(WARGA MENULIS) PUISI – Lorong

Lorong

Marah!
Kenong seperti sudah habis kesabaran,
mengeluh tubuhnya dibentur kayu
Gema monoton minta tolong, susup di bawah sadar.
Kalau gini terus lama-lama aku bisa kesambet.

Rahimku dipenuhi janji kepalsuan
Membesar, menyesak anyir bau nafas lelaki birahi.

Follow us



Dia tak mungkin tau bagaimana menjadi bapak,
kencing saja belum lurus.
Apalagi aku, masa depanku petang.
Bagaimana mau jadi ibu?
dari sekolahpun aku ditendang.

“Cetarrrr!!”
Angin yang dari tadi diam, mengumpat ditampar pecut
Tubuh liuk, hilang ditelan ketidakadilan
Tak ada menu lain, memang hanya beling yang bisa kumakan.

Aku perempuan ditikam takdir,
menebus dosa syair jahanam rayuan setan.

Rena (@renananina)

(WARGA MENULIS) Puisi – Aku yang Tak Utuh

Aku yang Tak Utuh

Di antara riuhnya suara bising
pandanganku kabur jauh tenggelam dalam diri yang asing
Layaknya deru kehidupan yang selalu riuh
Mengoyak gejolak isi kepalaku yang terasa penuh

Entah berapa kali aku berseru “Apakah aku masih utuh?”
Jeritan batin menukik diantara hening malam yang gaduh
Menerima takdir semesta dengan menggerutu “Bisakah KAU segera menjemputku?”
Ucapku merayu sembari derai air menggenangi ujung kelopak mata yang sayu

Follow us

Hingga aku tersadar bahwa diriku tak pernah utuh
Bahkan untuk hidup yang katanya milikku
Nyatanya kakiku lebam membiru dan mulutkupun membisu kaku
Tidak selayaknya merpati yang kedua sayapnya terbang bebas jauh

Kata orang aku pasti mampu, ucap mereka dengan angkuh
Yang pada kenyataannya aku hanya manusia yang rapuh
Tidak pernah diberi kebebasan untuk memilih hidupku
Karena bagi mereka, aku hanya seorang Perempuan yang wajib patuh untuk mendapatkan surga Itu

Oleh: Ayu Erviana (akun Instagram: ayu_erviana)

(WARGA MENULIS) Puisi – Senjata Puan Itu Lukanya

Senjata Puan Itu Lukanya

jiwa puan seperti peta perang
dan raganya adalah sisa lebam yang tak mungkin semula
kadang cuma menuntut diam,
kadang menuntut tunduk
kuat, kuat, kuat,
begitu orang cuma minta ia kuat;

Follow us



bekas belur lebur itu kini mirip ruhnya
ruh yang tak selalu bertutur itu
ia tutup rapat dalam peti cekung pipinya
menelan duka dalam punggung tunggal
seakan malam tak pernah menagih air mata 
di punggungnya tertulis besar-besar :
“tidak nenerima lelah”

dalam hening yang ia peluk erat 
ada bara menyala lirih 
bukan untuk melawan 
hanya untuk mengingat—
luka melewati simbol kekalahan
ia pagar gahar tanpa kelakar.

Oleh Silvani Andalita (IG @silvaniandalita)

(WARGA MENULIS) PUISI – Kanca Wingking (Teman di Belakang)

Kanca Wingking (Teman di Belakang)

Kanca Wingking adalah parapuan yang  bernama istri 

Yang tak berani merobek hegemoni yang berjuluk suami

Hanya duduk, mengangguk, tunduk dan takiuk pada sebuah taklik

Tertawan oleh ujaran, ajaran, rayuan, dan bisikan tanpa perlawanan

Memilih mendengar alunan gamelan dari balik tirani kepatuhan

Nama baik

Follow us

Aib

Syurga

Keluarga

Adalah kata-kata bermantra yang mampu membungkam suara

Dalam riuhnya derita

Dan,

Kanca wingking bukanlah aku

Yang memilih pergi berlari mencari jati diri.

Penulis Wiwik Wahyu Widiastuti

Nama Pena Widiastuti

IG : widiastuti693

FB : Wiwik Wahyu Widiastuti

(WARGA MENULIS) PUISI – Ajakan Umbi Jahe


Ajakan Umbi Jahe

Hei, dengar!
Kenalkan, aku adalah umbi jahe
Aku bisa melawan parasit seperti ameba
Yang diam-diam menggerogoti, perlahan membunuh tanpa diketahui
Aku dijuluki umbi

Follow us


Ya, umbi yang sering diremehkan
Yang  sering juga (dipaksa) kerja rodi
Aku begitu kuat, dengan aroma khas aromatik
Aku diberi nama tanaman rimpang
Yang bisa kau ajak melawan
Melawan ameba saja bisa
Apalagi melawan oligarki

Yenik W/

Akun sosial media: @anandazeezenny

(WARGA MENULIS) PUISI Se-

Judul puisi: Se-

Lirik puisi:
Sebuah buku
Duduk nyaman di meja makan
Di luar, sehelai koran
Terbang terbawa senafas angin
Seekor kucing
Berjalan hati-hati melewati pintu kaca tanpa mencari apa-apa

Follow us


Seorang istri
Bernafas dalam cemas memandang suaminya
Seonggok keprihatinan menunggu
Setetes air mata mengalir turun mencari mulut supaya merasakan keasinannya
Setelah semua berlalu
Sebanyak prestasi apa yang perlu dikenal?
Dan, apakah orang yang tak peduli akan perbuatannya, masih berperasaan? Mengapa, Amerika?

Nama Penulis: Matthew Eddy (dengan bantuan dari Yacinta Kurniasih)

(WARGA MENULIS) Puisi – Menemukan Maria

Menemukan Maria

Aku sudah mati beberapa kali,/
menguburkan diri pada harapan-harapan palsu,/
janji-janji tak bertuan,/
letupan api-api neraka/
ditekan sesamanya,/
disalahpersepsikan oleh dirinya sendiri//

Bangke!//
Yang tersisa padaku adalah kehampaan/
Ketiadaan/
kosong!//

Maria, Maria!//
Sampai kapan kau akan menggantungkan diri?/
pada palang salib bernama pelayanan,/
hutang budi?/
pada orang-orang yang bertuan kekuasaan,/
haus validasi?/

Follow us


Maria, Maria!//
Berhenti!/
Bangun!/
Berdiri!//

Temukan kata,/ temukan tinta!//
Temukan nada!/Temukan ruang!/Temukan jalan!//

Buka mata,/
buka telinga//

Asaku,/ Asamu,/ bernama rasa!//
Angkat penamu!/
Suarakan bahasamu!/
Puisikan kudetamu!//

Temukan asa!/
Temukan warna!/
Temukan Maria!//


Banjarmasin, 1 Februari.

Penulis: Maria Frani Ayu Andari Dias
Instagram: @mariafraniayu

(WARGA MENULIS) Puisi – Perempuan Pahlawanita 

Perempuan Pahlawanita 

Kupantau kau dari negeri berlokasi di bumi paling ujung tanah airku, kau tak hanya punya kisah pendekar Jaka Sembung ada para srikandi merah putih sambung menyambung yang akan hilang karena jarangnya disanjung. 

Ada barisan pendekar pahlawan perempuan … 

Follow us

dan kucatat bukan hanya Kartini yang berjuang tuk kesetaraan. Ada Dewi Sartika, Rasuna Said dan Nyai Ahmad Dahlan Walanda Maramis dan Rohana Kuddus pejuang emansipasi pendidikan. 

Kulihat jejeran nama pahlawan wanita nasonal kita cukup sedikit Di bawah duapuluh nama dan hanya dua digit 

entah, apa kriterianya terlalu sulit 

atau perempuan berjasa memang selalu terkena edit. 

Mereka, para perempuan pahlawanita tak lupakan hidup ada asam dan tak abaikan hidup perempuan yang juga asin bergaram. Merekalah yang dulu tulus buka segala panca indra tuk jadi abdi dalam untuk Indonesia yang masa depan perempuannya masih buram. 

Kenali mereka 

Sanjung pengorbanan mereka 

Tak perlu diterka 

perjuangan mereka membuat perempuan merdeka. 

Hamburg, 04.02.2025 

Penulis: Dyah Narang-Huth (akun Instagram: dyahnaranghuth)

(WARGA MENULIS) Luka yang Tak Kasat Mata

Luka yang Tak Kasat Mata

Mereka berkata perempuan lemah
Lahir ke dunia hanya untuk pasrah
Dibungkam kata, dibalut resah
Ditarik ke ruang yang penuh musnah

Di meja-meja yang penuh janji
Namaku tenggelam tak bersaksi
Mereka bicara seolah suci
Padahal tubuhku dikekang sunyi

Follow us

Dalam doa-doa yang kau paksakan
Kau suruh aku tunduk bertahan
Seolah luka harus dipendam
Seolah suaraku diredam

Namun nyala tak bisa padam
Api kecil menembus kelam
Aku berdiri, aku menantang
Bukan milikmu, bukan bayang

Aku perempuan, aku merdeka
Tak lagi tunduk, tak lagi luka
Dari abu aku menyala
Membakar dunia yang memenjara

Nama Penulis: Anak Agung Sagung Kumalashanti

Nama Pena: bbluesaturnn

Nama Akun Sosial Media: Instagram @aask__ksaa

(WARGA MENULIS) Puisi Akrostik : RUANITA

Puisi Akrostik : RUANITA

R

indu tak harus bersembunyi di balik sunyi, di dalam kelam;

uang ini, tempat hati menyulam;

uang aman, tempat pulih yang tentram.

U

ngkapkan kisah tanpa ragu;

sap air mata yang jatuh pilu, menahan sembilu;

ntukmu, tempat ini tak akan beku.

Follow us

A

da Cahaya di sudut yang pernah gelap pekat;

rahkan Langkah, jangan terikat !!!

man di peluk hangat, walau berbatas sekat.

N

an damai tumbuh perlahan;

iat tulus tak kenal genggaman;

apas tenang dalam dekapan.

I

ngatan pahit, biarlah luruh seluruh;

si hari dengan senyum teduh;

zinkan hati berdamai penuh, walau menahan peluh keluh.

T

angis bukan tanda lemah, tangis itu telah berubah;

eguh berdiri tanpa resah gelisah;

ak ada takut, hanya kasih yang ramah.

A

man bukan sekedar kata;

ku, kamu, kami, kita, kalian, mereka di dalamnya;

gar tak ada yang merasa hampa.  Ruanita – Rumah Aman Kita.

Karya oleh Vania Dea Wibowo (akun Instagram vaniadeawibowo)

(WARGA MENULIS) Puisi -Wanita dan Azimat Asa

Wanita dan Azimat Asa

Titik hujan melankolis merintik di malam sabtu.

Pemuja udara hangat mesti sabar menunggu karena suhu belum beranjak dari titik beku.

Angin dingin Winter Ostsee menembus ventilasi kayu sesaki ruang tamu, menusuk kulit seorang hawa yang sedang berkutik diruang tamu.

Malam itu perapian telah membakar kobar cinta api pada kayu yang lagi bercumbu, menjadikannya bara penghangat tubuh ruang tamu.

Wanita dan degup gundah, diluar beberapa mata bintang masih menyala.

Mata pijar lampu baca diatas meja kerja empat persegi belum gugur, menerangi baris Aksara dan kertas putih, meluap rasa yang tak ingin menjadi mata bara di jiwa yang mencari asa.

Jelaga merayap, hampir menutup mata lampu, 

menemani debu yang tak ingin berkaca sendiri di wajah lampu baca ruang tamu. 

Anjing tetangga menggonggong, memecah denting Tuan penguasa sunyi

Follow us

Wanita itu tidak sendiri, seribu aksara gundah, prasangka pengap memadati ruang gerak benak di malam yang jatuh lewat pukul satu.

Langkah kaki akan menapak di atas benang takdir di sisi lain tapal sayap samudera, membelah Kontinent mempertemukan kultur tidak serupa.

Apakah disana serat benang patriarki akan dipintal menjadi gaun pengantin wanita ? 

Riuh suara gaduh ruang benak kian belum  aman  

Atau wanita itu harus berjalan menyusuri Grünewald, berbincang pada Birken dan Eiche tua ?

Prasangka dan gundah menjadi aksara malam itu yang belum selesai menaut puisi di malam sabtu lewat pukul satu, 

Keduanya berkelana, mengawang di pekat malam, bertanya pada mata bintang yang masih menyala.

Wanita itu menyemat doa dan azimat asa yang terbang menembus pagar langit angkasa raya. 

Berlin 27 januari 2025, Elfitri Muchtamid 

(SIARAN BERITA) Percepat Aksi Untuk Kesetaraan Gender, Ruanita dengan KJRI Melbourne dan Komnas Perempuan Gelar Workshop Online

MELBOURNE – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2025, Ruanita – Rumah Aman Kita – Indonesia, bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne dan Komnas Perempuan Indonesia, sukses menyelenggarakan workshop online bertajuk “From Words to Power: Accelerate Action”. Tema ini sejalan dengan semangat Hari Perempuan Internasional 2025 yang mengajak seluruh pihak untuk mempercepat aksi menuju kesetaraan gender.

Workshop Warga Menulis Puisi ini bertujuan untuk memberdayakan warga Indonesia melalui puisi sebagai sarana untuk mengatasi hambatan sistemik dalam mencapai kesetaraan gender, seperti kesenjangan upah, akses terbatas ke pendidikan, dan kurangnya representasi perempuan dalam kepemimpinan, yang sejalan dengan tema Hari Perempuan Internasional 2025.

Workshop dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dalam dua sesi, yaitu pada Sabtu, 25 Januari dan 1 Februari 2025. Pada sesi pertama, Kuncoro Giri Waseso selaku Konjen RI Melbourne menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi aktif warga Indonesia dalam program ini. Beliau menekankan pentingnya puisi sebagai alat advokasi dan komunikasi yang efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat Indonesia di mancanegara.

Komisioner Komnas Perempuan, Veryanto Sitohang, menyoroti pentingnya kekuatan kata-kata dalam mempercepat perubahan menuju kesetaraan gender, terutama di era digital. Dalam sesi selanjutnya, Yacinta Kurniasih, dosen Monash University dan relawan Ruanita, berbagi wawasan tentang teknik menulis puisi yang efektif untuk mendukung advokasi dan inklusi.

Natasha Hartanto bertindak sebagai moderator dalam workshop ini. Hasil karya puisi peserta akan ditampilkan dalam kampanye digital peringatan Hari Perempuan Internasional 2025 di platform media sosial Ruanita. Workshop ini berhasil menarik lebih dari lima puluh peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Tentang Ruanita Indonesia: RUANITA (Rumah Aman Kita) Indonesia adalah organisasi nirlaba yang memanfaatkan platform digital untuk memberikan dukungan sosial dan berbagi praktik baik hidup di mancanegara. Sejak berdiri pada tahun 2021, Ruanita berharap bisa mendorong partisipasi dan aksi warga Indonesia untuk memanfaatkan ruang digital secara aman untuk promosi psikoedukasi dan kesetaraan gender.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: info@ruanita.com atau kunjungi situs web kami di https://ruanita.com.

(WARGA MENULIS) Kampanye Hari Alzheimer Sedunia 2023

  1. Lokasi tinggal:  Amerika Serikat
  1. Pengalaman dalam keterkaitan dengan Alzheimer

Saya bernama Debora dan berprofesi sebagai guru piano. Ibu saya bernama, L S Veronica Sinaga. Ibu saya adalah ODD (=Orang Dengan Demensia) yang berusia 83 tahun dan  tinggal di Indonesia. Saya merawat ibu saya secara jarak jauh. Ibu saya ditemani oleh 2 caregiver yang dibayar. Ibu saya mulai tidak mengenali saya pada tahun 2015. Secara rutin, saya melakukan komunikasi dengan ibu dan kedua orang caregiver tersebut secara jarak jauh melalui telepon atau panggilan video. Ini dilakukan hampir setiap hari dan kebanyakan dilakukan di malam hari waktu setempat. 

Saya juga terapis musik di klinik. Saya kemudian menemukan cara jitu untuk berkomunikasi dengan ibu saya, yaitu dengan bermain piano. Dengan bermain piano, saya menarik perhatian ibu saya untuk terus berkomunikasi melalui telepon atau panggilan video. Sampai akhirnya, ibu saya kurang memiliki minat dan perhatian untuk berbicara melalui telepon. Karena kondisi ibu ini, bapak saya pun sudah meninggal baru-baru ini. Saya menyempatkan pulang ke Indonesia, sebisa mungkin untuk bertemu langsung dengan ibu.

Sampai saat ini, ibu saya tidak menyadari atau memahami bahwa bapak saya sudah meninggal. Kadang dia bertanya, “Suami saya kemana?” dan ada beberapa kali “bright moment”, ibu menyadari kalau bapak sudah tidak ada.

  1. Mengapa penting mengenali Alzheimer sedini mungkin?

Penyakit Alzheimer memang belum ada obatnya. Ini terjadi secara perlahan, tidak hanya menyebabkan penurunan daya ingat saja. Alzheimer juga membuat gangguan kemampuan berbicara dan perubahan perilaku. Menurut pengalaman saya, Alzheimer seperti menghancurkan keluarga. Apalagi dalam keluarga saya, ibu adalah pilar keluarga yang menyatukan keluarga. Dengan cepatnya gejala Alzheimer mengurangi ingatan dan merubah perilaku ibu saya. Efek ini juga dirasakan oleh keluarga saya. Ngobrol dengan ibu sudah tidak bisa seperti dulu lagi. Beliau seperti berbicara pada orang asing atau orang yang tidak dia kenal.

Tidak mudah bagi saya untuk bekerja sama dengan kakak-adik dalam merawat ibu. Kesadaran akan penyakit Alzheimer menurut mereka, dianggap sebagai proses penuaan yang memang wajar pada lansia. Saat ini, ibu sudah semakin sulit diajak bicara. Kemampuan dia mengerti kalimat sudah sangat menurun. Kita seperti berbicara pada anak balita. Beliau hanya mampu merespon atau memahami pembicaraan dengan kalimat pendek saja.

Mengenali Alzheimer sejak dini, menerapkan perawatan, dan penanganan yang terarah untuk ODD memang tidak sempat kami laksanakan untuk ibu saya. Setelah hal ini kami terapkan, terlihat ini sangat membantu ingatan dan perilaku ibu saya.

  1. Pesan di Hari Alzheimer Sedunia 2023

Bagi saya, bulan Alzheimer ini bagaikan penyemangat bagi saya dan kakak saya untuk bisa terus merawat ibu saya. Ada masa-masa saya dan kakak saya sedih dengan kondisi ibu, tetapi akhirnya kami tergerak untuk mengubah mindset kami. Kami menerima kondisi ini dengan hati yang gembira, walaupun ini tidak mudah. Saya menerima kondisi ibu. Saya memperkaya diri dengan pengetahuan tentang Alzheimer, membaca buku, dan melalui berbagai organisasi, seperti Alzheimer Society, Alzheimer Indonesia, atau ALZI cabang San Francisco.

Saya bertekad memberikan kasih sayang dan cinta yang dulu saya terima dari ibu saya, walau pun saat ini ibu sering kali tidak mengenali saya. Saya percaya, dalam hati ibu ada saya. Walau pun ibu tidak mengenali saya, saya bertekad untuk selalu mengingat semua kenangan bersama ibu saya.

Dalam rangka Hari Alzheimer Sedunia 2023, kita harus menyayangi orang tua dan selalu berkomunikasi dengan mereka. Jika orang tua terdeteksi Alzheimer, persatukan keluarga untuk bersama-sama menyamakan pikiran dan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas hidup. Bukan saja ODD, tetapi juga suami/istri yang menjadi caregiver langsung, juga anak-anak, cucu yang jauh, dan dekat dapat bersatu merawat ODD bersama-sama. 

  1. Kontak

Debora Nainggolan

California, USA

Akun Instagram: deelimit_skyz1008

(WARGA MENULIS) Kampanye Hari Alzheimer Sedunia 2023

  1. Lokasi tinggal: Swiss
  1. Pengalaman dalam keterkaitan dengan Alzheimer

Pada tahun 2017, saya menghadiri acara ALZI (=Alzheimer) di Jenewa, Swiss. Saat itu, kak DY menceritakan tentang ibunya yang mengalami Demensia Alzheimer. Dari situ, saya baru mengerti bahwa Alzheimer merupakan penyakit yang harus mendapatkan perhatian penuh oleh keluarga. Saya kemudian tergerak untuk menjadi member dari ALZI untuk  membantu meningkatkan kesadaran masyarakat di Jenewa, Swiss dan sekitarnya agar dapat meningkatkan kualitas hidup Orang Dengan Demensia (ODD).

  1. Mengapa penting mengenali Alzheimer sedini mungkin?

Sangat penting bagi kita untuk mengenali dan mengerti apa itu Alzheimer sedini mungkin. Dengan adanya pemahaman dini dan disertai pengetahuan tentang gejala-gejala Alzheimer, maka kita dapat mengambil langkah-langkah pertama untuk mencegah penyakit Alzheimer itu berkembang dengan cepat. 

Kita dapat belajar bagaimana sebaiknya mendampingi ODD supaya mereka merasa nyaman dan mengurangi rasa stres mereka. Begitu juga, apa saja aktivitas-aktivitas yang baik untuk diberikan kepada ODD agar dapat menstimulasi daya pikir mereka dan menjaga badan sehat. Hal ini dapat menolong untuk memperlambat perkembangan Demensia Alzheimer. 

Peran anggota keluarga sebagai caregivers utama itu sangat penting. Dengan mereka mengenali Alzheimer sedini mungkin, kita bisa menciptakan suasana saling mengerti antara ODD dan caregivers.

  1. Pesan di Hari Alzheimer Sedunia 2023

Dalam rangka Hari Alzheimer Sedunia, mari kita semua ikut aktif membantu organisasi ALZI dalam menjalankan visi dan misinya. Kita bisa membangun komunitas lansia sehat di mana pun kita berada dan mengajak generasi muda untuk ikut terlibat aktivitas-aktivitas organisasi ALZI agar memperoleh pemahaman dini tentang penyakit Alzheimer, serta bagaimana menghadapinya. Jangan maklum dengan pikun!

  1. Kontak

Herawasih Yasandikusuma

Jenewa, Swiss

Facebook: Wasih Yasandikusuma 

Instagram: alzi.geneva

(WARGA MENULIS) Kampanye Hari Alzheimer Sedunia 2023

  1. Lokasi tinggal: Qatar
  1. Pengalaman dalam keterkaitan dengan Alzheimer

Interaksi saya dengan Alzheimer Indonesia dimulai saat saya mendampingi perwakilan ALZI untuk menghadiri undangan sebagai narasumber dalam konferensi internasional di Qatar. Dalam dialog dan diskusi, saya terinspirasi oleh  ketulusan dan semangat seorang DY Suharya (Founder ALZI).

Didasari motivasi ingin berbagi ilmu dan berkontribusi sebagai seorang dokter umum dan Health Educator, saya bergabung menjadi relawan ALZI sejak tahun 2018. Selama itu, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga dan mengharukan terkait pendampingan dan perawatan Orang Dengan Demensia (ODD).

  1. Mengapa penting mengenali Alzheimer sedini mungkin?

Jumlah ODD diperkirakan akan terus meningkat, apalagi pasca pandemi COVID-19 lalu membuat banyak perubahan gaya hidup yang menjadi faktor risiko Demensia. Ini berarti, akan lebih banyak ODD dari yang mungkin diperkirakan. Demensia sendiri dapat disebabkan oleh beberapa kondisi gangguan dan penyakit, di mana kondisi terbanyak adalah jenis Demensia Alzheimer mencakup 60 hingga 70% kasus. Demensia Alzheimer adalah penyakit kronis neurodegeneratif yang umumnya dialami oleh mereka yang berusia diatas 65 tahun. 

Namun, beberapa hal dapat memungkinkan terjadi pada usia yang lebih muda bila terdapat faktor risiko dan kondisi komorbid yang memicunya terjadinya Demensia Alzheimer. Demensia Alzheimer berdampak tidak hanya pada orang yang mengalaminya, tetapi juga pada keluarganya.  

Penurunan fungsi kognitif dan gangguan perilaku dapat muncul dan memberikan pengaruh signifikan pada yang merawat dan mendampinginya. Pengetahuan dasar perihal penyakit, gejala, dan penanganannya sangat penting dimiliki agar semakin banyak orang dapat melakukan pencegahan atau mempertahankan kondisi untuk menghindari komplikasi yang lebih buruk. 

Keterampilan merawat dan mendampingi orang dengan demensia menjadi esensial bagi keluarga demi pengasuhan yang efektif dan  menjaga kesehatan mental caregiver yang mendampingi.

  1. Pesan di Hari Alzheimer Sedunia 2023

Untuk memperingati Hari Alzheimer Sedunia, mari bersama kita mengenali Demensia Alzheimer dan melakukan : 

  • Pencegahan dengan pola hidup sehat, stimulasi otak, dan silaturahmi sebagai bentuk interaksi sosial.
  • Deteksi dini dan penanganan yang komprehensif untuk ODD.
  • Bersama sebagai komunitas, kita dukung ODD dan caregiver dengan kepedulian, menawarkan bantuan, atau perhatian.
  • Menyebarluaskan awareness ini di masyarakat demi terciptanya kualitas hidup yang lebih baik untuk ODD dan caregiver.
  1. Kontak

dr. Kennia

Doha, Qatar

Akun Instagram: dr.kennia