(CERITA SAHABAT SPESIAL) Pernikahan Kedua di Usia Senja, Mengapa Tidak?

Dalam program Cerita Sahabat Spesial episode September 2024 kali ini, kami mengundang sahabat Ruanita yang tinggal di Prancis. Dia adalah Rosy Daulay yang pernah tinggal lebih dari 14 tahun di Denmark dan sekarang pindah setelah pernikahan keduanya.

Rosy yang pernah bekerja sebagai Paedogogue di Denmark, bercerita bagaimana dia pada akhirnya bertemu dengan suami kedua di usia yang tidak lagi muda. Rosy menegaskan bahwa ia membutuhkan seorang teman hidup untuk mengisi hari-hari tuanya.

Tidak ada kata terlambat untuk membangun biduk bahtera rumah tangga, termasuk Rosy yang mengenal suaminya saat dia sudah memasuki usia yang terbilang tak muda lagi. Bagi Rosy yang sudah lama tinggal di Eropa, kehadiran partner hidup bukan lagi terhitung frekuensi pernikahan atau usia yang tidak lagi muda, tetapi bagaimana komitmen untuk membangun hidup bersama.

Rosy juga tidak ingin orang-orang sekitar lebih memberikan cap buruk pada perempuan apabila ada kegagalan pernikahan, bukan lagi memahami mengapa pernikahan mereka tidak berjalan harmonis.

Ketika menjalani pernikahan keduanya, Rosy merasa tidak perlu minta ijin pada siapa pun atau meminta pendapat orang lain. Dia merasa bahwa dia sudah cukup dewasa untuk memutuskan yang terbaik untuk hidupnya.

Apa yang membuat Rosy memutuskan untuk menikah kedua kalinya? Apa yang terjadi dengan pernikahan sebelumnya? Apakah Rosy tidak khawatir atau merasa malu untuk menikah di usia yang tak lagi muda? Apa pesan Rosy bagi orang-orang yang ingin menikah di usia senja?

Simak selengkapnya di kanal berikut ini:

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Dinamika Sejarah Gerakan Perempuan

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Ruanita Indonesia mengundang sahabat Ruanita yang kini sedang menempuh pendidikan S3 di Canbera, Australia.

Dia adalah Dyah Ayu Kartika yang memiliki latar belakang ilmu psikologi dan sempat membantu teman-teman perempuan Indonesia dalam trauma healing.

Dyah mengakui bahwa pengalaman pekerjaannya selama ini banyak bersentuhan dengan isu perempuan dan kekerasan yang kemudian menggiringnya pada opini, bahwa bentuk-bentuk kekerasan pada perempuan tidak hanya di ranah domestik saja.

Ia menyadari bahwa ini harus ditangani lewat jalur kebijakan.

Follow kami

Menurut Dyah, sistem sosial di masyarakat Indonesia juga memberikan pengaruh dalam gerakan perempuan selama ini, termasuk bagaimana masyarakat lebih mengunggulkan peran laki-laki daripada perempuan.

Misalnya saja, gerakan patriotisme dalam merebut kemerdekaan Indonesia mulai banyak diangkat peran perempuan yang dulunya tidak terdengar gaungnya di masyarakat.

Selain itu, Dyah juga menyoroti peran perempuan dalam dunia politik yang dirasakan masih minim. Pertama, kebanyakan sistem sosial di masyarakat masih belum melihat peran perempuan sebagai individu yang berdaya.

Kedua, adanya beban ganda perempuan juga yang ingin maju dalam dunia politik. Ketiga, Dyah mengakui perlu ada peran partai politik untuk melakukan kaderisasi dalam memunculkan kader-kader berkualitas, termasuk perempuan juga.

Apa saja temuan Dyah tentang gerakan perempuan selama ini? Apa yang membuat gerakan perempuan sempat terhenti secara historis di Indonesia? Benarkah gerakan perempuan di Indonesia selama ini terjadi begitu beragam?

Dalam sejarah gerakan perempuan, bagaimana sebenarnya peran perempuan dalam dunia politik? Bagaimana caranya agar dapat mendorong partisipasi peran perempuan di dunia politik? Apa pesan Dyah di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia?

Selengkapnya dapat dilihat dalam program Cerita Sahabat Spesial di kanal YouTube kami berikut:

Untuk mendukung kami, tolong SUBSCRIBE kanal kami.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Bagaimana Dinamika Kasus Perdagangan Orang?

Dunia memperingati Hari Anti Perdagangan Orang pada 30 Juli setiap tahunnya. Dalam kaitan tersebut, Ruanita Indonesia mengundang sahabat Ruanita yang tinggal di Kirgizstan dan telah bekerja di organisasi dunia yang menangani permasalahan kasus perdagangan orang ini.

Lewat program cerita sahabat spesial setiap bulannya, kami ingin berbagai pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik sesuai tema yang disampaikan oleh narasumber.

Dia adalah Aisyah Yuliyani atau yang biasa dipanggil Yuli. Yuli bertanggung jawab terkait intervensi UNODC di bidang peradilan pidana, yang meliputi isu gender-based violence, trafficking in persons, dan lain sebagainya.

Yuli juga menjelaskan bahwa pekerjaannya termasuk memberikan intervensi di wilayah Asia Tengah yang terkait dengan pengelolaan orang-orang di area konflik.

Dengan pengalaman yang digeluti Yuli selama ini, tentunya dia banyak memahami bagaimana memenuhi hak-hak perempuan di situasi konflik atau yang terlibat dalam bidang pidana.

Follow us

Yuli mengakui ia banyak berbicara dengan stakeholders dalam isu hukum dalam menjalankan tugasnya tersebut.

Lewat video lengkap yang disajikan Ruanita Indonesia, Yuli bercerita juga tentang bagaimana mendampingi teman-teman perempuan yang berkonflik dengan hukum. Bukan tidak mungkin, teman-teman perempuan tersebut terjebak dalam kasus-kasus pidana perdagangan orang, termasuk dalam tindakan prostitusi dan penipuan.

Yuli menghimbau agar teman-teman dapat memastikan tawaran pekerjaan yang menggiurkan di luar Indonesia, tanpa tahu detil pekerjaaannya.

Kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap peluang kasus penipuan dan prostitusi yang marak terjadi, akibat ketidaktahuannya tentang tawaran pekerjaan yang diambilnya.

Lewat komunitas dan organisasi kemasyarakatan Indonesia di luar Indonesia, kita bisa menjangkau orang-orang Indonesia terutama perempuan yang masih terjebak dalam eksploitasi pekerjaan atau penipuan kerja. Kita perlu membantu mereka keluar dari jerat kasus tersebut.

Bagaimana dinamika kasus-kasus perempuan Indonesia yang menjadi korban perdagangan orang yang selama ini dilakukan oleh Yulil dan organisasinya? Apa yang harus disadari dari maraknya tawaran penipuan kerja yang menjanjikan, tetapi malah menjerumuskan? Apa yang perlu dilakukan orang-orang Indonesia untuk membantu mereka? Apa pesan Yuli untuk sahabat Ruanita dan dunia dalam Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia?

Simak selengkapnya dalam video berikut di kanal YouTube kami:

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Tujuh Tahun Terpisah dari Anak, Usai Bercerai di India

Dalam episode cerita sahabat spesial di bulan Juni 2024, Ruanita Indonesia mengangkat cerita dari India terkait pelaksanaan Hari Janda Sedunia, yang diperingati setiap 23 Juni. Oleh karena itu, kami mengundang Dianita Pramesti yang tinggal di India dan bekerja sehari-hari sebagai pengajar di salah satu taman kanak-kanak atau Preschool di Goa, India.

Dianita adalah ibu dari dua orang putra, dari hasil perkawinannya dengan pria asal Goa, India. Di India, anak laki-laki begitu mendapat tempat istimewa dalam keluarga. Menjadi janda, terpisah dari anak kandung dan bertahan hidup di India yang tak mudah bagi Dianita saat itu.

Ini berbeda dengan anak-anak perempuan di India, ketika mereka tumbuh dewasa dan menikah, kebanyakan mereka akan ikut dan tinggal di pihak keluarga suami. Ketika perempuan menikah di India, perempuan pun perlu menyerahkan mas kawin kepada pihak keluarga laki-laki.

Sekelumit cerita Dianita tentang bagaimana dia mengenal betul kultur India, yang menjadi rumah keduanya sekarang. Awalnya, dia bertemu dengan pria berkewarganegaraan India yang kemudian membuatnya untuk menikah dan memutuskan tinggal di India.

follow us

Dianita mengakui dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan pernikahannya, tetapi pada akhirnya mantan suaminya tersebut memutuskan untuk pergi ke negara lain dan bekerja di sana. Mantan suaminya pun telah menemukan tambatan hati yang baru.

Setelah Dianita terpisah dari suaminya, kedua putranya terpaksa tinggal bersama keluarga di pihak mantan suami. Anak-anak Dianita diasuh dan dibesarkan oleh keluarga mantan suami. Sesekali Dianita bisa berkunjung untuk melihat kedua putranya, misalnya kalau mereka berulang tahun.

Keluarga pihak mantan suami tidak mengizinkan kedua putranya Dianita tinggal bersamanya, meskipun ayahnya dari kedua putranya pun tidak ikut mengasuh mereka. Selama tujuh tahun, Dianita berjuang untuk bertahan hidup di India dan memperjuangkan hak asuhnya agar bisa bersatu kembali dengan anak-anaknya.

Dianita mengakui itu tidak mudah, apalagi Dianita saat itu sudah menjadi janda dan harus menghidupi dirinya sendiri. Beruntung ada banyak pihak yang menolong Dianita, sehingga perjuangannya tidak sia-sia. Dia berhasil mendapatkan hak asuh anaknya, walaupun dia harus membayar mahal pihak pengacara di sana.

Kalau Anda bersimpati terhadap cerita Dianita dan ingin membantu secara finansial, silakan mendapatkan kontak Dianita dengan menghubungi email Ruanita Indonesia.

Apa yang terjadi dengan Dianita sehingga dia tinggal dan berpisah dengan suaminya? Bagaimana perjuangan Dianita mendapatkan hak asuh anaknya? Siapa saja stakeholders yang sudah membantu Dianita untuk keluar dari permasalahan hak asuh anaknya? Setelah mendapatkan hak asuh anaknya, bagaimana kehidupan Dianita sekarang? Apa pesan Dianita kepada kita semua?

Simak selengkapnya di kanal YouTube kami berikut ini:

SUBSCRIBE kanal YouTube kami agar kami dapat berbagi lebih banyak lagi.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Bagaimana Partisipasi Perempuan dalam Dunia STEM?

Sejalan dengan program kecakapan hidup dan advokasi yang dijalankan Ruanita – Rumah Aman Kita – Indonesia, kami menggelar setiap tahun Workshop Karier dan Kewirausahaan. Tahun ini kami mengusung Workhsop yang berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan dalam dunia digital bagi pemula.

Salah satu pemateri dalam workshop ini adalah Puput Cibro yang bekerja sebagai ahli dalam dunia digital marketing dan menetap di Ceko. Workshop telah berhasil digelar selama tiga kali pertemuan daring, bekerja sama dengan DWP KBRI Berlin baru-baru ini. Dengan siaran berita, dapat dicek pada pranala yang ditautkan.

Puput Cibro menjelaskan bahwa angka partisipasi perempuan di dunia STEM (=Science, Technologi, Engineering, and Mathematic) masih rendah. Hal ini menurut Puput, masih disebabkan oleh minat atau interest perempuan yang tidak tinggi dibandingkan oleh pria, terutama di bidang teknologi.

Minat ini juga menentukan angka lulusan perempuan yang studi tentang teknologi pun masih rendah untuk masuk ke pasar tenaga kerja. Misalnya, dari seribu orang lulusan di bidang ICT, mungkin hanya 24 saja yang termasuk kelompok perempuan.

Follow us: ruanita.indonesia

Di Uni Eropa sudah ada kebijakan untuk menerapkan komposisi perempuan dan laki-laki di perusahaan teknologi, agar bisa mendorong perempuan lebih banyak lagi bekerja di dunia ICT. Dengan begitu, perempuan memiliki banyak role model untuk membantunya tertarik dan terlibat lebih banyak lagi.

Dalam program video Cerita Sahabat Spesial berdurasi kurang dari sepuluh menit ini, Puput juga menjelaskan tentang bagaimana perempuan bisa melihat peluang yang bisa dilakukan perempuan dalam dunia ICT. Perempuan juga perlu bersikap bijak saat membagikan data di dunia digital.

Apa yang menyebabkan perempuan kurang tertarik dalam dunia digital? Apa saja peluang perempuan untuk bekerja dan berwirausaha di dunia digital? Bagaimana perempuan dapat tetap aman (=secure) memanfaatkan dunia digital untuk berkarier dan berwirausaha? Bagaimana membuat personal branding di dunia digital? Apa pesan Puput Cibro sebagai Digital Marketing Expert dan Architect untuk perempuan Indonesia?

Simak selengkapnya dalam video program CSS (=Cerita Sahabat Spesial) berikut ini:

Subscribe kanal YouTube kami agar kami bisa berbagi lebih banyak lagi.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Resiliensi Ibu di Belgia yang Memiliki Anak dengan Autisme

Dunia memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia pada 2 April agar publik mendapatkan informasi yang benar dan tepat tentang Autisme, termasuk mengadvokasi anak dengan Autisme yang masih mendapatkan stigma dan diskriminasi.

Oleh karena itu, Ruanita Indonesia mengundang Alda Trisda yang tinggal di Belgia untuk berbagi pengalaman dan perjuangannya sebagai ibu dalam membesarkan anak dengan Autisme.

Alda mengakui di awal ketika anaknya didiagnosa sebagai anak dengan Autisme, dia tidak berkoordinasi dengan suami dalam mendapatkan penanganan yang tepat untuk anaknya. Alda berpesan agar orang tua yang memiliki anak dengan Autisme dapat bekerja sama antara ayah dan ibunya dalam merawat anak dengan Autisme. Alda menyebut istilahnya adalah ayah dan ibu punya level pengetahuan yang sama dalam membesarkan anak dengan Autisme.

Follow us

Di Belgia sendiri, Alda menyadari bahwa pemerintahnya sangat peduli terhadap anak berkebutuhan khusus. Meskipun diakui Alda, fasilitas dan sarananya tidak sebaik seperti negara-negara Eropa lainnya yang ada di sekitar Belgia.

Alda mendapatkan tunjangan finansial yang cukup baik dari Pemerintah Belgia, dalam membesarkan anak dengan Autisme, seperti menyediakan sarana belajar di rumah. Bahkan Alda mengambil kelas khusus sebagai orang tua yang memiliki anak dengan Autisme.

Pemerintah Belgia sangat peduli terhadap anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan Autisme. Alda sering mendapatkan kunjungan dari institusi perlindungan anak berkebutuhan khusus di Belgia untuk memastikan kebutuhan yang tepat untuk anak dengan Autisme.

Pemerintah Belgia juga menyediakan lokasi khusus yang membantu anak dengan Autisme tumbuh secara mandiri sosial yang mulai dari usia anak di bawah 18 tahun dan mereka yang sudah berusia di atas 18 tahun.

Alda lebih memilih untuk merawat dan membesarkan anaknya di rumah, sambil dia banyak mencari tahu bagaimana menangani anak dengan Autisme di rumah. Alda merasakan berbagai tantangan yang tak mudah sebagai ibu yang memiliki anak dengan Autisme.

Resiliensi sebagai ibu itu dirasakannya lebih sulit, dibandingkan membesarkan anak dengan Autisme. Hal terpenting ketika ada anak dengan Autisme di keluarga, adalah bagaimana kita menerima apa adanya dan kesabaran yang tinggi.

Bagaimana cara Alda dalam menyiapkan sarana belajar di rumah sehingga anak dengan Autisme dapat tumbuh mandiri? Apa yang sebaiknya dilakukan orang tua ketika memiliki anak dengan Autisme? Apa saja kebijakan yang berlaku di Belgia dan negara-negara sekitarnya di Eropa terhadpa kebijakan anak berkebutuhan khusus, terutama anak dengan Autisme? Apa pesan Alda di Hari Peduli Autisme Sedunia?

Simak selengkapnya dalam video program Cerita Sahabat Spesial berikut ini:

Subscribe kanal YouTube kami untuk mendukung program-program kami ya!

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Naisen Komannossa: Di Bawah Komando Perempuan

Dalam program Cerita Sahabat Spesial episode Maret 2024 mengangkat tema tentang kepemimpinan perempuan yang masih menjadi satu rangkaian perayaan Hari Perempuan Internasional seperti tahun lalu, yakni mempromosikan isu kepemimpinan perempuan Indonesia. Untuk membahasnya lebih dalam, Ruanita – Rumah Aman Kita – Indonesia mengundang Sahabat Ruanita yang tinggal di Finlandia dan bekerja di industri tambang.

Sebagaimana kita ketahui bahwa angka partisipasi perempuan yang bekerja di dunia STEM (=Science, Technology, Engineering, and Math) masih sangat rendah. Namun hal ini berbeda seperti yang dialami oleh Selvie yang sudah bekerja di industri tambang sejak dia menyelesaikan kuliah pertambangan di Jakarta, Indonesia.

Follow us

Setelah lama bekerja di dunia pertambangan di Indonesia, Selvie mencoba peruntungan bekerja di pertambangan di luar Indonesia.

Sejak enam tahun lalu, Selvie bekerja dan menetap di Finlandia. Selvie pun mengakui sangat sedikit yang bekerja di dunia pertambangan. Bahkan pada saat Selvie masih studi, hanya 9 mahasiswa perempuan dari 50-an mahasiswa yang studi pertambangan.

Selvie melamar pekerjaan di Finlandia dengan sistem bekerja dua minggu on-side dan dua minggu harus berada di rumah.

Selvie mengakui bahwa perusahaan tambang di Finlandia telah menggalakkan kampanye “Women in Minning”. Selvie berpendapat bisa saja perempuan tidak tertarik bekerja di dunia tambang itu identik dengan pekerjaan yang kotor atau pekerjaan yang berbahaya.

Padahal menurut Selvie, perusahaan pastinya sudah melakukan uji keamanan yang memastikan keselamatan setiap perempuan. Finlandia pun telah menetapkan aturan kesetaraan gender dalam hal profesi pekerjaan.

Selvie pun bangga akan pekerjaannya, termasuk sebagai perempuan Asia yang bekerja di dunia pertambangan yang tidak mudah. Selvie pun pernah diwawancara oleh wartawan Finlandia dan kisahnya dimuat di surat kabar lokal berbahasa Finlandia yang berjudul: Di bawah Komando Perempuan.

Bagaimana Selvie bisa bekerja di dunia tambang? Mengapa tidak banyak perempuan bekerja di dunia tambang? Apa saja faktor-faktor yang membuat perempuan bisa bekerja di dunia tambang di luar Indonesia? Apa saja syarat bekerja di dunia tambang di Finlandia, terutama perempuan? Apa pesan Selvie di Hari Perempuan Internasional.

Simak selengkapnya dalam kanal YouTube kami berikut ini:

Jangan lupa subscribe kanal YouTube kami agar kami bisa berbagi lebih banyak lagi!

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Memahami Perjuangan Single Mom Setelah Bercerai

Dalam program Cerita Sahabat Spesial, kami mengundang sahabat Ruanita yang tinggal di Jepang untuk berbagi pengalamannya dalam berjuang sebagai Single Mom.

Dia adalah Erna Tabitha, yang telah menikah selama 8 tahun dan memiliki dua orang anak. Tabitha kini bekerja dan memiliki kehidupan yang lebih baik setelah bercerai dari suaminya.

Tabitha telah menetap di Jepang selama lebih dari 10 tahun. Selama menikah, Tabitha mengalami kekerasan dalam rumah tangga dari suami. Puncaknya adalah Tabitha memutuskan pernikahan dengan suami setelah suaminya memukul sang anak kedua, hanya karena suami tidak bisa tidur.

Tabitha kemudian melarikan diri bersama anak-anaknya dan ditampung di sebuah wisma milik Gereja di Jepang.

Follow us

Selama 8 tahun pernikahan, Tabitha hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Tentunya tidak terbayang bagi Tabitha untuk bercerai dari suaminya tentang keamanan finansialnya, terutama menafkahi anak-anaknya.

Tabitha mengakui dia tidak punya tabungan selama dia menikah, sehingga kekhawatiran ini yang membuat dia dan mungkin banyak perempuan lain sulit dari hubungan pernikahan yang penuh kekerasan.

Pernikahan itu begitu mudah di Jepang, asalkan laki-laki dan perempuan sama-sama setuju. Tabitha bersyukur bahwa suaminya mau menyetujui perceraian, karena sang suaminya bersifat keras.

Tabitha pun perlahan berhasil bertahan tinggal di Jepang dengan bantuan pemerintah Jepang. Kini Tabitha bekerja paruh waktu di rumah sakit di Jepang.

Apa yang mendasari Tabitha memutuskan bercerai dari suaminya, meski tidak punya tabungan? Apa yang terjadi setelah Tabitha berpisah dari suaminya? Bagaimana Tabitha akhirnya bisa berhasil keluar dari situasi keuangan yang menyulitkan setelah berpisah dari suaminya? Bagaimana proses perceraian di Jepang? Apa pesan Tabitha untuk Sahabat Ruanita yang tinggal di Jepang dan dalam situasi seperti Tabitha?

Simak selengkapnya dalam kanal YouTube kami berikut ini:

Subscribe kanal YouTube kami

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Bagaimana Memahami Identitas Anak Birasial?

Dalam program Cerita Sahabat Spesial episode Januari 2024, kami mengundang Lara Dewi yang tinggal di Austria, Jerman, dan di musim panas dia tinggal di Guatemala. Lara memiliki ibu seorang Jerman dan ayahnya adalah seorang Indonesia. Menurut Lara, kedua orang tuanya bertemu saat mereka kuliah di universitas di Jerman. Lara sempat tinggal di Jerman dan di Indonesia semasa kecil.

Lara terbiasa berkomunikasi dalam Bahasa Jerman dengan kedua orang tuanya. Lara baru belajar Bahasa Indonesia ketika dia tumbuh remaja, saat dia menempuh studi di Jerman. Lara merasa komunikasi Bahasa Indonesianya kurang lancar dibandingkan Bahasa Jerman atau Bahasa Inggris.

Semasa kecil, Lara sempat merasa pengalaman tidak mengenakkan karena orang-orang di sekitar dia menganggap dia tampak berbeda atau seperti orang asing. Di Jerman, Lara merasa orang-orang sekitarnya tidak menganggap dia sepenuhnya orang Jerman. Sebaliknya saat Lara berada di Indonesia untuk tinggal beberapa waktu lamanya, orang-orang sekitarnya menganggap Lara begitu berbeda dan tidak sepenuhnya orang Indonesia.

Pertanyaan seperti: “Dari mana?” atau “Orang mana?” adalah pertanyaan yang sering dilontarkan orang-orang sekitar Lara saat bertemu dengan Lara. Lara sempat tinggal di Indonesia untuk belajar budaya, makanan, tarian, dan kain batik. Lara suka juga tinggal di Indonesia.

Follow us

Setelah tumbuh dewasa, Lara mengakui bahwa anak birasial adalah “Gift” yang tidak semua orang memilikinya. Lara pun mulai menerima identitas dirinya.

Lara berpikir lebih terbuka, fleksibel, toleran terhadap keragaman dunia. Lara bisa memahami bagaimana anak birasial merasa kesulitan berkomunikasi dan bingung menentukan identitas dirinya.

Bagaimana pengalaman Lara semasa kecil sebagai anak birasial? Apa saja tantangan yang dihadapi Lara semasa kecil tinggal di Jerman dan di Indonesia? Apakah Lara mengalami krisis identitas untuk menentukan siapa dirinya sebagai anak birasial? Bagaimana proses Lara memutuskan kewarganegaraannya dan menerima jati dirinya? Apa harapan Lara yang lahir dan besar sebagai anak birasial kepada dunia dan pemerintah Indonesia?

Simak selengkapnya dalam program Cerita Sahabat Spesial berikut ini:

Untuk mendukung kami, silakan subscribe kanal YouTube kami.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Tak Patah Arang, Bangkit dari Kondisi Tetraplegia dan Selesaikan S2 di Jerman

Program Cerita Sahabat Spesial di bulan Desember 2023 mengangkat tema Hari Internasional Penyandang Disabilitas yang jatuh tiap 3 Desember. Ruanita Indonesia mengundang Suan Ny yang tinggal di Jerman dan tinggal di kursi roda akibat kondisi tetraplegia.

Kondisi tetraplegia adalah Tetraplegia adalah kondisi seseorang akibat cedera yang terjadi pada otak, sumsum tulang belakang atau salah satunya sehingga orang tersebut mengalami kelumpuhan dari otot leher hingga seluruh anggota tubuhnya.

Suan Ny mengalami kecelakaan mobil ketika dia bersama anak dan temannya ingin berkunjung ke suatu karnaval di Jerman. Sejak kejadian tersebut, Suan Ny harus hidup di kursi roda. Sebelum kecelakaan terjadi, Suan Ny adalah ibu rumah tangga yang bekerja paruh waktu sebagai pengajar Bahasa Indonesia di VHS dan guru les untuk siswa-siswi Jerman. Suan Ny sendiri sempat mengalami mati suri akibat kecelakaan tersebut.

Follow us

Dengan tekad dan semangatnya, Suan Ny berusaha untuk bisa menggerakkan kepala, leher, bahu, dan tangannya meskipun dia masih harus tetap hidup di kursi roda. Suan Ny bertekad untuk menyelesaikan studi S2 yang sudah dia mulai di tahun 2015. Dalam kondisi yang terbatas, Suan Ny berhasil mendapatkan kelulusan di salah satu universitas di Jerman.

Suan Ny pun sempat merasa terluka dan kecewa karena suami Suan Ny pun berusaha meninggalkan dia. Suaminya datang ke rumah sakit, saat Suan Ny masih dirawat intensif. Dia mengatakan bahwa pengacara akan mengurus perceraian mereka. Suan Ny semakin hancur ketika anaknya pun tidak mengenalinya sejak dia dirawat lama di rumah sakit.

Suan Ny berpesan: “Save yourself first, before save the others!”. Beruntungnya pemerintah Jerman membantu dan mendukung kebutuhan Suan Ny untuk bisa bertahan hidup sebagai Single Mom seorang diri.

Bagaimana kecelakaan yang menimpa Suan Ny terjadi? Apa yang membuat Suan Ny bangkit dan termotivasi sebagai Single Mom, termasuk menyelesaikan studi S2? Apa saja yang ditunjang dan dibantu oleh Pemerintah Jerman untuk Suan Ny sebagai penyandang disabilitas? Apa pesan Suan Ny untuk pemerintah Indonesia dalam rangka Hari Internasional Penyandang Disabilitas?

Simak selengkapnya dalam program Cerita Sahabat Spesial di kanal YouTube kami berikut ini:

Subscribe kanal kami agar kami bisa berbagi lebih banyak lagi.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Mengapa Kita Tidak Boleh Tahu Jenis Kelamin Bayi Sebelum Dilahirkan?

Setiap bulan kami menghadirkan program cerita sahabat spesial yang disampaikan oleh sahabat Ruanita Indonesia di seluruh dunia. Dalam rangka memperingati Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, kami mengundang Indah Sibuea yang tinggal di India. Indah adalah warga negara Indonesia yang tinggal di India, tepatnya di New Delhi hampir tiga tahun.

Indah juga mengelola kanal YouTube pribadinya Indah Sibuea dengan pengikut hampir dua ribu. Indah banyak bercerita tentang serba-serbi kehidupan barunya, termasuk bagaimana pengamatan dan pengalamannya tinggal di India. Indah dapat dikontak via akun Instagram indahsibuea.

Berdasarkan pengamatannya, memang ada perbedaan perlakuan pengasuhan keluarga-keluarga di India dalam membesarkan dan mengasuh anak. Ketidaksetaraan terjadi misalnya bagaimana anak laki-laki lebih didahulukan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi, dibandingkan anak perempuan. Fenomena ini masih nyata terjadi di desa, dibandingkan di kota besar seperti New Delhi yang menjadi kota tempat tinggalnya sekarang.

Follow us

Selama tinggal di India, Indah sempat mengalami kehamilan dan memeriksakan diri di dokter kandungan di sana. Ada aturan yang menurut dia tidak biasa, seperti bagaimana keinginannya untuk mengetahui jenis kelamin bayinya sebelum dilahirkan. Namun, hal itu tidak bisa dibenarkan untuk Indah mengetahui apakah anak yang dilahirkan itu anak laki-laki atau anak perempuan.

Dari pengamatan dan obrolannya dengan orang-orang India, pernikahan di India merupakan pesta besar yang memerlukan biaya. Hal ini mengingat status sosial dalam sebuah keluarga. Setelah menikah, perempuan di India terbiasa untuk tinggal menyatu dengan keluarga pihak suami. Kebanyakan mereka juga tinggal bersama ipar dan keluarga besar pihak suami.

Mengapa Indah tidak boleh mengetahui jenis kelamin bayi yang dilahirkan saat dia tinggal di India? Apakah masih terjadi perbedaan perlakuan pengasuhan antara anak laki-laki dengan anak perempuan? Bagaimana Indah menjelaskan tentang kehidupan keluarga di India? Apa saran Indah dalam rangka Hari Internasional Penghapusah Kekerasan terhadap Perempuan?

Simak selengkapnya dalam video berikut ini di kanal YouTube kami:

Subscribe kanal YouTube kami untuk mendukung kami.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Bagaimana Atasi Trauma dengan Play and Creative Arts Therapy?

Program cerita sahabat spesial digelar oleh Ruanita (Rumah Aman Kita) Indonesia setiap bulan melalui video berkisar 5-10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube. Pada episode Oktober 2023 ini, Ruanita Indonesia mengundang Mala Holland yang telah bekerja di Inggris sebagai Psikoterapis. Sebagai tenaga profesional untuk Trauma Care Practitioner, Mala melakukan pendekatannya melalui play and creative arts dalam melayani kliennya dari berbagai kelompok usia.

Menurut Mala, trauma terjadi sebagai respon tubuh terhadap peristiwa yang pernah dialami. Mala menyadari bahwa tidak mudah bagi tiap orang untuk menceritakan persoalan trauma yang dialaminya. Bahkan Mala pernah mendapatkan klien usia anak-anak yang sama sekali belum dapat mengkomunikasikan apa yang dialaminya akibat peristiwa yang menyebabkan dia trauma.

Melalui pendekatan Play and Creative Art Therapy, Mala membantu para kliennya untuk mengkomunikasikan apa yang mereka alami dan rasakan. Menurut Mala, creative art atau playdough bisa membantu klien menggali hal yang tidak disadarinya yang ada di bagian ketidaksadaran manusia.

Trauma menurut Mala terjadi pada memori yang fragmented dan mungkin saja “tidak utuh” sehingga perlu dibantu untuk mengenali apa yang membuat seseorang itu merasa trauma. Setiap orang mengalami trauma yang tidak mudah dan perlu penanganan ahli/profesional melalui berbagai pendekatan. Mala sendiri juga menyebutkan berbagai trik yang bisa membantu seseorang untuk keluar dari traumanya.

Follow us

Pergi ke terapi atau bertemu dengan tenaga ahli adalah sebagian kecil yang memang membantu seseorang untuk keluar dari trauma. Namun, sebagian besar waktu yang diperlukan keluar dari trauma bergantung pada orang tersebut dan dukungan sosial dari orang-orang sekitarnya seperti keluarga.

Mala menyarankan agar kita perlu mencari tahu mana terapi yang cocok dengan kebutuhan kita. Bahkan Mala meminta kita untuk mengecek policy yang dimiliki si terapi dalam membantu kliennya. Kita bisa saja pergi mencari bantuan ke piskoterapi lainnya, bilamana dirasakan tidak cocok.

Bagaimana pendekatan play and creative art therapy dalam membantu klien mengatasi trauma? Apa saja yang diperlukan orang yang mengalami trauma untuk mengatasinya? Apa yang sebaiknya dilakukan keluarga dan social support system dalam membantu orang sekitar yang mengalami trauma? Berapa besaran biaya dan cara mendapatkan terapi untuk mengatasi trauma?

Simak selengkapnya berikut ini:

Subscribe kanal YouTube kami.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Memahami Alzheimer dari Perspektif Mixed-Culture

Dalam rangka Hari Alzheimer Sedunia 2023, Ruanita (Rumah Aman Kita) Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Alzheimer Indonesia di Nederland (ALZI Ned) dan Komunitas ALZI Chapter Jerman (ALZI Jerman) menggelar kolaborasi kampanye selama sepekan. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan Alzheimer yang tidak banyak diketahui umumnya oleh masyarakat Indonesia.

Seperti yang disampaikan oleh Amalia Fonk-Utomo, Chair of ALZI Ned yang berpendapat bahwa isu Alzheimer masih dipandang sebelah mata dan menganggap pikun sebagai gejala normal untuk orang tua.

Padahal satu anggota keluarga yang terkena demensia, seluruh anggota keluarga akan terkena dampaknya. Itu sebab Amalia yang dibantu oleh ALZI Ned gencar melakukan kampanye “Jangan Maklum dengan Pikun!” yang sudah dilakukan sejak beberapa tahun belakangan ini.

Kampanye sepekan ini juga dilakukan untuk menindaklanjuti diskusi online yang pernah dilaksanakan tahun lalu dan bekerja sama dengan KJRI Frankfurt.

Hal ini dirasakan penting mengingat isu Alzheimer bisa dilihat dalam konteks lintas budaya seperti yang dikampanyekan oleh Tim ALZI Ned yang telah banyak melakukan program sosial di Belanda dan sekitarnya.

Selain itu, pendekatan lintas budaya untuk orang Indonesia sebagai migran di luar Indonesia dirasakan penting agar ada keterlibatan peran perwakilan pemerintah Indonesia seperti KBRI/KJRI yang dapat membantu mengatasi permasalahan ODD (=orang dengan Demensia) ini.

Amalia juga menyoroti pentingnya pemerintah Indonesia menyediakan layanan berkualitas untuk para lansia asal Indonesia yang ingin menghabiskan masa tua mereka di tanah air.

Amalia mengakui layanan ini masih kurang menjadi perhatian, terutama apabila kelompok lansia ini menjadi ODD setibanya di tanah air.

Lebih lanjut tentang penjelasan Amalia ini dapat dilihat dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube kami berikut ini:

Silakan subscribe kanal YouTube kami agar kami bisa berbagi lebih banyak lagi.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Promosi Indonesia di Luar Indonesia dan Tantangannya

Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, RUANITA mengundang Eka Moncarre yang tinggal hampir 30 tahun di Prancis dan telah lama bergiat di bisnis promosi pariwisata Indonesia di luar Indonesia.

Setelah menyelesaikan studi di Sekolah Menengah Industri Pariwisata (SMIP) di Indonesia, Eka kemudian melanjutkan kuliahnya di Prancis untuk menekuni bidang pariwisata, terutama memperkenalkan Indonesia di Eropa. Eka bahkan pernah ditunjuk sebagai VITO (=Visit Indonesia Tourism Officer) sebagai agen perwakilan promosi Indonesia di mancanegara.

Pengalaman Eka dalam dunia pariwisata dan budaya sudah tidak diragukan lagi. Eka bercerita kalau dia pernah dipercaya untuk mendampingi perhelatan COP tahun 2021 di Paris.

Keinginannya semakin kuat untuk mempromosikan Indonesia di Eropa, setelah dia berhasil membuat business plan untuk merintis House of Indonesia atau yang dikenal La Maison De L’Indonesie di Paris.

Eka adalah Fouder dan CEO untuk rumah budaya di Paris yang banyak mempromosikan Indonesia lewat industri kopi, kuliner, produk-produk kerajinan orang Indonesia, ekspo budaya, hingga pariwisata.

Follow us ruanita.indonesia

Dalam video berdurasi 5 menit, Eka bercerita bagaimana awal mulanya dia ingin memperkenalkan kopi asal Indonesia yang tidak dikenal kafe-kafe di Eropa padahal Indonesia adalah produsen kopi terbesar di dunia.

Eka menyadari bahwa merintis promosi Indonesia pun tidak mudah. Salah satunya, Eka berpendapat penting untuk melihat poin of view orang-orang bukan Indonesia tentang Indonesia sendiri.

Selain itu, Eka berpendapat pentingnya promosi sebagai investasi, bukan lagi memandang promosi sebagai membayar atau tidak membayar. Eka menyadari berbisnis pariwisata dan budaya bukan hal yang mudah.

Apa saja tantangan Eka dalam merintis usahanya di Paris, Prancis? Bagaimana sebaiknya peran pemerintah Indonesia dalam mempromosikan Indonesia di luar Indonesia? Apa saja kunci keberhasilan Eka dalam mengelola usaha yang dirintisnya? Apa harapan Eka agar promosi pariwisata dan budaya Indonesia tidak “jalan di tempat”?

Simak selengkapnya di kanal YouTube kami berikut ini:

LIKE dan SUBSCRIBE kanal YouTube kami ya!

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Kenali Ragam dan Bentuk Human Trafficking yang Tak Tampak

Dalam rangka Hari Internasional Anti Perdagangan Manusia Sedunia yang jatuh tiap 30 Juli, RUANITA mengundanga Sahabat RUANITA yang tinggal di Inggris dan pernah menyelesaikan studi S3 terkait Human Trafficking atau Trafficking in Persons dengan studinya dilakukan di Indonesia. Dia adalah Gopala Sasie Rekha yang kini menjadi pengajar di Faculty of Law, Crime & Justice, Universitas of Winchester, Inggris. Dengan nama panggilan Rekha atau Sasie, dia menjelaskan tentang perbudakaan di masa lalu dan masa kini yang terjadi dalam berbagai bentuk.

Di awal, Rekha menjelaskan tentang bagaimana perbudakan atau Slavery pada jaman kolonial terjadi dan mengapa bisa terjadi pada masa itu. Rekha pun menjelaskan bagaimana nenek moyangnya dari India telah membawanya hingga ke Indonesia akibat pada masa itu. Menurut Rekha, orang terpaksa menjalani perbudakan karena terjadi otomatis.

Perbudakan pertama yang terjadi adalah Racial Slavery atau perbudakan berdasarkan kulit, yang kemudian disusul perbudakan berdasarkan agama, ekonomi, status sosial, dsb. Pada akhirnya, perbudakan sudah dilarang sejak tahun 1800-an.

Follow us: @ruanita.indonesia

Pada masa kini, Rekha mengakui terjadi berbagai bentuk “perbudakan moderen” yang tampak seperti payung yang lebih fokus pada “perbudakaan ekonomi”, yang terdiri atas berbagai macam istilah seperti Human Trafficking, Child Exploitation, Labor Exploitation, dan lainnya yang banyak ragamnya.

Bahkan istilah trafficking bisa merujuk pada drugs trafficking, organ trafficking, dan lainnya sehingga ini termasuk sebagai organized crime. Kebanyakan awam memandang Human Trafficking hanya pada area internasional, kenyataannya tidak demikian. Kebutuhan akan permintaan orang dengan berbagai tujuan bermunculan setiap saat yang tidak tampak seperti Bride Trafficking yang mungkin dianggapnya adalah seperti pernikahan impian.

Ketika perempuan tersebut menjadi korban Bride Trafficking, dia tidak menyadari bahwa ada banyak pekerjaan rumah tangga yang dipikulnya dan tidak mengetahui hak-haknya untuk hidup dan tinggal di negara tujuan. Tak jarang korban Bride Trafficking pun harus mengalami penyiksaan dan kekerasan dari pasangan.

Rekha juga menambahkan istilah Human Smuggling yang kini dianggap menjadi jalan seseorang untuk keluar dari negaranya. Di jaman seperti sekarang, kasus Human Smuggling masih terjadi karena tradisi, ritual atau Honor Killing yang menyebabkan seseorang terpaksa keluar dari negaranya tersebut. Rekha juga berpendapat kalau Human Smuggling ini pasti ilegal dan tidak ada dokumen penyertanya.

Lalu mengapa istilah “Slavery” tidak tepat digunakan dalam konteks sekarang? Mengapa Human Trafficking disebut sebagai organized crime? Apa bedanya Human Trafficking dengan Human Smuggling? Apa maksudnya Honor Killing itu? Apa yang sebaiknya kita lakukan agar terhindar dari jerat perdagangan manusia ini?

Simak video selengkapnya di kanal YouTube berikut ini: