(RUMPITA) Suasana Natal dan Liburan Telah Tiba

Pada episode Podcast – RUMPITA – bulan Desember 2022 membahas tentang liburan yang mulai terasa di Jerman karena sudah memasuki akhir tahun. Suasana akhir tahun di negeri empat musim memang terasa romantis, apalagi cuaca di Jerman kali ini memang sedang dihujani salju dan suhu yang dingin sekali.

Celoteh Nadia dan Fadni sebagai mahasiswa di Jerman diawali dari pengalaman mereka membayangkan liburan di negeri empat musim seperti film dan buku yang mereka baca saat masih di Indonesia. Fadni menceritakan bagaimana orang-orang Jerman merayakan Advent sebagai tradisi jelang Natal.

Meskipun Nadia dan Fadni tidak merayakan Natal tetapi mereka berdua mampu menceritakan dengan baik pengalaman mereka tentang keseharian orang Jerman mempersiapkan hari raya tersebut. Bahkan Nadia bisa membedakan bahwa tiap region di Jerman punya kebiasaan berbeda saat memikmati momen makan malam 24 Desember tersebut.

Nadia yang tinggal di Jerman belahan utara berpendapat masyarakat di sekitarnya biasa menyiapkan ikan. Fadni berpendapat di Berlin biasanya menyiapkan bebek untuk keluarganya.

Follow akun IG @ruanita.indonesia

Selain merayakan Advent, dekorasi Natal seperti pohon Natal mulai dijajakan di supermarket. Nadia dan Fadni yang memulai tinggal di Jerman saat di Studienkollege, merasakan bagaimana suasana gembira dirayakan orang-orang di Jerman di sekitarnya. Natal di Jerman.

Cerita Nadia dan Fadni yang menceritakan bagaimana mereka beradaptasi dengan tradisi orang-orang Jerman seperti Adventkalender, Nikolaustag, Sinterklas, Pohon Natal dan Tukar Kado. Fadni pun menjelaskan bagaimana budaya anak-anak di Jerman menantikan Sinterklas jelang Natal.

Bagaimana cerita mereka berdua mengamati tradisi orang-orang Jerman? Simak yuk dalam Podcast berikut ini:

(RUMPITA) Penghematan Besar-besaran Memasuki Musim Dingin

Episode Podcast Rumpi bersama Ruanita – Rumpita – kali ini membahas tentang dampak inflasi terhadap kehidupan mahasiswa di Jerman.

Adalah Nadia dan Fadni yang menjadi Host Podcast milik RUANITA yang membahas serba-serbi kehidupan para mahasiswa di tanah rantau.

Mereka berdua telah hampir 10 tahun tinggal di Jerman sebagai pelajar yang kini sedang menempuh studi Pascasarjana di Jerman.

Fadni yang tinggal di Berlin, Jerman pernah merasakan getirnya kenaikan harga sewa flat karena setiap tahun selalu ada kenaikan.

Fadni bercerita bahwa per September 2022 harus menghemat energi sehingga harus menjadi perhatian semua penyewa gedung, termasuk musim dingin ini adalah bagaimana kita memakai penghangat ruangan.

Kiat Nadia dan Fadni juga bisa diterapkan untuk mahasiswa yang tinggal di negeri empat musim. Dampak kenaikan harga pangan dan listrik juga mempengaruhi gaya hidup seperti sembako, penggunaan sepeda atau penggunaan barang-barang elektronik di rumah.

Pengaruh harga listrik telah berdampak pada kehidupan sehari-hari para mahasiswa yang ada di benua biru seperti Jerman.

Perilaku berhemat tidak hanya menguntungkan kocek sendiri melainkan juga gaya hidup sebagian besar orang-orang Jerman yang sudah mulai mengikat ikat pinggang.

Bagaimana celoteh Nadia dan Fadni tentang dampak inflasi terhadap kehidupan mereka? Bagaimana kiat-kiat mereka mengatasi tantangan hidup berhemat di tengah musim dingin?

Simak yuks di Podcast RUMPITA berikut ini:

(RUMPITA) Warna-warni Musim Gugur di Bulan Oktober

Pada episode berikut dari RUMPITA – Rumpi bareng RUANITA – yang dibawakan oleh Nadia dan Fadni mengambil tema tentang bulan Oktober yang menjadi favorit mereka berdua.

Pasalnya keduanya merayakan hari ulang tahun di bulan ini. Mereka pun berdua menceritakan bagaimana awal mulanya mereka saling mengenal hingga mengetahui tanggal ulang tahun masing-masing.

Mungkinkah cerita pertemuan mereka yang tak sengaja di Jerman seperti kisah kalian yang juga tanpa sengaja sebenarnya sudah dekat, hanya saja tidak menyadarinya.

Bulan Oktober tidak hanya persoalan perayaan ulang tahun mereka saja, tetapi mereka juga menceritakan pengalaman mereka di musim gugur.

Musim gugur memiliki suka duka tersendiri bagi Nadia dan Fadni yang sudah lama tinggal di Jerman lebih dari 5 tahun.

Seperti Fadni, dia menceritakan bagaimana dia beradaptasi dengan suasana musim gugur yang kadang membuat musim angin dan cuaca yang tak menentu.

Suasana yang melow ini tentu membuat keduanya mengalami perubahan suasana hati.

Simak juga pengalaman Nadia dan Fadni yang berbagi tips makanan dan minuman yang biasa mereka nikmati di musim gugur.

Bagaimana kiat mereka berdua dalam menjalani hari-hari di musim gugur sebagai mahasiswa pascasarjana di Jerman? Atau bagaimana mereka mengatasi rasa rindu Indonesia saat berada di Jerman di musim gugur ini?

(RUMPITA) Jauh Di Mata, Susah Di Dompet

Episode ke-6 Podcast Rumpita ini – Nadia dan Fadni – dimulai dari nostalgia jelang persiapan acara Tujuhbelasan yang dulu mereka ikuti saat masih di Indonesia. Kini mereka menetap di Jerman selama satu dekade yang berawal dari studi sarjana mereka. Suka duka sebagai mahasiswa di tanah rantau dibahas oleh Fadni dan Nadia.

Cerita nostalgia, rindu tanah air mereka berawal dari bagaimana mereka menghias sekitar rumah tinggal, perlombaan Tujuhbelasan dan kemeriahan yang tak dijumpai di luar Indonesia. Namun apakah kemeriahan itu juga diperoleh saat mereka di negeri perantauan?

Mereka bertutur perasaan jauh dari kehidupan keluarga dan teman-teman di Indonesia. Jarak yang terbentang antara Jerman – Indonesia terkadang membuat kesepian, kerinduan dan kesedihan yang dialami oleh Nadia dan Fadni. Nadia perlu juga pertimbangkan bahwa biaya yang tak mudah dan murah untuk pulang-pergi Indonesia untuk melepas perasaan-perasaan tersebut.

Follow akun Instagram: ruanita.indonesia

Indonesia yang letaknya di ribuan kilometer terasa jauh saat kita berada di perantauan, seperti yang dirasakan Nadia dan Fadni, apalagi mereka adalah mahasiswa. Tahun-tahun perjuangan di Jerman begitu sulit dan panjang saat kita begitu kesulitan untuk membeli tiket pesawat pulang-pergi hanya untuk melepas kerinduan pada keluarga.

Sebagai orang yang dekat dengan keluarga, Nadia dan Fadni merasa iri melihat kebersamaan orang-orang sekitar yang bisa berkumpul bersama keluarga. Membangun impian di negeri orang terkadang membuat kita merindukan tanah air. Bagaimana kelanjutan celoteh Nadia dan Fadni pada episode ke-6?

Simak selengkapnya di saluran berikut:

Follow podcast kami ya!

(RUMPITA) Semua Demi Visa

Sahabat Ruanita, episode kelima dari Rumpita (=Rumpi bersama Ruanita) adalah seputar pengalaman Nadia dan Fadni sebagai mahasiswa yang studi di Jerman dalam memperpanjang Visa sebagai ijin tinggal bagi WNI di luar negeri. Bemula dari cerita Nadia mengurus perpanjangan Visa sementara saat pandemi melanda dunia dua tahun lalu.

Baik Nadia maupun Fadni kini sedang menempuh program Pascasarjana di Jerman setelah mereka lulus sarjana di Jerman. Syarat untuk perpanjangan Visa Studi di Jerman menurut Nadia adalah punya tabungan sekitar 10 ribu Euro, keterangan status ijin tinggal seperti mahasiswa, kerja, dll., kontrak rumah di Jerman dan surat keterangan tempat tinggal.

Sebagai mahasiswa di luar negeri, tiap orang punya kisah masing-masing yang menarik dan tak mudah untuk dijalani. Bagaimana pengalaman Nadia dan Fadni mengurus perpanjangan Visa sebagai mahasiswa di Jerman? Ada juga tips Nadia dan Fadni yang bisa membantu untuk perpanjangan Visa. Simak cerita mereka di saluran berikut:

(RUMPITA) Rasanya Kuliah di Luar Negeri

Nadia dan Fadni adalah mahasiswa Pascasarjana yang kini belajar di Jerman. Berawal dari impian mereka ingin kuliah di Jerman, mereka mulai studi sarjana di Jerman kemudian melanjutkan lagi studi sambil mencari peluang pekerjaan.

Nadia sendiri bercerita bahwa biaya kuliah berawal dari pemberian orang tua, hingga akhirnya dia sendiri harus mencari cara agar bisa mandiri dan mencoba berbagai peruntungan di Jerman.

Sebagai informasi, kuliah di Jerman tidak selalu bergantung pada daftar kehadiran mahasiswa. Namun ini menjadi kendala Nadia ketika dia mendapatkan pekerjaan sampingan yang tidak bisa serta merta menjadi fleksibel untuk mengatur jadwal kuliah.

Di tempat studi Nadia, daftar hadir mahasiswa itu wajib diperhatikan sehingga mahasiswa yang ingin kuliah sambil kerja perlu memperhatikan hal ini.

Nadia mengalami betapa beratnya harus kuliah sambil bekerja di Jerman. Istilah “Kuliah atau Kuli, Ah” menjadi julukan disematkan ketika mahasiswa berusaha mandiri untuk mencukupi biaya hidup di luar negeri.

Nadia menjelaskan bahwa mahasiwa di Jerman bisa bekerja dengan standar upah 450€ per bulan yang tidak kena potongan pajak. Mahasiswa juga perlu memperhatikan jumlah jam kerja yang disyaratkan, sehingga mahasiswa tidak boleh melebihi aturan tersebut.

Sementara Fadni bersyukur bahwa biaya kuliah ditanggung oleh orang tua tetapi Fadni tetap berusaha mencari mini jobs untuk melihat peluang liburan ke negeri tetangga.

Fadni menggambarkan pengalaman kerja yang kerap tak menetap, sekitar 1 bulan, 3 bulan bahkan pernah 1 tahun. Pengalaman menarik ketika Fadni harus bekerja sebagai Houskeeper di hotel dimana selama ini Fadni hanya sebagai tamu di hotel.

Sebagai pekerja hotel, Fadni akhirnya memutuskan berhenti bekerja. Dia harus banyak bekerja di hari Sabtu dan Minggu terutama pengalaman Fadni yang tidak nyaman dan tak enak untuk membersihkan kamar mandi dan kamar tidur tamu hotel.

Pengalaman kerja yang membuat stres untuk Fadni adalah mengantarkan makanan ke pelanggan, terutama saat jam makan tiba. Pekerjaan itu membuat sangat hectic, apalagi di area kota besar seperti Berlin.

Pekerjaan demi pekerjaan ditekuni Fadni dan Nadia dengan harapan melatih kemandirian mereka selama berada di luar negeri.

Bagaimana pun pekerjaan tersebut melatih mental mereka untuk tidak bergantung pada orang tua dan menghadapi suka duka berhadapan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Belum lagi muncul berbagai streotype Nadia dan Fadni yang berasal dari Asia, yang dianggap sebagai pekerja penurut.

Bagaimana kisah pengalaman mereka yang sedang kuliah sambil bekerja di Jerman?

(RUMPITA) Begini Rasanya Pacaran Beda Kultur

Sahabat RUANITA, episode ketiga kali ini dibawakan oleh Nadia dan Fadni dengan tema: Pacaran Beda Kultur. Sebagai mahasiswa yang sedang menempuh studi Master di Jerman, Nadia dan Fadni membeberkan berbagai pengalaman dan pendapatnya selama tinggal di Jerman. Tentu pacaran beda kultur bukan hal yang mudah dihadapi, apalagi budaya masih dipandang sebagai hal yang essential.

Menempuh pendidikan atau sedang menjalani pekerjaan di negara perantauan kerap dihadapkan pada pilihan asmara yang sulit, terutama jika itu menyangkut nilai-nilai, prinsip hidup, keyakinan agama hingga tradisi yang berbenturan dengan pacar yang baru saja dikenal. Nah, bagaimana pengalaman menghadapi pacaran beda kultur di masa-masa studi di mancanegara?

Penasaran dengan cerita mereka? Sila simak Podcast episode ke-3 di saluran RUMPITA: Rumpi bersama RUANITA.

(RUMPITA) Mencari Teman, Awas Lawan

Episode kedua Podcast kali ini membahas bagaimana mencari teman saat di mancanegara. Sebagaimana diketahui, Fadni dan Nadia adalah mahasiswa yang sedang studi program Pascasarjana di Jerman. Tentu tak mudah untuk mencari teman baru di lingkungan asing dengan bahasa dan budaya yang berbeda. Pencarian teman dimulai dengan mencari teman dari satu negara, satu kota asal hingga satu kamar kos.

Perjalanan Fadni dan Nadia dalam mencari teman berawal dari menyeleksi pertemanan agar mereka tetap fokus terhadap diri sendiri yakni tanggung jawab sebagai pelajar. Bahwa tak melulu teman akan menjadi lawan, tetapi bagaimana teman yang mendukung di saat susah dan senang selama di rantau bukan perkara mudah.

Bagaimana perjalanan Fadni dan Nadia tersebut dalam mencari teman? Apa kita perlu berhati-hati berkenalan dan membangun pertemanan, meski kita sama-sama berasal dari Indonesia?

(RUMPITA) Rasanya Tinggal di Luar Indonesia Pertama Kali

RUMPITA adalah salah satu program RUANITA yang membahas kehidupan sehari-hari di mancanegara dari sudut pandang Fadni dan Nadia.

Fadni dan Nadia saat ini sedang menempuh studi master di Jerman. Mereka akan memandu program Podcast RUMPITA yang akan diluncurkan tiap bulan sekali.

Episode pertama RUMPITA kali ini membahas pengalaman pertama kali tinggal di mancanegara. Sebelum pergi dan studi di Jerman, Nadia menceritakan pengalamannya yang tidak pernah pergi sendirian, tanpa orang tua.

Bermula dari minat Nadia untuk studi di Jerman, ia pun memutuskan untuk terbang ke Jerman meraih cita-citanya melalui agen yang menawarkan studi ke Jerman. Kini Nadia sudah tinggal hampir sepuluh tahun di Jerman.

Bertolak belakang dengan cerita Nadia, Fadni tak pernah berangan-angan studi dan tinggal di Jerman. Semula Fadni ingin melanjutkan studi di Universitas Negeri di Indonesia, kenyataannya dia tidak lulus untuk masuk ujian penerimaan. Fadni akhirnya menemukan tempat kursus Bahasa Jerman yang membawanya kesempatan studi di Jerman.

Bagaimana pengalaman mereka selanjutnya tiba di Jerman tanpa orang tua, terutama Fadni dan Nadia yang belum pernah tinggal jauh dari keluarga?

Simak saluran Podcast kami di link yang ditautkan. Untuk tema/saran Podcast, bisa kirimkan ke email info@ruanita.com.