(SIARAN BERITA) Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, Ruanita Indonesia bersama KBRI Wina dan Kemenkes RI Gelar Seminar Daring Lintas Negara

WINA, AUSTRIA – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wina bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan Ruanita Indonesia telah menggelar seminar daring internasional. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 10.00–12.00 Waktu Wina (CEST) melalui platform Zoom.

Acara dimoderasi oleh Bernadia Dwiyani, seorang praktisi kesehatan mental dan Co-founder dari Kesmenesia di Spanyol. Kesmenesia adalah organisasi perhimpunan praktisi dan asosiasi tenaga kesehatan mental yang rencananya didaftarkan di Jerman.

Mengangkat tema global dari WHO, “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change”, forum ini dirancang sebagai wadah edukasi, berbagi pengalaman, dan dialog terbuka mengenai kesehatan mental. Kegiatan ini berfokus pada pentingnya mendengarkan dan melibatkan suara orang-orang yang memiliki pengalaman hidup terkait kondisi kesehatan mental sebagai sumber pengetahuan yang berharga.

Melalui pendekatan ini, penyelenggara berkomitmen menyediakan ruang dialog yang aman dan bermartabat bagi para penyintas guna mengikis stigma dan kesalahpahaman yang selama ini melekat di masyarakat.

Seminar ini akan dibuka dengan Opening Remarks dari Duta Besar RI untuk Austria dan Sloveniaa, yang diwakilkan oleh Shabda Thian selaku Minister Counsellor atau Koordinator Fungsi Pensosbud-Protkons KBRI Wina, yang mendukung ruang digital yang konstruktif dan positif seperti yang dibangun oleh Ruanita Indonesia untuk lebih banyak mendengarkan dan melibatkan mereka yang hidup dengan gangguan mental, sesuai tema WHO tahun ini.

Berbicara tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, tampak hadir pula perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni dr. Imran Pambudi, M.P.H.M selaku Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI. Beliau menyampaikan pemaparan regulasi serta kebijakan perlindungan kelompok rentan di Indonesia, terkait penanganan kesehatan mental di Indonesia. 

Selain itu, seminar daring ini juga mempertemukan perspektif empiris penyintas dan praktisi profesional. Sesi “Suara Aktivis” diisi oleh Azizah Seiger (Aktivis Autoimun dan Relawan Ruanita Indonesia di Austria). Azizah membagikan perjalanan menghadapi tantangan kesehatan mental serta pengalaman menjangkau layanan kesehatan di Austria. 

Sementara itu, Anna Knöbl, seorang psikolog dan kandidat PhD di Jerman, mengulas peran komunitas seperti yang dibangun oleh Ruanita Indonesia dalam membangun “ruang bersuara” yang suportif melalui pendekatan collective care atau kepedulian kolektif sesuai nilai-nilai Indonesia.

Acara ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih terbuka dalam mencari bantuan profesional tanpa rasa takut. Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026 merupakan momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Dengan mengangkat tema “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change”, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mendengarkan pengalaman, membangun pemahaman, dan memperkuat dukungan terhadap individu yang mengalami persoalan kesehatan mental.

Kolaborasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wina serta keterlibatan perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penyintas, dan praktisi psikologi dari Jerman diharapkan dapat memberikan perspektif yang beragam dan memperkaya diskusi. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ruang yang lebih terbuka, empatik, inklusif, dan suportif bagi masyarakat dalam memahami serta menjaga kesehatan mental.

(GALERI FOTO) Peringatan Hari Kesehatan Mental bersama KBRI Wina dan PPI Austria

Acara difasilitasi oleh KBRI Wina, Austria dan dihadiri oleh Dubes RI, Dr. iur. Damos Dumoli Agusman, Duta Besar RI untuk Austria dan Slovenia sekaligus Organisasi Internasional di Wina. Acara ini dipandu oleh relawan Ruanita di Austria, Azizah Seiger. Hadir sebagai pemateri adalah Anna Knöbl dan Liebgard Fuchs, Neuro-Mental Trainer di Austria.

(SIARAN BERITA) Ruanita Sukses Gelar Diskusi Interaktif tentang Dukungan Psikologis dan Responsif Gender Lintas Budaya di Wina, Austria

Wina, 26 Oktober 2025 — Ruanita bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wina telah sukses menyelenggarakan kegiatan Diskusi Interaktif bertema “Berbagi Dukungan Psikologis dan Praktik Baik Responsif Gender Lintas Budaya Indonesia–Austria” pada Sabtu, 25 Oktober 2025 pukul 14.00 sampai dengan selesai.

Acara ini berlangsung secara luring di ruang pertemuan KBRI Wina, Austria, yang kemudian dimanfaatkan Tim Ruanita untuk showcase. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman lintas budaya bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di Austria dan Slovenia.

Dalam sambutan pembuka, Dr. iur. Damos Dumoli Agusman, Duta Besar RI untuk Austria dan Slovenia sekaligus Organisasi Internasional di Wina, menyampaikan pentingnya memperkuat jejaring dukungan psikologis bagi orang Indonesia, terutama saat tinggal di mancanegara. Menurutnya, kesehatan mental dan kesetaraan gender merupakan bagian integral dari diplomasi kemanusiaan yang perlu terus ditingkatkan.

Diskusi menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Anna Knöbl, PhD Student di Universität Passau di Jerman, yang juga founder dari Ruanita Indonesia, dan Liebgard Fuchs, Neuro-Mental Trainer di Austria. Anna menyoroti tantangan psikologis yang dihadapi orang Indonesia dalam konteks transnasional dan pentingnya pendekatan responsif gender dalam kesehatan mental.

Sementara Liebgard Fuchs atau yang disapa Libi, perempuan asal Austria ini memperkenalkan perspektif lintas budaya dan berbasis gender dalam merespon resiliensi tinggal di Austria. Libi juga adalah seorang Neuro-Mental Trainer yang juga memperkenalkan teknik emotional power tapping sederhana kepada peserta.

Sesi dipandu oleh Azizah Seiger, relawan Ruanita di Austria, yang membawa suasana diskusi menjadi dinamis dan interaktif. Peserta aktif berdialog, berbagi pengalaman, dan bertukar pandangan tentang praktik baik dukungan psikologis lintas budaya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta karena berhasil menjembatani perspektif profesional dan pengalaman lapangan dalam isu kesehatan mental yang responsif gender.

Ruanita di bawah naungan Yayasan Ruanita Perempuan Indonesia, sebagai komunitas yang memperkuat psikoedukasi dan psikososial dalam lintas budaya bagi orang Indonesia di mancanegara, berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang diskusi, edukasi, dan dukungan bagi orang-orang Indonesia yang tinggal di mancanegara.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Azizah Seiger, Koordinator Acara melalui e-mail info@ruanita.com.