
Dalam program Cerita Sahabat Spesial, kami mengundang sahabat Ruanita yang tinggal di Jepang untuk berbagi pengalamannya dalam berjuang sebagai Single Mom.
Dia adalah Erna Tabitha, yang telah menikah selama 8 tahun dan memiliki dua orang anak. Tabitha kini bekerja dan memiliki kehidupan yang lebih baik setelah bercerai dari suaminya.
Tabitha telah menetap di Jepang selama lebih dari 10 tahun. Selama menikah, Tabitha mengalami kekerasan dalam rumah tangga dari suami. Puncaknya adalah Tabitha memutuskan pernikahan dengan suami setelah suaminya memukul sang anak kedua, hanya karena suami tidak bisa tidur.
Tabitha kemudian melarikan diri bersama anak-anaknya dan ditampung di sebuah wisma milik Gereja di Jepang.
Selama 8 tahun pernikahan, Tabitha hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Tentunya tidak terbayang bagi Tabitha untuk bercerai dari suaminya tentang keamanan finansialnya, terutama menafkahi anak-anaknya.
Tabitha mengakui dia tidak punya tabungan selama dia menikah, sehingga kekhawatiran ini yang membuat dia dan mungkin banyak perempuan lain sulit dari hubungan pernikahan yang penuh kekerasan.
Pernikahan itu begitu mudah di Jepang, asalkan laki-laki dan perempuan sama-sama setuju. Tabitha bersyukur bahwa suaminya mau menyetujui perceraian, karena sang suaminya bersifat keras.
Tabitha pun perlahan berhasil bertahan tinggal di Jepang dengan bantuan pemerintah Jepang. Kini Tabitha bekerja paruh waktu di rumah sakit di Jepang.
Apa yang mendasari Tabitha memutuskan bercerai dari suaminya, meski tidak punya tabungan? Apa yang terjadi setelah Tabitha berpisah dari suaminya? Bagaimana Tabitha akhirnya bisa berhasil keluar dari situasi keuangan yang menyulitkan setelah berpisah dari suaminya? Bagaimana proses perceraian di Jepang? Apa pesan Tabitha untuk Sahabat Ruanita yang tinggal di Jepang dan dalam situasi seperti Tabitha?
Simak selengkapnya dalam kanal YouTube kami berikut ini:
Eksplorasi konten lain dari Ruanita - Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.