
Jakarta, 26 September 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Alzheimer Sedunia 2026, Ruanita Indonesia di bawah Yayasan Ruanita Perempuan Indonesia bersama Komunitas GANAS (Gerakan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia) di Taiwan dan Yayasan ALZI Nederland (ALZI Ned) sukses menyelenggarakan diskusi daring bertajuk “Merawat dengan Hati dan Ilmu: Bekal Dasar Alzheimer bagi Caregiver PMI Taiwan” pada Sabtu (26/9). Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya para caregiver yang bekerja merawat lansia di Taiwan, serta peserta dari Indonesia dan Belanda.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya kebutuhan edukasi mengenai demensia Alzheimer bagi para caregiver. Sebagai garda terdepan dalam mendampingi lansia, para PMI menghadapi berbagai tantangan dalam memahami perubahan perilaku, komunikasi, hingga penanganan sehari-hari terhadap penyandang demensia. Melalui kolaborasi lintas negara ini, para peserta memperoleh pengetahuan praktis sekaligus ruang berbagi pengalaman untuk memperkuat kapasitas mereka dalam memberikan perawatan yang lebih baik.
Acara dibuka oleh Fajar, Relawan Ruanita Indonesia di Taiwan sekaligus Founder Komunitas GANAS, yang menekankan pentingnya membangun jejaring dukungan bagi para pekerja migran Indonesia di sektor domestik. Menurutnya, edukasi mengenai Alzheimer tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada lansia, tetapi juga membantu caregiver menjaga kesehatan mental dan ketahanan emosional selama menjalankan pekerjaannya.
Pada sesi pertama, Ari Lestari, caregiver PMI di Taiwan dan anggota Komunitas GANAS, membagikan pengalaman nyata dalam mendampingi lansia dengan Alzheimer. Ia mengisahkan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari perubahan perilaku pasien, kesulitan komunikasi, hingga pentingnya kesabaran dan empati dalam memberikan pendampingan setiap hari. Pengalaman tersebut menjadi refleksi bagi peserta bahwa pekerjaan sebagai caregiver membutuhkan tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan emosional.
Sesi kedua menghadirkan Tania, Champion sekaligus Koordinator Regional Indonesia ALZI Nederland di Belanda, yang memberikan pemaparan mengenai pengetahuan dasar Alzheimer, tahapan perkembangan demensia, serta strategi komunikasi yang efektif dengan penyandang Alzheimer. Dalam paparannya, Tania menjelaskan bahwa memahami kondisi medis pasien merupakan langkah penting untuk mengurangi kesalahpahaman, meningkatkan kualitas hidup lansia, dan membantu caregiver menghadapi situasi yang sering kali menantang.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Taiwan. Beragam pertanyaan mengemuka, mulai dari cara menghadapi perilaku agresif pada penyandang demensia, teknik berkomunikasi yang lebih efektif, hingga pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan mental bagi caregiver. Sesi berbagi pengalaman juga memperlihatkan kuatnya solidaritas di antara para pekerja migran Indonesia yang saling memberikan dukungan dan solusi berdasarkan pengalaman masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Ruanita Indonesia, Komunitas GANAS Taiwan, dan ALZI Nederland berharap semakin banyak caregiver PMI yang memiliki pemahaman dasar mengenai demensia sehingga mampu memberikan pendampingan yang lebih profesional, penuh empati, dan berorientasi pada kualitas hidup lansia. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunitas belajar yang saling mendukung bagi para pekerja migran Indonesia di luar negeri. Peringatan Hari Alzheimer Sedunia 2026 ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi masyarakat sipil, komunitas pekerja migran, dan lembaga pemerhati Alzheimer dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri.
Rekaman kegiatan akan dipublikasikan melalui kanal YouTube Ruanita – Rumah Aman Kita agar manfaat edukasi dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dan pastikan SUBSCRIBE ya untuk mendukung kami.