(IG LIVE) Bahas Tuntas Single Shaming

Melanjutkan diskusi IG Live yang tayang setiap bulan, pada bulan Januari 2025 Ruanita – Rumah Aman Kita – Indonesia menggelar diskusi yang tak kalah seru untuk membahas status single, bersama dua sahabat Ruanita yang berada di dua lokasi negara berbeda.

Tentunya, diskusi IG Live tetap dipandu oleh Zukhrufi Sysdawita yang membahasnya secara menarik bersama Ecie Linasari dan Nissa Vidyanita. Pandangan single shaming bisa dilihat dalam perspektif budaya dan atau psikologi, tetapi apakah benar ini disebabkan ketidaksetaraan gender?

Ecie meyakini bahwa pertanyaan tentang status single yang disandangnya lebih banyak diperoleh dari orang-orang Indonesia, meski dia berada di Jerman. Batasan yang tegas memang diperlukan untuk merespon pertanyaan orang-orang sekitar atau membuat komentar negatif yang tidak tepat.

Sementara Vidya memahami bahwa Single Shaming mudah terjadi di masyarakat, yang masih menempatkan perempuan pada posisi marjinal. Vidya tidak mengalami single shaming saat berada di Irlandia. Perempuan yang tidak berpasangan masih dianggap sebagai bentuk kegagalan.

Single shaming juga masih dipandang kuat dalam perspektif budaya, sehingga hal itu tidak terjadi pada masyarakat di Jerman atau di Irlandia. Menurut Ecie, orang asing yang tak kenal di Indonesia bisa saja dengan mudahnya bertanya tentang status pernikahan padanya.

Vidya pun berpesan kepada sahabat Ruanita yang menyimak Diskusi IG Live untuk percaya bahwa tidak ada yang salah menjadi single. Berikan pula batasan yang menandakan bahwa kita harus bisa menghargai diri sendiri dan orang lain.

Simak selengkapnya diskusi IG Live berikut ini:

(PODCAST RUMPITA) Studi dan Pembelajaran Hidup dari Jerman Ke Thailand

Melanjutkan episode ke-31 dari program podcast RUMPITA di bulan November kali ini, Podcaster Anna dan Ecie mengundang sahabat Ruanita yang tinggal di Bangkok, Thailand. Dia adalah Legiana Lestari yang baru saja menyelesaikan studi S2 di Thailand, untuk memperdalam keahlian Bahasa Jermannya. Dalam episode ini, Legiana banyak berbicara tentang studi dan pembelajaran hidup yang diperolehnya saat berada di Jerman dan di Thailand.

Awal studi S1 di Indonesia, Legiana yang studi Bahasa Jerman merasa perlu untuk melanjutkan studinya dan memperdalam kemampuan berbahasa Jerman karena dia tidak pernah mendapatkan Native Speaker sebagai pengajar tamu dalam perkuliahan. Legiana merasa perlu praktik Bahasa Jerman dengan penutur asli, sehingga ia memutuskan studi ke Jerman.

Setiba di Jerman, Legiana berkuliah di Universitas Hamburg tetapi tak mudah untuk mengikuti perkuliahan sepenuhnya. Untuk memperdalam keahliannya tersebut, Legiana sempat mencoba berbagai program di Jerman agar dapat langsung mempraktikkan Bahasa Jerman dengan native speaker.

Legiana tidak berhasil menyelesaikan studi di Jerman dan dia memutuskan kembali ke Jerman. Saat itu, Legiana harus merawat sang ibu yang sakit. Tak hanya itu, kondisi pandemi juga menyulitkan Legiana untuk meneruskan studi di Jerman.

Pada akhirnya, Legiana kembali menyusun rencana ulang agar dapat melanjutkan studi Bahasa Jerman dan meraih impiannya tersebut, yang sempat tertunda. Saat bertemu dengan pemelajar, Legiana seperti terpacu untuk dapat meneruskan studinya tersebut.

Legiana tahu bahwa tak mudah mendapatkan studi belajar dan tinggal di Jerman. Ada banyak cerita bagaimana studi di Jerman tak mudah, meskipun Legiana telah menguasai Bahasa Jerman di kampus sebelumnya di Indonesia.

Kita hanya berencana, Tuhan yang menentukan. Legiana mendapatkan kesempatan beasiswa di Thailand yang mana ia bisa tetap dapat melanjutkan studi berbahasa Jerman impiannya tersebut. Meski tinggal di Thailand, tak mudah tetapi Legiana bersyukur tidak ada perbedaan jam untuk tetap mengontak ibunya di Indonesia.

Legiana bercerita bahwa dia harus menguasai Bahasa Jerman dan Bahasa Thailand sekaligus agar dapat menyelesaikan studinya tersebut. Sehari-hari administrasi perkuliahan banyak menggunakan Bahasa Thailand. Tak hanya menguasai Bahasa Thailand saja, Legiana juga lebih sering menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi selama tinggal di Thailand.

Simak diskusi podcast RUMPITA selengkapnya yang dipandu oleh Anna dan Ecie di Jerman berikut ini: