kenyamanan dan keamanan yang ditawarkan pekerjaan lamanya. Intuisi Fatimah membawanya ke lingkungan dan situasi baru yang memacu pertumbuhan dan pengembangan diri.
Ia beradaptasi dan membuat keputusan yang tepat, membawanya mencapai kesuksesan yang luar biasa dalam bidang yang dipilihnya. Fatimah memimpin timnya dengan visi yang jelas dan tegas, memotivasi orang untuk bekerja sama dan membantu mereka mencapai potensi yang maksimal. Ia memimpin dengan kepemimpinan yang inspiratif dan membantu orang lain untuk berkembang dan sukses bersama.
Fatimah menjadi contoh bagi wanita lain bahwa intuisi adalah kekuatan yang sangat kuat dan dapat membantu seseorang mencapai kesuksesan dan memimpin hidup mereka. Ia membuktikan bahwa dengan memercayai intuisi dan mengikuti intuisi, seseorang dapat mencapai kesuksesan dan memiliki pengaruh besar dalam lingkupnya.
Narasi yang kedua, sosok wanita bernama Dian, anak sulung dan seorang ibu tunggal dengan 5 anak, kondisi keluarganya mengharuskan Dian untuk mengemban tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Dian memutuskan memilih untuk menjadi sosok kepala keluarga yang kuat dan tangguh supaya bisa membawa keluarganya sukses dan mapan.
Dian bekerja dengan giat sambil menjalankan rumah tangga serta membesarkan anak-anaknya sendiri. Dian mulai membangun usaha catering rumahan yang dikerjakan sendiri pada awalnya, hingga akhirnya usaha catering-nya sukses dan memiliki karyawan total lebih dari 800 orang.
Dian berhasil memotivasi dan meyakinkan karyawan-karyawannya untuk sukses bersama dengan membuka cabang di beberapa kota lain. Di sini kita bisa melihat, Dian adalah sosok yang memiliki kemampuan dalam memilih pilihan hidupnya dengan kuat dan tegas. Tekanan lingkungan dan permasalahan demi permasalahan tidak gentar ia hadapi dengan sebaiknya.
Saat ini pada usianya menjelang 70 tahun, Dian sudah bisa menikmati hasil kerja kerasnya selama ini, menikmati masa-masa pensiun, ia berhasil membesarkan anak-anaknya dengan baik. Kelima anak Dian sukses menyelesaikan pendidikan hingga tingkat pascasarjana dan berkarir dengan gemilang.
Dian adalah contoh dari seorang wanita yang memilih untuk menjadi wanita Alfa tangguh. Ia membuktikan dengan membuat pilihan hidup yang berani, seseorang bisa menjadi wanita Alfa yang sukses memberikan dampak positif untuk dirinya, keluarganya dan juga timnya.
Narasi yang ketiga. Diceritakan bahwa Mira, wanita yang tumbuh dalam lingkungan yang sangat mendukung dan membentuk dirinya menjadi wanita Alfa. Ia dibesarkan dalam lingkungan yang memperkuat pemikiran dan keyakinan bahwa setiap setiap wanita memiliki potensi untuk memimpin dan berpengaruh dalam lingkup mereka.
Mira adalah anak dari seorang wanita sukses pemilik perusahaan besar yang menaungi beberapa perusahaan dan berpengaruh dalam lingkup bisnis. Ia menjadi panutan Mira dan membantu Mira memahami bahwa wanita adalah kaum berdaya yang memiliki kemampuan memimpin dan bisa memengaruhi publik. Mira memperoleh pendidikan yang kuat dan sangat menunjang serta lingkup kerja yang menyediakan kesempatan baginya untuk mengembangkan dan memperkuat kemampuannya sebagai wanita Alfa.
Ia bekerja dengan tim dan pimpinan yang menghormati serta mendukung potensi dan bakat yang dimilikinya. Mira kini menjadi sosok wanita Alfa, pengusaha sukses dan aktivis yang populer menyuarakan aspirasi-aspirasi lingkungan dengan dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat. Melalui ide-ide yang ia suarakan, terjadi banyak perubahan kebijakan pemerintah ke arah yang lebih baik.
Sosok Mira adalah bukti bahwa lingkungan adalah tempat terbaik yang memengaruhi pembentukan pola pikir dan karakter seseorang. Ia menjadi contoh bahwa dengan memiliki lingkungan yang menghormati dan mendukung setiap potensi wanita untuk berkembang, seorang wanita bisa menjadi wanita Alfa yang sukses dan berpengaruh terhadap masyarakat sekitarnya.
Ada beberapa wanita yang secara alami berintuisi, memiliki kepribadian dan sikap yang kuat dalam memimpin, sementara yang lainnya mungkin harus memilih untuk mengembangkan serta memperkuat kemampuan mereka dalam memimpin melalui pelatihan atau kegiatan-kegiatan yang sifatnya menawarkan “untuk menambah dan mengasah ilmu kepemimpinan”.
Saya pun percaya bahwa pengalaman hidup dan lingkungan juga memainkan peran dalam membentuk seorang wanita menjadi wanita Alfa. Terkadang, orang-orang dapat memutuskan untuk menjadi pemimpin setelah mengalami situasi atau tantangan yang membutuhkan mereka untuk memimpin dan membuktikan kemampuan mereka.
Perlu diingat bahwa setiap wanita memiliki potensi untuk sukses, tidak peduli apakah mereka memiliki sifat wanita Alfa atau tidak. Keberhasilan dalam bidang apapun tergantung pada kerja keras, dedikasi dan kemampuan belajar yang tangguh serta beradaptasi.
Jadi walaupun secara alami memiliki kepribadian dan sikap wanita Alfa, tidak ada jaminan bahwa wanita ini akan sukses. Apalagi menggebrak dan berpengaruh terhadap publik, tidak ada batasan bagi siapa saja mencapai kesuksesan.
Panggilan untuk setiap wanita: Kejarlah impian dan manfaatkan potensi Anda sepenuhnya! Ini adalah ajakan untuk memiliki keberanian dan tekad untuk memimpin dan berkontribusi positif dalam masyarakat.
Menjadi wanita Alfa di ruang publik, bukan hanya tentang sukses di bidang tertentu saja, ini tentang memiliki dedikasi dan gairah untuk mencapai kesuksesan bersama. Mari berperan ganda dan buktikan bahwa wanita bisa berdaya, membuat perbedaan positif bagi diri sendiri dan dalam hidup banyak orang.
Sampai akhirnya pada suatu hari Anda bisa berkata layaknya kalimat mutiara anonim: “Jangan meremehkan saya! Saya tahu lebih banyak daripada yang saya katakan, melakukan lebih banyak dari yang saya bicarakan dan memperhatikan lebih banyak dari yang Anda sadari.”
Penulis: Nadiya Dewantari, peserta Workshop Warga Menulis 2023 dan tinggal di Jerman
JERMAN – Pada tahun 2019 tercatat lebih dari tiga juta WNI tinggal di luar negeri. Sayangnya sampai saat ini jumlah WNI di luar negeri yang aktif menuliskan pengalamannya tinggal di luar negeri melalui blog pribadi atau buku masih sangat minim, padahal pengalaman dan pengamatan mereka bisa memberikan inspirasi bagi orang lain, terutama pembaca di Indonesia.
Data UNESCO menyebutkan, bahwa minat baca warga Indonesia masih sangat rendah, bahkan menduduki peringkat dua terbawah tingkat dunia, yakni hanya 0,001% atau berarti dari 1000 orang, hanya satu orang yang membaca.
Padahal jumlah buku yang terbit di Indonesia dalam setahun cukup tinggi, yakni 30.000 buku. Jumlah ini bahkan lebih tinggi jika dibandingkan dengan Jerman yang menerbitkan 72.000 judul buku pada tahun 2021.
Salah satu platform yang aktif menerbitkan tulisan-tulisan tentang pengalaman tinggal di luar negeri adalah Rumah Aman Kita (RUANITA). Pengalaman-pengalaman tersebut ditulis oleh dan ditujukan untuk perempuan Indonesia yang tinggal di mancanegara dengan mengedepankan tema psikoedukasi, sosial, dan budaya, yang mungkin masih tabu dibahas secara pribadi.
Tidak menutup kemungkinan banyak WNI, terutama perempuan, di mancanegara yang membutuhkan informasi terkait tema-tema tersebut, namun tidak mempunyai tempat untuk bertanya.
Alasan tersebut di atas membuat RUANITA selaku komunitas Indonesia di luar Indonesia, yang juga aktif mempromosikan isu keseteraan gender, bekerja sama dengan Afiliansi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Jerman menggelar Workshop Jurnalisme Warga.
Workshop yang diselenggarakan dua hari melalui kanal Zoom pada hari sabtu dan minggu, 4-5 Februari 2023, pukul 16.00-18.00 WIB (10.00-12.00 CET) ini juga merupakan rangkaian acara peringatan hari Perempuan sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya dan menjadi bagian program RUANITA yang mendokumentasikan pengalaman dan pengamatan warga Indonesia di mancanegara yang digelar tiap tahun.
Program tahun ini berjudul: kepemimpinan perempuan di ruang publik. Acara ini diikuti oleh maksimal 30 peserta dari mancanegara, yang terlebih dahulu telah mendaftarkan diri melalui tautan bit.ly/workshop-ruanita dan membayarkan biaya pendaftaran sebesar lima Euro. Peserta workshop akan mendapatkan sertifikat elektronik.
Acara ini akan dibuka oleh Prof. Dr. Ardi Marwan selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Berlin Jerman dan dimoderatori langsung oleh Ketua APPBIPA Jerman Andi Nurhaina, sedangkan narasumber acara ini adalah Abdul Manan, ketua majelis etik nasional Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI).
Acara hari pertama akan dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama diisi dengan pemaparan tentang mitos, dan fakta penulisan, sedangkan sesi kedua bertema teknik penulisan.
Tidak hanya teori, peserta juga akan diajak mempraktikan ilmu yang mereka dapatkan dengan memproduksi tulisan dengan tema kepemimpinan perempuan di ruang publik. Pada hari kedua tulisan tersebut akan dievaluasi bersama.
Tujuan diselenggarakan acara workshop penulisan ini adalah untuk mendorong warga Indonesia di mancanegara untuk giat menulis pengalaman dan pengamatannya, khususnya sebagai bentuk pendokumentasian pengalaman dan pengamatannya tentang kepemimpinan perempuan di ruang publik, dan pada umumnya tema-tema lain yang berkaitan dengan perempuan, yang masih dirasa minim.
Tidak hanya itu, workshop ini juga bertujuan untuk menampilkan artikel/tulisan warga Indonesia yang mungkin bisa menjadi memacu peningkatan angka partisipasi perempuan di ruang publik di Indonesia. Tulisan yang terpilih tidak hanya akan dipajang di halaman elektronik Ruanita dan APPBIPA Jerman namun juga akan dibukukan.
RUANITA (Rumah Aman Kita) Indonesia adalah komunitas orang Indonesia di mancanegara yang dibentuk untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman seputar permasalahan psikologis dan kehidupan di luar negeri. Tujuan diberdirikannya RUANITA adalah untuk mempromosikan isu kesehatan mental, dan kesetaraan gender, serta berbagi praktik baik tentang keterampilan diri untuk tinggal di luar Indonesia.
Informasi: Mariska Ajeng, tinggal di Jerman (email: info@ruanita.com)