(SIARAN BERITA) Ruanita Indonesia Gelar Diskusi Online Untuk Perkuat Solidaritas Orang Indonesia di Finlandia dan Estonia

HELSINKI, 28 September – Ruanita Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Helsinki menyelenggarakan diskusi online bertajuk “Resiliensi Bermigrasi di Finlandia” yang dihadiri sejumlah warga Indonesia di Finlandia dan di Estonia serta berbagai warga Indonesia lainnya yang tertarik dengan tema psikologi dan budaya.

Kegiatan ini menghadirkan ruang berbagi inspirasi, tantangan, serta strategi adaptasi bagi warga Indonesia yang merantau di Finlandia maupun masyarakat yang tertarik dengan isu migrasi.

Migrasi tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga sebagai proses panjang yang melibatkan penyesuaian sosial, budaya, dan psikologis. Bagi orang Indonesia di Finlandia, keberhasilan dalam studi, karier, maupun kehidupan sosial kerap ditentukan oleh resiliensi, strategi coping, dan pemahaman budaya lokal.

Melalui diskusi ini, Ruanita Indonesia berharap dapat menghadirkan ruang reflektif dan interaktif, sekaligus memberikan inspirasi nyata dari pengalaman para perantau yang telah sukses membangun kehidupan di negeri rantau.

Acara ini dibuka oleh Dubes RI untuk Finlandia dan Estonia, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman dari Evita Haapavaara, seorang wiraswasta asal Indonesia yang berhasil membangun usaha di Helsinki. Diskusi juga menghadirkan Desiree Luhulima, praktisi pendidikan dasar di Finlandia yang menguraikan nilai-nilai pendidikan sebagai fondasi penting dalam membangun resiliensi dan keterampilan sosial di lingkungan baru.

Selain itu, Yuniar Paramita Sari, peneliti di bidang migran di Hong Kong, yang memaparkan perspektif sosial dan budaya tentang tantangan migrasi yang aman dan bijak, serta pentingnya dukungan komunitas dalam proses adaptasi.

Diskusi ini dimoderasi oleh Ari Nursenja, mahasiswa doktoral di Helsinki, dan ditutup dengan sesi tanya jawab serta penarikan benang merah dari keseluruhan pembahasan. Program ini terbuka bagi siapa saja yang ingin memahami lebih jauh dinamika kehidupan perantau di Finlandia dan Estonia.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperoleh wawasan praktis, inspirasi, serta memperluas jejaring komunitas yang dapat memperkuat solidaritas sesama orang Indonesia di negeri rantau. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Ruanita Indonesia di www.ruanita.com.

Simak rekaman acara berikut di kanal YouTube kami dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

(PODCAST RUMPITA) Menjajaki Karier di Negeri Baltik, Usai Studi di Estonia

Memasuki episode di musim panas, program podcast Rumpita yakni Rumpi bersama Ruanita mengundang sahabat Ruanita yang tinggal di Estonia. Diskusi via podcast ini dipandu oleh Fadni, mahasiswi S2 yang menempuh studi di Universitas Humboldt di Berlin, Jerman dan didampingi oleh Anna.

Tamu podcast yang diundang dalam episode ini adalah Enlik Tjio, seorang podcaster juga lewat akun instaram enliktjioe. Enlik juga suka dengan hal-hal yang berkaitan dengan green technologies yang sedang hits beberapa tahun belakangan ini.

Enlik adalah seorang Software Developer yang telah menyelesaikan studi master di bidang teknologi dan informatika di Estonia. Kini Enlik tetap tinggal di Estonia, mengelola program Podcast pribadinya, dan menjalani hobi traveling ke berbagai negara.

follow us

Nama Enlik bukanlah sebuah nama yang memilliki makna. Enlik mengakui bahwa ini adalah nama yang tidak sengaja disebutkan oleh ibunya yang kesulitan menyebutkan nama “Hendrik”, sehingga nama Enlik tercatat dalam dokumen resmi hingga sekarang.

Nama membawa berkah dan mungkin yang terjadi pada Enlik setelah dia menyelesaikan studi di bidang teknologi dan informatika di Indonesia.

Enlik pun sempat mengenyam pengalaman tinggal di Australia, kemudian membuatnya untuk terus mengasah pengalaman yang lebih menantang dan menarik lagi di benua biru.

Enlik mengakui bahwa dia sempat melamar studi di beberapa negara, hingga akhirnya dia memilih studi di Estonia yang lebih mudah secara birokrasi dan memberikan tunjangan sebagai mahasiswa di awal studi.

Bagaimana perjalanan Enlik hingga berhasil menempuh studi di Estonia? Apa saja syarat-syaratnya untuk bisa studi di Estonia? Bagaimana pengalaman menarik dan menantang yang dialami Enlik selama studi dan tinggal di Estonia? Apa saja rekomendasi Enlik terkait dengan green technologies yang sedang marak dibicarakan akhir-akhir ini untuk diterapkan di Indonesia? Kalau mau tinggal dan bekerja di Estonia, apa pesan Enlik?

Simak diskusi Podcast berikut ini dan jangan lupa follow akun podcast kami ya: