
Menemukan Maria
Aku sudah mati beberapa kali,/
menguburkan diri pada harapan-harapan palsu,/
janji-janji tak bertuan,/
letupan api-api neraka/
ditekan sesamanya,/
disalahpersepsikan oleh dirinya sendiri//
Bangke!//
Yang tersisa padaku adalah kehampaan/
Ketiadaan/
kosong!//
Maria, Maria!//
Sampai kapan kau akan menggantungkan diri?/
pada palang salib bernama pelayanan,/
hutang budi?/
pada orang-orang yang bertuan kekuasaan,/
haus validasi?/
Maria, Maria!//
Berhenti!/
Bangun!/
Berdiri!//
Temukan kata,/ temukan tinta!//
Temukan nada!/Temukan ruang!/Temukan jalan!//
Buka mata,/
buka telinga//
Asaku,/ Asamu,/ bernama rasa!//
Angkat penamu!/
Suarakan bahasamu!/
Puisikan kudetamu!//
Temukan asa!/
Temukan warna!/
Temukan Maria!//
Banjarmasin, 1 Februari.
Penulis: Maria Frani Ayu Andari Dias
Instagram: @mariafraniayu
Eksplorasi konten lain dari Ruanita - Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.