
Lorong
Marah!
Kenong seperti sudah habis kesabaran,
mengeluh tubuhnya dibentur kayu
Gema monoton minta tolong, susup di bawah sadar.
Kalau gini terus lama-lama aku bisa kesambet.
Rahimku dipenuhi janji kepalsuan
Membesar, menyesak anyir bau nafas lelaki birahi.
Dia tak mungkin tau bagaimana menjadi bapak,
kencing saja belum lurus.
Apalagi aku, masa depanku petang.
Bagaimana mau jadi ibu?
dari sekolahpun aku ditendang.
“Cetarrrr!!”
Angin yang dari tadi diam, mengumpat ditampar pecut
Tubuh liuk, hilang ditelan ketidakadilan
Tak ada menu lain, memang hanya beling yang bisa kumakan.
Aku perempuan ditikam takdir,
menebus dosa syair jahanam rayuan setan.
Rena (@renananina)
Eksplorasi konten lain dari Ruanita - Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.