(SIARAN BERITA) PMI Perempuan di Singapura Unjuk Karya Lewat Buku Narasi Hidup PMI Perempuan

Singapura, 13 September – Peluncuran buku Cahaya dari Seberang Laut: Singapura telah sukses diselenggarakan secara daring. Kegiatan ini mempertemukan pekerja migran Indonesia (PMI), pegiat literasi, penulis, serta berbagai pemangku kepentingan dari Singapura dan sejumlah negara penempatan lainnya dalam semangat merayakan karya literasi para PMI. Acara yang digagas oleh Ruanita Indonesia ini merupakan tindak lanjut peringatan Hari Buruh Sedunia 2026 dalam bentuk Workshop Daring Menulis.

Acara dibuka oleh moderator, Reka Monica, salah satu penulis buku sekaligus Relawan Ruanita Indonesia di Singapura, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, tamu undangan, penulis, dan peserta yang telah hadir secara virtual. Dalam acara ini, KBRI Singapura juga mengawali dengan pemantik diskusi oleh Rina Komaria, selaku Pelaksana Fungsi Protkons/PWNI KBRI Singapura. Beliau menyampaikan apresiasi atas lahirnya buku tersebut sebagai bukti bahwa pekerja migran Indonesia tidak hanya berkontribusi dalam sektor ekonomi, tetapi juga mampu menghasilkan karya intelektual dan literasi yang menginspirasi. Melalui acara ini, Ruanita Indonesia, menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia, termasuk melalui penguatan budaya literasi di kalangan pekerja migran.

Prosesi peluncuran buku menjadi puncak acara. Buku Cahaya dari Seberang Laut: Singapura merupakan kumpulan tulisan para pekerja migran Indonesia yang merekam pengalaman, perjuangan, harapan, serta refleksi kehidupan selama berada di negeri rantau. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus dokumentasi perjalanan para PMI yang memiliki semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan Nor Ismah, fasilitator Workshop Daring Menulis PMI Perempuan di Singapura, yang mengulas pentingnya menulis sebagai sarana pemberdayaan diri, dokumentasi pengalaman, dan media menyuarakan kisah para pekerja migran kepada masyarakat luas.

Dalam kesempatan yang sama, Indah, salah satu penulis buku, berbagi pengalaman mengenai proses kreatif menulis dan perjalanan hingga naskahnya menjadi bagian dari buku Cahaya dari Seberang Laut: Singapura. Kisah tersebut memberikan motivasi kepada peserta bahwa siapa pun dapat memulai menulis dari pengalaman hidup yang sederhana namun bermakna. Diikuti juga sharing pengalaman Dewi N.S. Lubis selaku Koordinator Tim Buku dan founder FPMI Singapura yang juga menegaskan pentingnya mendokumentasikan pengalaman hidup sebagai PMI lewat literasi. Buku ini menjadi buku ketiga dari karya FPMI yang senantiasa produktif menghasilkan buah tangan PMI di Singapura.

Diskusi semakin kaya melalui tanggapan dari Fajar, Founder GANAS Community (Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas Taiwan). Ia mengapresiasi terbitnya buku tersebut sebagai bentuk keberanian para pekerja migran dalam mendokumentasikan pengalaman hidup mereka. Menurutnya, karya-karya seperti ini mampu memperkuat solidaritas antarkomunitas pekerja migran Indonesia di berbagai negara sekaligus memperluas perspektif masyarakat terhadap kehidupan para PMI.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan dan tanggapan disampaikan oleh peserta yang mengikuti kegiatan secara daring dari Singapura maupun negara penempatan lainnya. Diskusi berlangsung hangat dengan pembahasan mengenai proses menulis, pentingnya membangun budaya literasi di kalangan pekerja migran, serta upaya menjaga keberlanjutan gerakan menulis bagi PMI.

Melalui peluncuran buku ini, Forum Penulis Migran Indonesia (FPMI) Singapura bersama Yayasan Ruanita Perempuan Indonesia berharap semakin banyak pekerja migran Indonesia terdorong untuk mendokumentasikan pengalaman, gagasan, dan harapan mereka dalam bentuk tulisan. Literasi diharapkan menjadi ruang pemberdayaan yang mampu memperkuat kapasitas diri sekaligus menghadirkan narasi positif mengenai kontribusi pekerja migran Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber, penulis, peserta, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya peluncuran buku secara daring. Semangat yang terbangun sepanjang kegiatan diharapkan menjadi awal dari lahirnya lebih banyak karya literasi dari tangan para pekerja migran Indonesia di berbagai belahan dunia.

Rekaman acara dapat disimak melalui kanal YouTube Ruanita – Rumah Aman Kita dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

(PRODUK) Buku: Warna-warni Kepemimpinan Perempuan

Ruanita Indonesia adalah komunitas orang Indonesia di mancanegara yang mendukung tujuan pembangunan keberlanjutan terutama untuk poin „Kesehatan Mental“ dan poin „Kesetaraan Gender“ serta membagikan praktik baik orang Indonesia melalui pengalaman, pengamatan dan pengetahuan dalam berbagai programnya.

Pada fokus kesetaraan gender, RUANITA melakukan berbagai program yang melibatkan banyak perempuan Indonesia di luar negeri untuk menggali potensi mereka dan menempatkan mereka untuk berbagi dukungan satu sama lain terutama untuk kelompok yang rentan ketika kami sedang berada di mancanegara.

Dengan prioritas manajemen berbasis nilai yang diusung, RUANITA diharapkan bisa menjadi social support system di luar negeri yang mendukung partisipasi perempuan Indonesia di luar negeri. Namun akses partisipasi perempuan Indonesia masih terbilang rendah baik di Indonesia maupun di luar Indonesia.

Salah satu cara meningkatkan partisipasi perempuan Indonesia dengan promosi praktik baik yang dituangkan dalam tulisan, yang ditulis oleh warga Indonesia di mancanegara melalui program Warga Menulis.

Program Warga Menulis 2023 sudah berhasil terlaksana berkat kerja sama antara RUANITA dengan APPBIPA Jerman pada 4-5 Februari 2023 dan telah menghasilkan 13 naskah bertema kepemimpinan perempuan di ruang publik yang kemudian dibukukan.

Follow us: @ruanita.indonesia

Para penulis naskah dalam buku ini berasal dari Jerman, Swiss, Spanyol, Belanda, dan Norwegia. Sosok perempuan yang ditulis tidak hanya para perempuan dari Indonesia yang menjadi pemimpin, tetapi juga para perempuan pemimpin dunia yang berada di luar Indonesia. Para perempuan yang menginspirasi tidak hanya sosok perempuan masa kini yang dikenal, tetapi juga perempuan pemimpin di masa lalu dalam peradaban sejarah.

Perempuan pemimpin tidak hanya dalam area publik saja, perempuan pun bisa memimpin dalam area privat. Kepemimpinan bukan berarti posisi tinggi dan posisi rendah, melainkan melibatkan perempuan untuk mengambil kebijakan dalam berbagai situasi, termasuk situasi bencana/krisis kemanusiaan. Bagaimanapun penulis buku ini tidak hanya perempuan saja, tetapi juga ada pria yang ikut menyuarakan kepemimpinan perempuan.

Oleh karena itu, buku ini kami beri judul: Warna-warni Kepemimpinan Perempuan yang mewakili suara warga Indonesia di mancanegara. Kata pengantar buku ini ditulis oleh Dubes RI untuk Denmark & Lithuania; Atdikbud KBRI Berlin; dan Sastrawan sekaligus Jurnalis. Buku ini tidak kami jual. Kami berharap buku ini mampu menyuarakan suara-suara warga Indonesia di mancanegara.