(CERITA SAHABAT) Berawal dari Kuliah Teknik Informatika di Jerman, hingga Ide Berwirausaha di Dunia Digital di Indonesia

Halo semuanya sahabat Ruanita, nama saya Natasha Hartanto dan sekarang saya tinggal di Jakarta, Indonesia sejak tahun 2023. Sekitar delapan tahun saya menetap di Jerman, saya akhirnya memutuskan kembali ke Indonesia. Saat ini saya sedang membangun usaha saya di bidang pendidikan dan teknologi kesehatan. 

Saya berkuliah di jurusan Informatika (IT) atau dalam Bahasa Inggris studi saya dikenal sebagai Computer Science di Universität Passau, Jerman. Awalnya, saya tertarik masuk jurusan itu saat diperkenalkan pertama kali dengan kompleksnya programming saat saya berada di Studienkolleg di Halle, Jerman. Saya masuk kuliah pada saat Wintersemester 2017/2018. Menurut saya, berkuliah di jurusan Informatika itu sepertinya susah-susah gampang.

Kesulitan studi saya sebenarnya lebih pada bagaimana mencari solusi untuk setiap masalah, yang perlu diselesaikan dengan programming. Hal yang membuat studi saya cenderung lebih mudah dari jurusan lain adalah karena Bahasa Jerman yang digunakan tidak terlalu mendalam. Mayoritas kosakata dalam studi saya masih menggunakan Bahasa inggris, atau langsung bahasa pemograman dan matematika. Kemampuan Bahasa Jerman saya tidak perlu semahir seperti jurusan lain di kampus saya, seperti misalnya jurusan filsafat atau hukum. Sebagaimana informasi berseliweran yang sudah sering didengar di Jerman, kalau jurusan teknik dan matematika itu sulit sekali. Jadi, kalau kalian ingin berkuliah di jurusan IT, semangat ya! 

follow us

Setelah saya berhasil menyelesaikan studi, saya sempat bekerja di Jerman beberapa tahun untuk mendapatkan pengalaman kerja. Saya pun kembali ke Indonesia dan saya sekarang berharap bisa mendirikan usaha saya sendiri. Saya sangat berharap usaha saya dapat sukses, setidaknya saya bisa membantu minimal 50 juta penduduk Indonesia, terutama anak muda dalam menavigasi masa depan mereka. Usaha saya dimulai dari membuat sistem agar cara berpikir kita semakin strategis, untuk membuat keputusan yang lebih baik (strategic decision making), dan tentunya juga di bidang kesehatan mental dan fisik. Misalnya, cara menghindari break outs, agar bisa lebih memahami siklus biologis tubuh.

Saya merasa beruntung dengan adanya perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang sangat pesat sekarang ini, sehingga progress proyek-proyek saya cukup terbantu. Selain itu, saya juga merasa koneksi dengan banyak orang itu sangat penting. Jadi, itu yang saya lakukan sekarang. Bila ada kesempatan, saya ingin berusaha untuk mengenal lebih banyak orang yang mungkin bisa berjalan, berdampingan dengan visi dan misi saya.

Kalau saya mengingat jurusan saya dulu, saya berkuliah IT di Universität Passau dengan proporsi jumlah mahasiswa perempuan sekitar 10%  sampai 20% dari keseluruhan jurusan IT di angkatan saya. Saya setuju bahwa minat di bidang teknik informatika secara general kurang banyak diminati mahasiswa perempuan, terutama di bidang IT dan mesin. Menurut saya, hal itu sangat dapat dimengerti. Saya dan beberapa mahasiswa perempuan yang berkuliah di jurusan teknik informatika (IT) yang dikenal, juga menyadari perbedaan angka partisipasi perempuan yang ingin studi di jurusan teknik informatika. 

Berdasarkan pengamatan saya, peluang perempuan untuk bekerja di dunia digital di Jerman sangat besar. Alasan ini yang selalu memotivasi saya dan para mahasiswa perempuan di jurusan teknik informatika (IT) untuk mencoba peruntungan. Kami tahu, bahwa ada kebijakan di banyak perusahaan untuk menerima karyawan perempuan. Ditambah pula, bekerja di bidang teknologi informatika juga memiliki pendapatan yang tidaklah kecil.

Definisi dunia digital menurut saya cukup luas. Apabila yang dimaksudkan dengan dunia digital dalam jurusan Teknik informatika, maka sejujurnya saya sebagai seorang perempuan, merasa bahwa programming itu seringkali membosankan. Contohnya, saya harus bisa bertahan dan terus berpikir secara logical thinking untuk memecahkan masalah dengan rumus matematika di balik layar komputer. Dalam sehari 12 jam misalnya, saya bisa bekerja dengan hampir tidak ada komunikasi dengan manusia lain kecuali bila ada masalah. Umumnya, bagi perempuan ini tidak mudah. 

Saya merasa bahwa perempuan secara evolusioner lebih membutuhkan banyak koneksi dan komunikasi dengan manusia lain. Saya pun menyadari hal ini, setelah saya bekerja beberapa lama sebagai programmer. Saya sadar bahwa saya butuh lebih banyak interaksi. Oleh karena itu, wajar bila perempuan lebih memilih pekerjaan yang butuh banyak interaksi dengan orang lain seperti: guru, dokter atau psikolog misalnya.

Di kantor, tempat saya bekerja dulu di Jerman lebih banyak didominasi oleh laki-laki. Dalam hal pengalaman kerja bersama rekan kerja lainnya, saya merasa sangat dihargai sebagai perempuan. Mereka sangat menghormati saya. Bahkan, saya sering diprioritaskan dalam banyak hal, seperti mereka selalu menanyakan pendapat saya dalam membuat beberapa perubahaan, dsb. Mereka sangat respek pada kita, walaupun saya sangat sering berbuat salah. Sebagai orang asing, sering kali saya tidak mengerti beberapa hal –mengingat bahwa kemampuan Bahasa Jerman saya masih di bawah kemampuan mereka, yang notabene sebagai Native Speaker. Namun, mereka selalu sabar dan tidak pernah meremehkan kemampuan saya.

Untuk meningkatkan minat dalam dunia digital, menurut saya, perempuan perlu lebih banyak lagi mendapat informasi, pelajaran, atau pelatihan tentang bidang-bidang yang berkaitan di dunia digital. Ini diperlukan agar perempuan lebih bisa memahami peluang yang ada, menimbang peluang tersebut, sebelum mereka memutuskan untuk terjun langsung di bidang digital. 

Tentunya, saya sepakat dengan perkembangan dunia digital yang diiringi oleh kecerdasan artifisial (AI) yang pesat, bahwa perempuan memiliki peluang kewirausahaan yang besar. Menurut saya, perempuan bisa menggabungkan aspek logika dan kreativitas yang dimilikinya, sehingga ini menjadi keunggulan untuk meraih kesuksesan. 

Bagi kalian yang tertarik ingin terjun di dunia digital, jangan takut! Kalian tidak harus paham segala hal untuk bisa berkuliah, bekerja, atau berwirausaha di bidang digital. Saya pun menyadari bahwa saya masih perlu belajar banyak hal. Kalian bisa mencari teman atau kenalan, yang mungkin bisa membantu kalian untuk meraih cita-cita atau kesuksesan.

Bagi kalian yang ingin bertanya lebih lanjut tentang dunia digital, kalian dapat menghubungi saya melalui kontak formulir di website saya, di akhir artikel. Jangan lupa, kalian perlu menuliskan topik yang ingin dibahas dan mention nama saya ya;)


Penulis: Natasha Hartanto, yang dapat dikontak di Website skyttenh.com dan juga mengelola kanal YouTube youtube.com/@natashahartanto.


Eksplorasi konten lain dari Ruanita - Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar