(RUMPITA) Mengajar Bahasa Asing Untuk Orang Asing di Jerman

Episode Podcast RUMPITA yang ke-17 mengangkat tema tentang pengajaran bahasa asing untuk kemanusiaan, dalam rangka Hari Internasional Aktivitas Charity. Itu sebab kami mengundang tamu yakni Debora Sisca, yang berprofesi sehari-hari sebagai pengajar bahasa Jerman untuk pendatang, yang akan menetap di Jerman.

Sisca adalah warga Indonesia yang berasal dari Parakan, Temanggung. Kini dia menetap di Leipzig, Jerman atau sekitar dua jam kalau kita naik kereta dari ibu kota Jerman.

Sisca sudah menyukai pelajaran bahasa asing sejak duduk di Sekolah Dasar, yakni pelajaran Bahasa Inggris. Berawal dari tugas pertukaran budaya melalui program Au Pair, Sisca datang di tahun 2015.

Di situ, Sisca mendalami Bahasa Jerman bersama keluarga yang menjadi Host Family di area Freiburg. Ternyata pelajaran Bahasa Jerman yang dikuasainya sejak di Indonesia pun mengalami kendala karena Bahasa Jerman di tempat tinggalnya memiliki dialek.

Setelah menyelesaikan program Au-Pair dan kursus Bahasa Jerman di level C1, Sisca melanjutkan studi di Jena. Au-Pair menjadi batu loncatan untuk mimpi Sisca melanjutkan impian studi di Jerman. Sisca terinspirasi untuk meneruskan studi di Jerman, yang masih berkaitan dengan Germanistik, tepatnya jurusan Bahasa Jerman untuk Penutur Asing.

Follow us @ruanita.indonesia

Penutur Asing yang dimaksud adalah mereka yang datang ke Jerman untuk memulai hidup baru. Sisca menjelaskan bahwa kebanyakan pemelajar adalah mereka yang datang dari negara-negara konflik, atau karena keadaan sehingga mereka harus pindah ke Jerman.

Sebagai pengajar, Sisca mengalami banyak pengalaman menarik dan juga menantang. Menurut Sisca, tugas pengajar itu adalah seperti “memasak” atau meramu agar siswa didiknya bisa memahami apa yang disampaikan pengajar.

Sisca mengajar Bahasa Jerman yang menjadi bagian dari program integrasi budaya, yang memang diwajibkan oleh pemerintah Jerman. Pemelajar harus hadir setiap Senin hingga Jumat selama durasi 7 bulan. Sementara bagi Fadni, kemampuan bahasa asing itu karena kebiasaan. Sisca menyarankan untuk tidak menertawakan pemelajar yang salah berkomunikasi saat belajar bahasa asing.

Bagaimana Sisca menjelaskan metode pengajaran bahasa asing untuk orang asing demi kemanusiaan? Apa saja tantangan yang dihadapi oleh Sisca menghadapi orang-orang yang berbeda latar belakang negara dan budaya? Apa pengalaman menarik dari pengajaran bahasa asing untuk orang-orang yang berbeda latar belakang akademis dan kebutuhan pemelajar? Apa lesson learned dari Sisca sebagai pengajar bahasa asing di Jerman?

Simak selengkapnya diskusi Podcast RUMPITA Episode ke-17 berikut ini:


Eksplorasi konten lain dari Ruanita - Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar