(CERITA SAHABAT) Yoga Tertawa untuk Kesehatan Jasmani dan Rohani

Halo Sahabat Ruanita, saya Ajeng dari Hamburg. Mungkin teman-teman sudah mengenal saya dari cerita-cerita atau tulisan saya dalam program cerita sahabat Ruanita ini. Kali ini, saya mau bercerita pengalaman saya ikut sesi yoga tertawa atau laughter yoga secara daring.

Waktu itu tahun 2022, saya menemukan satu sesi yoga tertawa dari website kampus saya.  Walau aturan pembatasan sosial tidak seketat seperti tahun 2020-2021, tetapi pada tahun 2022 itu masih ada aturan di Jerman, yang mana acara-acara kampus hanya dilangsungkan secara daring. Saya tidak tahu apa yang saya harapkan dari kelas yoga tertawa itu, tetapi saya butuh olahraga untuk kembali sehat secara jasmani dan rohani.

Sesi yoga tertawa dibuka oleh seorang praktisi yoga tertawa. Dia menjelaskan sejarah dan manfaat yoga tertawa ini. Menurutnya, yoga tertawa ini tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental. Sepertinya cocok untuk saya, yang mana saya sedang mengalami gangguan mental pada saat itu, dan saya ingin mulai olahraga lagi. 

Yoga tertawa merupakan perpaduan antara gerakan tubuh dan teknik pernafasan yang mungkin kita sudah kenal dari yoga, sehingga bisa membuat banyak oksigen mengalir ke tubuh dan otak kita. Yoga tertawa juga dapat mengurangi stres, menambah rileks, meningkatkan kreativitas, mengaktifkan hormon bahagia (dopamin), memperkuat sistem imun, dan mengurangi tekanan darah.

Mungkin saat kita mendengar istilah yoga tertawa, kita membayangkan orang tertawa sambil duduk bersila. Paling tidak, begitu yang saya bayangkan saat itu. Ternyata saya salah. Kami berlatih dengan duduk dan berdiri, melakukan gerakan-gerakan ringan, sambil diiringi dengan tawa.

Gerakannya sangat sederhana, bisa menepuk tangan, menjentikan jari, berputar, dan sebagainya. Tawanya boleh palsu, karena tubuh kita tidak tahu, apakah tawa yang kita lakukan palsu atau alamiah. Namun, efeknya akan sama-sama menyehatkan badan dan membuat bahagia.

Saya ingat, waktu itu latihan yoga kami dimulai dengan meniru gerakan binatang, misalkan pinguin. Pasti teman-teman tahu dong, bagaimana pinguin berjalan? Nah, itu adalah gerakan yang kami lakukan. Tidak usah berjalan jauh, hanya satu-dua langkah ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, dan berputar. Jangan lupa, dilakukan sambil tertawa. 

Pertama-tama, memang saya merasa aneh sekali melakukan tawa palsu, apalagi bersama orang-orang tidak dikenal. Sebagian besar orang yang hadir bersama saya berlatih yoga ini, mematikan video dan mikrofon. Lama-lama, saya tertawa sendiri, karena lucunya gerakan yang saya lakukan. Saya juga menertawakan yang sedang melakukan tawa palsu. Tawa yang kami lakukan juga beragam, tidak hanya “ha ha ha” tetapi juga “hi hi hi”, “he he he”, dan “ho ho ho”. Jadi, tiap gerakan bisa diganti ragam tawanya agar tidak bosan.

Menurut saya, yoga tertawa ini seperti sedang bermain. Kita bisa saja berfantasi membuat gerakan sendiri. Contohnya, gerakan membuat minuman. Anggap diri sendiri seorang bartender yang sedang mengocok botol minuman. Setiap gerakan mengocok minuman, kita tertawa dengan “ha”, ulangi tiga kali. Setelah itu, lakukan gerakan minum, sambil tertawa “ha ha ha”. Gerakan lain bisa kita ambil dari aktivitas sehari-hari, misalnya bertelepon, mencuci tangan, dan sebagainya. Semuanya bisa dilakukan sambil tertawa.

Setelah 10-15 menit melakukan yoga tertawa, saya benar-benar merasa lelah. Memang, tertawa membutuhkan tenaga, tapi di sisi lain saya merasa lebih “bangun”, menjadi lebih bertenaga, dan juga lebih bahagia. Awalnya, saya merasa aneh dengan tawa palsu, tetapi saya benar tertawa alamiah setelah itu. Mungkin karena gerakan-gerakannya yang lucu (dan aneh). Memang, tertawa itu menular, walaupun palsu. 

Hal lain, yang saya suka dari yoga tertawa adalah kita juga melakukan afirmasi positif ke diri sendiri. Gerakannya sederhana saja, misalnya mengelus lengan kita sambil bilang, “very good”. Atau kita melakukan gerakan lain sambil mengatakan, betapa kerennya kita. Kalau latihannya seperti ini, bagaimana ini tidak baik untuk kesehatan mental kita?

Setelah latihan sekali dengan praktisi yoga tersebut, saya mengajak sahabat saya yang tinggal di luar kota untuk melakukan yoga tertawa ini bersama saya. Kami membuat janji untuk bertemu secara virtual. Syukurnya, latihan yoga tertawa ini benar-benar sudah mendunia, seperti banyak yang ditampilkan di YouTube tentang ini. Awalnya, sahabat saya tertawa geli melihat gerakan-gerakan yang ditampilkan, apalagi dilakukan sambil tertawa palsu, tapi dia tetap mengikuti. 

Pada akhirnya, kami benar-benar tertawa bersama, sambil melakukan yoga tertawa ini. Setelahnya, kami benar-benar lelah, seperti habis melakukan olahraga. Tawa kami bukan lagi palsu, melainkan benar-benar alamiah. Kami sampai merasa takut ditegur tetangga, karena terlampau berisik. Sayangnya setelah itu, kami hanya bertemu secara daring 2-3 kali untuk latihan yoga tertawa, karena kesibukan kami juga.

Yoga tertawa ini juga bisa dilakukan oleh semua umur. Yoga tertawa ini juga sangat cocok untuk anak-anak, karena gerakannya yang mirip seperti permainan. Saat berlibur ke Indonesia, saya sempat melakukan yoga tertawa dengan keponakan saya, yang berumur lima tahun. Kami tidak berhenti tertawa. Orang tua juga bisa melakukan yoga tertawa ini, karena gerakannya sederhana dan bisa dilakukan sambil duduk.

Di Jerman, sudah ada banyak klub atau organisasi yoga tertawa. Mereka adalah praktisi yoga tertawa profesional. Tidak hanya melakukan yoga tertawa di rumah, tapi juga memberikan pelatihan ke orang lain, yang ingin jadi pelatih bersertifikat. Misalnya, orang yang tertarik menerapkan di perusahaan, yang ingin karyawannya bahagia; atau diundang ke acara privat seperti pesta ulang tahun. Praktisi yoga tertawa yang memandu kami di acara kampus juga berasal dari salah satu klub tersebut. Dia memang merupakan pelatih bersertifikat.

Ada juga klub yoga tertawa yang secara rutin latihan di taman umum. Semua orang boleh berpartisipasi dengan memberikan uang secara sukarela. Sampai saat ini sayangnya, saya tidak pernah melakukan yoga tertawa lagi. Saya bahkan lupa ada yoga tertawa ini, kalau tidak ada tema ‘tertawa baik untuk kesehatan mental’ yang dipersiapkan oleh Ruanita. 

Saya ingin sekali suatu saat nanti, saya dapat mengikuti acara yoga tertawa secara langsung. Saya berpikir, mengikuti yoga tertawa daring saja sudah lucu, apalagi dilakukan secara luring. Saya membayangkan, kita dapat tertawa massal bersama orang lain di alam terbuka. Apakah Sahabat Ruanita tertarik untuk coba yoga tertawa?

Penulis adalah Mariska Ajeng. Dia adalah relawan Ruanita, Aktivis Kesehatan Mental, dan tinggal di Hamburg, Jerman. Tulisannya bisa dibaca di website Ruanita dan http://www.mariskaajeng.com.


Eksplorasi konten lain dari Ruanita - Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar