(WARGA MENULIS) Puisi – Senjata Puan Itu Lukanya

Senjata Puan Itu Lukanya

jiwa puan seperti peta perang
dan raganya adalah sisa lebam yang tak mungkin semula
kadang cuma menuntut diam,
kadang menuntut tunduk
kuat, kuat, kuat,
begitu orang cuma minta ia kuat;

Follow us



bekas belur lebur itu kini mirip ruhnya
ruh yang tak selalu bertutur itu
ia tutup rapat dalam peti cekung pipinya
menelan duka dalam punggung tunggal
seakan malam tak pernah menagih air mata 
di punggungnya tertulis besar-besar :
“tidak nenerima lelah”

dalam hening yang ia peluk erat 
ada bara menyala lirih 
bukan untuk melawan 
hanya untuk mengingat—
luka melewati simbol kekalahan
ia pagar gahar tanpa kelakar.

Oleh Silvani Andalita (IG @silvaniandalita)


Eksplorasi konten lain dari Ruanita - Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar