(GALERI FOTO) Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia bersama Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry

Melanjutkan program kerja sama yang digagas antara Ruanita Indonesia, Kesmenesia, dan Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, baru-baru ini berhasil dilaksanakan acara Hybrid yang meriah untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026 (10/10). Acara tersebut diikuti hampir sekitar 100 orang di ruang daring zoom dan sekitar 30 orang di aula pertemuan UIN Ar-Raniry. Acara yang berfokus pada tema 2026 yakni mendengar suara penyintas untuk memperkuat perubahan ini telah mengundang atensi peserta tentang bagaimana berani untuk mematahkan stigma.

Setelah pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, acara berlanjut dengan mendengarkan pengalaman nyata aktivis sekaligus relawan Ruanita Indonesia di Jerman, yakni Mariska Ajeng Harini. Dalam sharing tersebut, Ajeng menekankan pentingnya untuk berbagi dukungan bagi mereka yang hidup dengan gangguan mental dan bagaimana menciptakan collective care seperti yang diusung oleh Ruanita Indonesia. Selanjutnya hadir pula, Ketua Kesmenesia periode 2026-2028, Aulia Farsi yang berbagi bagaimana praktik layanan kesehatan jiwa di Jerman sesuai profesinya.

(GALERI FOTO) Workshop Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia bersama KJRI Hamburg

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, Ruanita Indonesia bersama Kesmenesia dan KJRI Hamburg berhasil menggelar Workshop yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Oktober 2026 di gedung pertemuan KJRI Hamburg, Jerman. Acara diikuti oleh sekitar 40 orang yang penuh antusias untuk berbagi dukungan psikologis dan sosial dalam mempromosikan tema kesehatan mental di tengah masyarakat Indonesia di Jerman.

Acara dibuka oleh Konjen RI untuk Hamburg, Ibu Renata Siagian dan juga diawali dengan perkenalan Kesmenesia yang diwakilkan oleh Aulia Farsi, perawat jiwa di Rumah Sakit Jiwa di Hamburg. Acara ini di bawah koordinasi relawan Ruanita Indonesia di Hamburg, Ecie Linasari yang berperan sebagai moderator dalam acara tersebut. Peserta berharap acara serupa akan terus dapat ditingkatkan agar kesadaran akan kesehatan mental semakin nyata, terutama untuk menghormati keberanian mereka dengan gangguan kesehatan mental.