(PODCAST RUMPITA) Suara Perempuan pada Media dan Kesehatan Mental Generasi Muda

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, Podcast Rumpita – Rumpi bareng Ruanita episode Maret 2026 menghadirkan sosok perempuan inspiratif, yakni Vivid Argarini.

Seorang pendidik, aktivis, dan Co-Founder komunitas Sehatmental.id, Vivid berbagi perjalanan hidupnya yang penuh dedikasi terhadap pendidikan, kesehatan mental, dan pengembangan generasi muda.

Vivid membuka cerita dengan refleksi mendalam tentang ibunya yang wafat tak lama sebelum podcast ini direkam. Ibunya adalah anak pertama dari 10 bersaudara dan berasal dari keluarga sederhana di Solo. Meski tak sempat menempuh pendidikan tinggi karena harus mengurus adik-adiknya, sang ibu punya mimpi besar agar anak-anaknya harus bersekolah tinggi.

Mimpi itulah yang membawa Vivid berkuliah di Amerika Serikat pada tahun 1991, sembari membesarkan tiga anaknya. Pengalaman ini membentuk keteguhan dan rasa syukurnya terhadap pendidikan dan keluarga.

Setelah menutup aktivitas medianya di tahun 2014, Vivid berfokus pada bidang akademik dan kesehatan mental. Bersama komunitas Sehatmental.id dan Mentalisation.id, ia membangun platform yang menjadi penghubung dan amplifier untuk orang muda yang membutuhkan bantuan psikologis.

“Kami ingin hadir sebagai jembatan, sebagai titik penghubung bagi siapa pun yang merasa butuh pertolongan,” ungkapnya.

Komunitas ini aktif menyelenggarakan Mental Health Festival, melakukan edukasi dari mall ke mall, dari radio ke event, demi membuka ruang bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan menyadari pentingnya kesehatan mental.

Tak hanya di dunia pendidikan, Vivid juga aktif di dunia perfilman. Ia terlibat dalam film seperti Surga Menanti dan Nyai Ahmad Dahlan, yang mengangkat peran perempuan dan ibu dalam meraih mimpi, bahkan saat menghadapi keterbatasan. Film-film ini menekankan bahwa perempuan juga punya hak dan ruang untuk mengejar cita-cita.

Ia juga menulis buku bertema etika dan sopan santun, sebagai upaya membimbing generasi muda tidak hanya lewat pengetahuan, tetapi juga karakter.

Bagi Vivid, mentoring bukan hanya soal mengajar, tapi memberi teladan. Ia meyakini bahwa setiap orang bisa menjadi role model bagi orang lain. Di kelas, ia kerap menekankan bahwa belajar tak hanya dari textbook, tetapi juga dari hidup itu sendiri.

“Adab lebih penting daripada ilmu. Anak-anak harus belajar dari siapa pun dan dari mana pun, termasuk dari kegagalan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri perlahan, dan menyadari bahwa rasa minder adalah bagian wajar dari pertumbuhan.

“Kamu boleh merasa belum percaya diri hari ini. Namun katakan dalam hati bahwa aku akan jadi versi terbaikku di masa depan,” ujar Vivid penuh semangat.

Sebagai ibu dari anak-anak yang kini menempuh pendidikan di Jerman, Vivid berpesan agar orang tua memberi ruang kepada anak-anak untuk belajar dari hidup, bukan hanya dari sekolah.

“Jika ada kesempatan untuk anak belajar di luar kota atau luar negeri, ambil itu. Bukan hanya soal akademik, tapi tentang kemandirian, manajemen waktu, dan mengenal dunia,” pungkasnya.

Diskusi Podcast RUMPITA kali ini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan tidak pernah sia-sia. Dari ruang keluarga, ruang kelas, hingga layar lebar, perempuan bisa menjadi agen perubahan.

Simak diskusi podcast RUMPITA selengkapnya di kanal Spotify dan pastikan SUBSCRIBE agar kami dapat berbagi lebih banyak lagi.

(SIARAN BERITA) Ruanita Kerja Sama dengan KemenPPPA dan KBRI Berlin Gelar Diskusi Daring Interaktif Bertema Program Au Pair di Eropa Barat & Skandinavia

JERMAN, 29 Juni 2025 — Ruanita Indonesia, melalui platform daring www.ruanita.com, menyelenggarakan sebuah diskusi online bertajuk “Mengenal Lebih Dekat Program Au Pair di Eropa Barat dan Skandinavia: Peluang, Pengalaman, dan Aspek Hukum” pada Minggu, 29 Juni 2025, pukul 10.00–12.00 CET (15.00–17.00 WIB).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Ruanita dalam menyuarakan perlindungan dan pemberdayaan perempuan Indonesia di luar negeri melalui edukasi dan ruang berbagi yang aman.

Program Au Pair telah menjadi salah satu jalur populer bagi generasi muda Indonesia untuk meraih pengalaman internasional.

Melalui skema ini, peserta—yang biasanya berusia muda—memiliki kesempatan tinggal di luar negeri, tinggal bersama keluarga angkat (host family), belajar bahasa baru, serta memahami budaya lokal secara langsung.

Follow us

Namun, kenyataan di lapangan tidak selalu semulus yang dibayangkan. Banyak calon Au Pair yang melangkah tanpa informasi cukup, bahkan hanya bermodalkan keinginan untuk “keluar negeri secepatnya”, tanpa mengetahui hak dan kewajiban, risiko hukum, dan tantangan hidup sebagai Au Pair di negara asing.

Akibatnya, tidak sedikit yang mengalami kesulitan—bahkan potensi eksploitasi—akibat minimnya bekal informasi dan dukungan.

Melihat fenomena ini, Ruanita Indonesia merasa perlu menghadirkan forum terbuka dan edukatif untuk memberikan informasi yang akurat, serta memperkuat pemahaman calon peserta terhadap realita program Au Pair, khususnya di kawasan Eropa Barat dan Skandinavia.

Acara ini menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang—baik mereka yang tertarik dengan program pertukaran budaya, mereka yang pernah menjadi peserta Au Pair, akademisi yang berminat akan budaya, maupun pihak berwenang dari pemerintah.

Diskusi akan dimoderatori oleh Asti Tyas Nurhidayati, relawan Ruanita Indonesia yang saat ini berdomisili di Islandia.

Susunan acara akan dimulai dengan sambutan dari Irjen Pol. (Purn) Desy Andriani, Deputi Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA RI), yang memberikan pengantar mengenai pentingnya perlindungan hukum dan edukasi sebelum mengikuti program internasional seperti Au Pair.

Dua pembicara utama yang akan membagikan pengalaman langsung adalah:

  • Lina Herliana, mantan peserta Au Pair dan kini mahasiswa di Finlandia. Ia memaparkan perjalanannya dari proses pendaftaran hingga kehidupan pasca-Au Pair.
  • Puji Sumarno, Au Pair yang saat ini sedang berada di Norwegia, yang berbagi tantangan dan keseharian sebagai bagian dari keluarga angkat di Eropa Utara.

Diskusi juga akan mendapatkan perspektif hukum dan perlindungan dari perwakilan pemerintah, yaitu Satriyo Pringgodhani, Koordinator Perlindungan WNI dan Konsuler di KBRI Berlin.

Ia menjelaskan bagaimana KBRI Berlin mendampingi WNI yang menjadi peserta Au Pair dan pentingnya mengikuti jalur resmi.

Selain itu, akan hadir seorang penanggap dari kalangan akademisi, yakni Vivid F. Argarini memberikan tinjauan sosial-budaya serta mengamati program Au Pair sebagai program pertukaran budaya, yang diminati oleh mahasiswa yang mencari peluang karier dan hidup di mancanegara.

Menurut Asti Tyas Nurhidayati, diskusi ini bukan sekadar forum berbagi cerita, melainkan juga “benteng informasi dan pelindung” bagi generasi muda Indonesia yang tertarik mengikuti program internasional.

“Melalui pengalaman nyata dan pembahasan legalitas, kami ingin memastikan bahwa adik-adik kita berangkat bukan hanya dengan semangat, tapi juga dengan bekal pengetahuan yang cukup,” ujarnya.

Diskusi ini terbuka untuk mahasiswa, lulusan baru, komunitas pecinta bahasa asing, serta masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih dalam tentang pertukaran budaya melalui jalur Au Pair.

Peserta tidak hanya dapat mengikuti acara melalui Zoom, tetapi juga dapat menyimak melalui YouTube Live di kanal Ruanita – Rumah Aman Kita.

Ruanita Indonesia (www.ruanita.com) merupakan komunitas digital dan organisasi relawan yang berbasis manajemen nilai dan intervensi komunitas, dengan fokus pada perlindungan, pendidikan, dan penguatan advokasi perempuan Indonesia di luar negeri. Berbagai kegiatan telah dilakukan sejak pendiriannya, seperti diskusi daring, kampanye kesadaran hak migran, pelatihan keterampilan daring, hingga publikasi e-book edukatif.

Acara ini merupakan bagian dari program reguler yang mendorong keterlibatan aktif perempuan Indonesia dalam isu-isu global, sekaligus memperkuat perlindungan sosial dan hukum di ranah migrasi internasional.

Informasi lebih lanjut: Asti Tyas Nurhidayati (e-mail: info@ruanita.com

Rekamannya dapat dilihat di kanal YouTube kami berikut dan pastikan SUBSCRIBE agar mendukung keberlangsungan program kami: