(RUMPITA) Semua Demi Visa

Sahabat Ruanita, episode kelima dari Rumpita (=Rumpi bersama Ruanita) adalah seputar pengalaman Nadia dan Fadni sebagai mahasiswa yang studi di Jerman dalam memperpanjang Visa sebagai ijin tinggal bagi WNI di luar negeri. Bemula dari cerita Nadia mengurus perpanjangan Visa sementara saat pandemi melanda dunia dua tahun lalu.

Baik Nadia maupun Fadni kini sedang menempuh program Pascasarjana di Jerman setelah mereka lulus sarjana di Jerman. Syarat untuk perpanjangan Visa Studi di Jerman menurut Nadia adalah punya tabungan sekitar 10 ribu Euro, keterangan status ijin tinggal seperti mahasiswa, kerja, dll., kontrak rumah di Jerman dan surat keterangan tempat tinggal.

Sebagai mahasiswa di luar negeri, tiap orang punya kisah masing-masing yang menarik dan tak mudah untuk dijalani. Bagaimana pengalaman Nadia dan Fadni mengurus perpanjangan Visa sebagai mahasiswa di Jerman? Ada juga tips Nadia dan Fadni yang bisa membantu untuk perpanjangan Visa. Simak cerita mereka di saluran berikut:

(RUMPITA) Rasanya Kuliah di Luar Negeri

Nadia dan Fadni adalah mahasiswa Pascasarjana yang kini belajar di Jerman. Berawal dari impian mereka ingin kuliah di Jerman, mereka mulai studi sarjana di Jerman kemudian melanjutkan lagi studi sambil mencari peluang pekerjaan.

Nadia sendiri bercerita bahwa biaya kuliah berawal dari pemberian orang tua, hingga akhirnya dia sendiri harus mencari cara agar bisa mandiri dan mencoba berbagai peruntungan di Jerman.

Sebagai informasi, kuliah di Jerman tidak selalu bergantung pada daftar kehadiran mahasiswa. Namun ini menjadi kendala Nadia ketika dia mendapatkan pekerjaan sampingan yang tidak bisa serta merta menjadi fleksibel untuk mengatur jadwal kuliah.

Di tempat studi Nadia, daftar hadir mahasiswa itu wajib diperhatikan sehingga mahasiswa yang ingin kuliah sambil kerja perlu memperhatikan hal ini.

Nadia mengalami betapa beratnya harus kuliah sambil bekerja di Jerman. Istilah “Kuliah atau Kuli, Ah” menjadi julukan disematkan ketika mahasiswa berusaha mandiri untuk mencukupi biaya hidup di luar negeri.

Nadia menjelaskan bahwa mahasiwa di Jerman bisa bekerja dengan standar upah 450€ per bulan yang tidak kena potongan pajak. Mahasiswa juga perlu memperhatikan jumlah jam kerja yang disyaratkan, sehingga mahasiswa tidak boleh melebihi aturan tersebut.

Sementara Fadni bersyukur bahwa biaya kuliah ditanggung oleh orang tua tetapi Fadni tetap berusaha mencari mini jobs untuk melihat peluang liburan ke negeri tetangga.

Fadni menggambarkan pengalaman kerja yang kerap tak menetap, sekitar 1 bulan, 3 bulan bahkan pernah 1 tahun. Pengalaman menarik ketika Fadni harus bekerja sebagai Houskeeper di hotel dimana selama ini Fadni hanya sebagai tamu di hotel.

Sebagai pekerja hotel, Fadni akhirnya memutuskan berhenti bekerja. Dia harus banyak bekerja di hari Sabtu dan Minggu terutama pengalaman Fadni yang tidak nyaman dan tak enak untuk membersihkan kamar mandi dan kamar tidur tamu hotel.

Pengalaman kerja yang membuat stres untuk Fadni adalah mengantarkan makanan ke pelanggan, terutama saat jam makan tiba. Pekerjaan itu membuat sangat hectic, apalagi di area kota besar seperti Berlin.

Pekerjaan demi pekerjaan ditekuni Fadni dan Nadia dengan harapan melatih kemandirian mereka selama berada di luar negeri.

Bagaimana pun pekerjaan tersebut melatih mental mereka untuk tidak bergantung pada orang tua dan menghadapi suka duka berhadapan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Belum lagi muncul berbagai streotype Nadia dan Fadni yang berasal dari Asia, yang dianggap sebagai pekerja penurut.

Bagaimana kisah pengalaman mereka yang sedang kuliah sambil bekerja di Jerman?

(RUMPITA) Begini Rasanya Pacaran Beda Kultur

Sahabat RUANITA, episode ketiga kali ini dibawakan oleh Nadia dan Fadni dengan tema: Pacaran Beda Kultur. Sebagai mahasiswa yang sedang menempuh studi Master di Jerman, Nadia dan Fadni membeberkan berbagai pengalaman dan pendapatnya selama tinggal di Jerman. Tentu pacaran beda kultur bukan hal yang mudah dihadapi, apalagi budaya masih dipandang sebagai hal yang essential.

Menempuh pendidikan atau sedang menjalani pekerjaan di negara perantauan kerap dihadapkan pada pilihan asmara yang sulit, terutama jika itu menyangkut nilai-nilai, prinsip hidup, keyakinan agama hingga tradisi yang berbenturan dengan pacar yang baru saja dikenal. Nah, bagaimana pengalaman menghadapi pacaran beda kultur di masa-masa studi di mancanegara?

Penasaran dengan cerita mereka? Sila simak Podcast episode ke-3 di saluran RUMPITA: Rumpi bersama RUANITA.

(RUMPITA) Mencari Teman, Awas Lawan

Episode kedua Podcast kali ini membahas bagaimana mencari teman saat di mancanegara. Sebagaimana diketahui, Fadni dan Nadia adalah mahasiswa yang sedang studi program Pascasarjana di Jerman. Tentu tak mudah untuk mencari teman baru di lingkungan asing dengan bahasa dan budaya yang berbeda. Pencarian teman dimulai dengan mencari teman dari satu negara, satu kota asal hingga satu kamar kos.

Perjalanan Fadni dan Nadia dalam mencari teman berawal dari menyeleksi pertemanan agar mereka tetap fokus terhadap diri sendiri yakni tanggung jawab sebagai pelajar. Bahwa tak melulu teman akan menjadi lawan, tetapi bagaimana teman yang mendukung di saat susah dan senang selama di rantau bukan perkara mudah.

Bagaimana perjalanan Fadni dan Nadia tersebut dalam mencari teman? Apa kita perlu berhati-hati berkenalan dan membangun pertemanan, meski kita sama-sama berasal dari Indonesia?

(RUMPITA) Rasanya Tinggal di Luar Indonesia Pertama Kali

RUMPITA adalah salah satu program RUANITA yang membahas kehidupan sehari-hari di mancanegara dari sudut pandang Fadni dan Nadia.

Fadni dan Nadia saat ini sedang menempuh studi master di Jerman. Mereka akan memandu program Podcast RUMPITA yang akan diluncurkan tiap bulan sekali.

Episode pertama RUMPITA kali ini membahas pengalaman pertama kali tinggal di mancanegara. Sebelum pergi dan studi di Jerman, Nadia menceritakan pengalamannya yang tidak pernah pergi sendirian, tanpa orang tua.

Bermula dari minat Nadia untuk studi di Jerman, ia pun memutuskan untuk terbang ke Jerman meraih cita-citanya melalui agen yang menawarkan studi ke Jerman. Kini Nadia sudah tinggal hampir sepuluh tahun di Jerman.

Bertolak belakang dengan cerita Nadia, Fadni tak pernah berangan-angan studi dan tinggal di Jerman. Semula Fadni ingin melanjutkan studi di Universitas Negeri di Indonesia, kenyataannya dia tidak lulus untuk masuk ujian penerimaan. Fadni akhirnya menemukan tempat kursus Bahasa Jerman yang membawanya kesempatan studi di Jerman.

Bagaimana pengalaman mereka selanjutnya tiba di Jerman tanpa orang tua, terutama Fadni dan Nadia yang belum pernah tinggal jauh dari keluarga?

Simak saluran Podcast kami di link yang ditautkan. Untuk tema/saran Podcast, bisa kirimkan ke email info@ruanita.com.