(CERITA SAHABAT SPESIAL) Trauma-Informed Yoga: Ruang Aman untuk Pulih dan Terhubung

Hari Yoga Sedunia yang diperingati setiap 21 Juni menjadi momentum penting bagi banyak komunitas untuk merayakan harmoni tubuh dan jiwa melalui praktik yoga. Di bulan Juni 2025 ini, Ruanita Indonesia menghadirkan edisi khusus Cerita Sahabat Spesial yang menyoroti tema yang mendalam dan penuh makna: Trauma-Informed Yoga.

Bersama Bernadia, seorang fasilitator yoga dan terapi somatik yang telah menjalani perjalanan panjang lintas negara dan budaya, kita diajak memahami bentuk yoga yang ramah, inklusif, dan menyentuh sisi terdalam dari penyembuhan emosional.

Mengenal Sosok Bernadia

Bernadia kini tinggal di Pulau Fuerteventura, Kepulauan Canary, Spanyol. Sebelumnya ia menetap di Swedia untuk mendalami studi tentang pendidikan luar ruang (outdoor education) dan keberlanjutan (sustainability).

Perjalanannya dalam bidang yoga dan terapi somatik telah mempertemukannya dengan berbagai pendekatan yang memperluas makna yoga bukan hanya sebagai olahraga atau praktik spiritual, tetapi juga sebagai jalan penyembuhan dari luka trauma.

“Saat ini aku fokus pada yoga, trauma, dan terapi somatik,” ujarnya.

Ia kemudian memperkenalkan konsep trauma-informed yoga, sebuah pendekatan yang sangat personal dan empatik dalam memfasilitasi individu, khususnya mereka yang memiliki pengalaman trauma, agar bisa menjadikan yoga sebagai alat bantu penyembuhan, bukan pemicu luka lama.

Follow us

Apa Itu Trauma-Informed Yoga?

Trauma-informed yoga (TIY) bukanlah jenis yoga baru dengan teknik atau gerakan berbeda, melainkan pendekatan yang merangkul prinsip inklusivitas, kesadaran tubuh, dan keamanan emosional.

Dalam praktiknya, fasilitator TIY memahami bahwa trauma tersimpan dalam tubuh dan memengaruhi cara kerja otak.

Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan pun sangat hati-hati, mempertimbangkan sensitivitas peserta terhadap pengalaman traumatis masa lalu.

“Trauma adalah respons emosi dari peristiwa negatif yang tersimpan dalam tubuh dan mempengaruhi kelanjutan kerja otak kita,” kata Bernadia.

Otak yang pernah mengalami trauma bisa mudah mengalami reaksi fight, flight, atau freeze saat merasa terancam, walau ancaman itu tidak selalu nyata secara fisik.

Dalam kelas trauma-informed yoga, Bernadia menekankan pentingnya menghadirkan rasa aman. Ini termasuk dalam cara berbicara, menyusun ruang, hingga memilih kata-kata.

Tidak digunakan istilah-istilah dalam bahasa Sanskrit seperti pada yoga tradisional, demi menghindari alienasi atau rasa tidak nyaman bagi peserta yang tidak familiar.

Empat Pilar Trauma-Informed Yoga

Bernadia membagikan empat tema utama dalam trauma-informed yoga yang menjadi fondasi dari pendekatan ini:

  1. Mengalami Momen Saat Ini
    Fokus utama adalah membangun kesadaran penuh terhadap keberadaan di saat ini (being present). Trauma membuat seseorang sering terjebak dalam masa lalu atau cemas akan masa depan. Lewat latihan ini, peserta diajak untuk kembali hadir, merasakan tubuh, nafas, dan emosi saat ini.
  2. Membuat Pilihan
    Peserta diberikan hak penuh untuk memilih gerakan yang paling sesuai bagi dirinya. Tidak ada paksaan atau tekanan untuk mengikuti gerakan yang sulit atau tidak nyaman. “Setiap orang boleh memilih gerakan yang paling aksesibel untuk mereka,” jelas Bernadia. Ini adalah bentuk pemulihan rasa kendali yang sering hilang dalam pengalaman trauma.
  3. Mengambil Aksi yang Efektif
    Ini berkaitan erat dengan membuat pilihan—di mana setiap aksi dalam gerakan yoga harus terasa bermanfaat dan membawa rasa nyaman, bukan sekadar mengikuti instruksi. TIY memfasilitasi peserta untuk memahami apa yang benar-benar dibutuhkan oleh tubuh mereka.
  4. Membangun Ritme dan Keterhubungan
    Kelas TIY biasanya menggunakan sekuens gerakan yang konsisten dan berulang untuk menciptakan rasa ritmis dan aman. Ritme ini juga menjadi jembatan untuk membangun keterhubungan antara fasilitator dan peserta.

Praktik yang Lembut dan Aksesibel

Trauma-informed yoga berbeda dengan kelas yoga konvensional yang kadang menekankan pada performa atau bentuk sempurna.

Di sini, tidak ada istilah “pose harus sempurna”. Sebaliknya, fokusnya adalah pada body awareness atau kesadaran tubuh, seperti mengenali sensasi dingin, panas, nyeri, atau ketegangan di tubuh, dan belajar untuk tidak mengabaikannya.

Selain itu, Bernadia membuka ruang dialog sejak awal kelas.

Ia mempersilakan peserta menyampaikan kebutuhan atau ketidaknyamanan, misalnya jika cahaya lampu terlalu redup atau musik tertentu membangkitkan kenangan traumatis. “Kita bangun lingkungan yang aman dan nyaman sejak awal,” katanya.

Penggunaan istilah gerakan dalam bahasa sehari-hari juga menjadi strategi penting.

Alih-alih menyebut Balasana atau Utkatasana, misalnya, fasilitator akan mengatakan “gerakan seperti duduk di kursi” atau “posisi anak”. Ini membantu peserta lebih memahami dan tidak merasa terasing.

Tidak Mengkualifikasi Pengalaman

Dalam trauma-informed yoga, pengalaman setiap orang tidak dibandingkan atau dinilai.

Tidak ada yang disebut “nafas yang benar” atau “gerakan yang dalam”. Justru TIY menghindari penggunaan kata-kata yang bisa mengandung nilai, seperti “lebih dalam”, “lebih kuat”, atau “lebih baik”.

“Pengalaman tiap orang berbeda.

Tidak perlu menyamakan. Yang penting, apakah itu terasa aman dan nyaman untukmu?” jelas Bernadia.

Peran Fasilitator yang Empatik

Fasilitator TIY memiliki pelatihan khusus untuk memahami respons tubuh terhadap trauma, termasuk bagaimana menghadapi situasi ketika peserta mengalami trigger, yaitu munculnya kembali kenangan atau emosi menyakitkan karena suatu stimulus, seperti suara, posisi tubuh tertentu, atau bahkan aroma.

Seorang guru trauma-informed yoga tidak hanya mengajarkan gerakan, tetapi juga memahami batasan peserta dan tahu cara memberikan dukungan.

Mereka menyadari bahwa tidak semua trauma bisa diselesaikan melalui yoga, dan kerap mendorong peserta untuk tetap menjalin hubungan dengan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater.

Ruang untuk Menolak dan Meninggalkan

Salah satu nilai penting dalam TIY adalah memberi izin kepada peserta untuk tidak ikut. Peserta diperbolehkan meninggalkan kelas kapan saja jika merasa tidak nyaman.

Ini sangat kontras dengan banyak kelas yoga yang secara tidak langsung memberi tekanan sosial untuk bertahan sampai selesai.

Bernadia mengungkapkan bahwa ia sendiri pernah merasa takut untuk meninggalkan kelas yoga ketika tidak nyaman, dan pengalaman itu sangat membekas.

Karena itu, ia menekankan kepada siapa pun yang ingin bergabung di kelasnya untuk merasa bebas meninggalkan ruang saat dibutuhkan—tanpa rasa bersalah.

“Kalau teman-teman mau ikut kelasku, silakan kontak dulu. Nggak perlu cerita masalah traumanya apa, cukup kenalan dulu untuk tahu apakah vibenya cocok atau nggak,” ujarnya.

Yoga Sebagai Pendekatan Pelengkap

Perlu ditekankan bahwa trauma-informed yoga bukan pengganti terapi profesional. Ini adalah pendekatan pelengkap yang bisa mendukung proses pemulihan secara menyeluruh.

Yoga memberikan ruang untuk menyentuh kembali tubuh yang mungkin selama ini dihindari karena trauma, dan membangun kembali rasa aman serta keterhubungan diri.

Komitmen Ruanita Indonesia

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Lebih lanjut, simak program cerita sahabat spesial berikut ini di kanal YouTube kami dan pastikan SUBSCRIBE agar kami berbagi lebih banyak lagi

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Apa yang Bisa Dipelajari dari Pendidikan di Negeri Paling Membahagiakan, Finlandia?

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, program Cerita Sahabat Spesial (CSS) edisi bulan Mei 2025 dari RUANITA – Rumah Aman Kita menghadirkan sosok perempuan inspiratif: Desiree Luhulima, seorang pendidik dan penulis buku pendidikan yang telah tinggal di Finlandia selama hampir tiga dekade.

Melalui program ini, RUANITA mengajak kita menyelami lebih dalam esensi pendidikan dari perspektif orang Indonesia yang telah lama bersentuhan dengan sistem pendidikan Finlandia, salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia.

Salah satu kisah paling membekas yang dibagikan Desiree adalah pengalamannya ketika mengunjungi sebuah daerah di Indonesia. Ia mengamati perilaku anak-anak yang membeli teh kemasan plastik saat istirahat sekolah.

Ketika ditanya ke mana mereka membuang gelas plastik tersebut, anak-anak dengan percaya diri menjawab: “ke tempat sampah, supaya tidak menyebabkan banjir.”

Namun ketika bel masuk berbunyi, gelas-gelas itu justru dilempar ke kali.

Follow us

Kejadian ini menjadi simbol nyata bagi Desiree atas apa yang ia sebut sebagai “keterputusan pendidikan”—yaitu ketidaktersambungan antara pengetahuan yang diajarkan dan perilaku nyata yang diterapkan.

Pendidikan yang mestinya membentuk karakter dan kesadaran lingkungan, justru terjebak pada hafalan dan rutinitas kosong.

Desiree membandingkan pengalamannya sebagai orang tua di Indonesia dan di Finlandia.

Di Indonesia, ia pernah mengalami stres berat sebagai ibu karena dua anak laki-lakinya yang sangat aktif.

Ia merasa harus terus mengontrol agar tidak dimarahi guru. Namun, saat berpindah ke Finlandia, anak-anaknya justru diapresiasi.

“Anak-anak diberi kebebasan, diberi ruang, diberi kepercayaan, diapresiasi, suaranya didengar, dan diberi kesempatan seluas-luasnya,” kata Desiree.

Ia melihat bagaimana kelebihan anak dihargai dan kekurangannya dicarikan solusi, bukan disalahkan.

Menurutnya, sistem pendidikan Indonesia sebenarnya bisa mencapai itu juga.

Tapi ada yang belum kena, yaitu “roh” dari pendidikan itu sendiri, yakni semangat dan nilai-nilai yang menghidupi proses belajar-mengajar.

Desiree menjelaskan bagaimana pendekatan “sambil menyambil” diadopsi dalam sistem pendidikan anak usia dini di Finlandia.

Artinya, matematika, IPA, dan pelajaran lain tidak diajarkan secara kaku, tetapi dimasukkan dalam aktivitas bermain.

Bermain menjadi wahana belajar, dan istirahat bukan hanya jeda, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang berharga.

Dalam bermain, anak-anak belajar kecerdasan sosial, mengelola konflik, dan berkolaborasi.

Di TK, jam belajar hanya sekitar empat jam sehari dan 190 hari per tahun, namun sarat makna.

Pembelajaran berbasis pengalaman (experience-based learning) dan kolaborasi antar siswa dijadikan kunci utama.

Di Finlandia, guru bukan sekadar profesi, melainkan peran mulia yang secara sadar dipilih. “Menjadi guru itu keren,” ujar Desiree.

Para guru merasa bahwa mereka sedang membentuk bangsa, bukan hanya mengajar mata pelajaran.

Untuk menjadi guru, Desiree sendiri harus menempuh pendidikan pedagogik setara 60 SKS. Proses seleksinya menekankan pada niat dan jiwa sebagai pendidik. Guru juga tidak bekerja sendiri.

Mereka bekerja kolektif untuk menyelesaikan tugas administratif, saling berbagi ide, dan mendukung satu sama lain. Dalam istilah Desiree, ini bukan “mencontek”, melainkan kolaborasi sadar yang adil dan saling memberi.

Salah satu kritik utama Desiree terhadap sistem pendidikan Indonesia adalah soal penilaian. Menurutnya, penilaian di Indonesia masih bersifat menghakimi dan penuh label negatif.

Misalnya, anak yang tidak rajin langsung disebut “malas”, tanpa melihat konteksnya.

Ia menyebut pentingnya penggunaan kata kerja dalam penilaian seperti “kamu sudah bisa menghitung dari satu sampai sepuluh”, bukan sekadar memberi angka atau nilai ujian.

Desiree juga menyoroti bahaya sistem peringkat (ranking), yang secara tidak sadar menyakiti anak-anak yang tidak masuk peringkat atas, dan menciptakan persaingan yang tidak sehat.

“Orang-orang yang masuk ranking adalah orang-orang yang seragam, dan ketika mereka masuk dunia kerja, mereka saling gontok,” ujarnya.

Inti dari seluruh gagasan yang disampaikan Desiree adalah bahwa pendidikan bukan sekadar alat akademik, melainkan proses membentuk manusia seutuhnya.

Anak-anak bukan untuk dilabeli, dibandingkan, atau ditekan, melainkan didampingi agar mereka tumbuh menjadi individu yang mandiri, percaya diri, dan peduli terhadap sekitarnya.

Ia menekankan pentingnya narasi dalam pendidikan: narasi yang positif, suportif, dan membangun.

“Narasi yang dipakai tidak menjatuhkan, tidak mempermalukan, tidak membuang anak.

Mereka disimulasi untuk berperan di dalam komunitasnya,” kata Desiree.

Cerita Desiree Loholima adalah cermin yang jujur dan penuh harapan.

Ia tidak membandingkan untuk merendahkan, tetapi mengajak kita semua merefleksikan, yakni pendidikan seperti apa yang ingin kita wariskan untuk generasi berikutnya?

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Selengkapnya dapat dilihat dalam program cerita sahabat spesial yang di kanal YouTube kami berikut ini dan pastikan SUBSCRIBE kanal YouTube kami agar dapat berbagi lebih banyak lagi:

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Resiliensi Ibu yang Punya Anak dengan Pitt Hopkins Syndrom

Tak banyak orang yang memahami dengan baik, bagaimana resiliensi yang dihadapi oleh ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

Perjuangan dan tantangan ini yang kemudian ingin dibagikan oleh Vinna Nidia, yang saat diwawancarai sedang tinggal di Belanda, sejak tahun 2013.

Vinna, begitu disapa, telah menikah dengan pria berkewarganegaraan asing dan kini telah memiliki empat orang. Salah satu anak Vinna adalah anak dengan Pitt Hopkins Syndrom.

Vinna mengakui bahwa dia tidak mendapati berbagai gejala yang berbeda dari kehamilannya pada anak dengan Pitt Hopkins Syndrom.

Justru Vinna mendapatinya ketika anaknya lahir dan mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembang anak.

Follow us

Tak banyak orang mengenal dengan baik, apa itu Pitt Hopkins Syndrom, apalagi kasus ini sangat jarang di dunia. Vinna mengakui di Indonesia pun baru bisa dihitung dengan jari.

Sehari-hari, Vinna di Belanda pun memiliki kesibukan lainnya seperti mengelola usaha rumahan dan komunitas Pitt Hopkins khusus Indonesia.

Vinna terdorong untuk membagikan pengetahuan dan pengalamannya tentang Pitt Hopkins kepada banyak orang Indonesia, terutama karena kasusnya sangat langka di Indonesia.

Menurut Vinna, sudah banyak negara yang membentuk kelompok dukungan sosial untuk orang tua yang memiliki anak dengan Pitt Hopkins.

Oleh karena itu, Vinna pun menceritakan bagaimana kegigihannya untuk melawan stigma sosial yang biasanya melekat pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus seperti dirinya.

Apa itu Pitt Hopkins Syndrom? Bagaimana awal mula diagnosa itu muncul pada anak Vinna? Apa saja perjuangan dan tantangan yang dihadapi Vinna dalam membesarkan anak berkebutuhan khusus? Apa pesan Vinna untuk orang tua yang memiliki anak dengan berkebutuhan khusus?

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya program Cerita Sahabat Spesial dari Belanda berikut ini dan pastikan SUBSCRIBE kanal YouTube kami, agar kami dapat berbagi lebih banyak lagi:

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Menjadi Dokter Gigi Sambil Berwirausaha di Sela Waktu Lowong di Belgia yang Menantang

Melanjutkan program Cerita Sahabat Spesial Episode Maret 2025, Ruanita Indonesia mengundang sahabat Ruanita yang tinggal di Belgia dan berprofesi sebagai dokter gigi.

Dia adalah Drg. Asti Sutanto yang tinggal di Belgia sudah lebih dari 10 tahun untuk bercerita bagaimana pengalaman dan tantangan yang dihadapinya sebagai bagian dari peringatan Hari Perempuan Internasional 2025.

Dokter gigi Asti berasal dari Surabaya, kemudian pindah ke Belgia tahun 2006 untuk memulai studi lanjutan. Sehari-hari, dokter gigi Asti bekerja 4 hari dalam seminggu dan aktif untuk berbisnis produk-produk Indonesia di Belgia.

Follow us

Drg. Asti pernah menempuh studi kedokteran gigi di Indonesia selama lima tahun. Keputusannya untuk pindah ke Belgia, didasari oleh keinginannya untuk menempuh pendidikan lanjutan di Belanda. Menurutnya, praktik bekerja sebagai dokter gigi di Belgia bukan hal yang mudah di awal kariernya.

Menurut dokter gigi Asti, dia harus menghadapi berbagai perangai pasien dan mentalitas orang lokal, yang kadang disertai dialek dalam berkomunikasi dengannya. Meski begitu, Asti pun perlu memiliki asuransi untuk menjamin keamanan finansialnya selama tinggal di Belgia.

Dokter gigi Asti juga menjelaskan perbedaan sistem asuransi kesehatan di Belanda dengan di Belgia yang berbeda. Selama bekerja menjadi dokter gigi, dia tidak mengalami perlakuan diskriminasi dari pasien-pasien yang ditangani mengingat tak banyak dokter gigi yang praktik di area tersebut.

Apa saja pengalaman dan tantangan yang dialami Asti sebagai dokter gigi di Belgia lebih dari 10 tahun? Mengapa dia perlu ke Belanda dulu? Apa maksudnya sistem undian ketika mau studi kedokteran gigi di Belanda? Apa benar biaya kuliah kedokteran gigi lebih murah di Belgia dibandingkan pengalaman dokter gigi Asti sewaktu di Indonesia dulu?

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya dalam program Cerita Sahabat Spesial di kanal YouTube kami berikut dan pastikan SUBSCRIBE kanal YouTube kami agar dapat berbagi lebih banyak lagi.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Bagaimana Sebaiknya Budaya Online yang Aman dan Bertanggungjawab di Indonesia?

Melanjutkan episode bulan Februari 2025, Ruanita Indonesia mengangkat tema Safer Internet Day dalam program cerita sahabat spesial, yang ditayangkan tiap bulan. Bagaimana pun, internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, membuka akses informasi dan peluang tanpa batas.

Untuk membahasnya lebih dalam, Ruanita – Rumah Aman Kita – Indonesia mengundang sahabat Ruanita yang sedang studi PhD di University of Birmingham, Inggris. Dia adalah Zakiyatul Mufidah, seorang dosen yang sedang menekuni studi lanjutan.

Zakiya menyadari bahwa rasa aman dalam berinternet di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Dalam program Sahabat Spesial yang diinisiasi oleh Ruanita Indonesia, isu-isu terkait keamanan digital dan budaya online diangkat untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.

Salah satu penyebab utama kurangnya rasa aman di dunia maya adalah budaya online yang mentoleransi tindakan seperti cyberbullying dan pelanggaran privasi. Misalnya, penggunaan foto tanpa izin, baik untuk candaan maupun tindakan yang lebih serius, masih sering terjadi.

Menurut Zakiya, rendahnya tingkat literasi digital di Indonesia membuat masyarakat cenderung menggunakan internet tanpa memahami risiko atau etika yang menyertainya. Hal ini mencakup kurangnya kesadaran terhadap pentingnya keamanan akun melalui otentikasi ganda (double authentication), risiko menggunakan Wi-Fi publik, hingga bahaya phishing.

Ada empat aspek utama literasi digital, seperti yang dijelaskan oleh Zakiya

  1. Digital Skill: Keterampilan teknis dalam menggunakan teknologi.
  2. Digital Culture: Pemahaman budaya dan tanggung jawab saat berinteraksi di dunia maya.
  3. Digital Ethics: Mempraktikkan etika yang baik dalam komunikasi dan konten digital.
  4. Digital Safety: Menjaga keamanan data pribadi dan melindungi diri dari kejahatan siber.

Kesadaran masyarakat terhadap keempat pilar ini perlu terus ditingkatkan melalui edukasi, kampanye, dan pelatihan praktis.

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya program cerita sahabat spesial berikut di kanal YouTube kami dan jangan lupa SUBSCRIBE kanal YouTube kami agar dapat berbagi lebih banyak lagi.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Kemeriahan Imlek di Taiwan

Program Cerita Sahabat Spesial tayang tiap bulan yang mengundang partisipasi berbagai perempuan Indonesia untuk bercerita sesuai tema yang beragam, termasuk tema yang sedang terjadi pada hari ini, yakni Chinese Lunar New Year. Di Indonesia, Chinese Lunar New Year disebut juga Imlek yang tentunya bisa jadi pengalaman berharga bagi orang Indonesia yang tinggal di Taiwan.

Dia adalah sahabat Ruanita yang kini menetap di Taiwan sejak sebelas tahun lalu, di Kota Taipeh. Dia bernama Lili, yang awal mulanya datang ke Taiwan untuk belajar bahasa Taiwan. Lili sendiri mengatakan bahwa perayaan Imlek mendapat hati bagi warga Taiwan, karena durasinya yang lama untuk merayakannya bersama keluarga.

Warga Taiwan biasanya menyambutnya dengan membersihkan rumah sebelum Imlek datang. Namun, Lili menekankan membersihkan rumah hanya sebelum datangnya Imlek, bukan pada jelang H min satu hari dari Chinese Lunar New Year karena hal itu malahan akan menghilangkan keberuntungan di tahun yang baru.

Tak hanya membersihkan rumah, mereka di Taiwan juga mendekorasi rumah mereka sesuai shio yang akan datang pada tahun tersebut. Mereka juga kadang menggantungkan tulisan-tulisan keberuntungan secara terbalik agar keberuntungan datang ke dalam rumah.

Hal menarik yang diceritakan Lili adalah bagaimana warga Taiwan menyiapkan hidangan yang semuanya ditujukan untuk mendatangkan rezeki, keberuntungan, dan kebahagiaan untuk penghuni rumah. Tak hanya itu, Lili juga menjelaskan makna pemberian uang angpo hingga jumlah yang disarankan untuk warga di Taiwan agar bisa mendatangkan keberuntungan.

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Seperti apa kemeriahan perayaan Imlek di Taiwan, simak selengkap di kanal YouTube berikut dan jangan lupa SUBSCRIBE kanal YouTube agar dapat berbagi lebih banyak lagi

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Pengelolaan Sumber Daya Air dan Hak Asasi Manusia

Menutup kampanye 16 Hari Tanpa Kekerasan yang menjadi bagian dari program AISIYU (=AspIrasikan Suara dan Inspirasi nyatamU) tahun 2024, Ruanita mengundang sahabat Ruanita yang kini sedang menempuh studi S3 di Belanda. Dia adalah Widya Tuslian yang memiliki latar belakang sebagai socio-legal studies, dengan fokus penelitian di bidang social welfare dan social justice.

Dalam penelitian yang sedang dilakukan, Widya berfokus pada bagaimana tata kelola sumber daya air di masyarakat miskin Urban Jakarta dalam perspektif socio-legal. Meskipun sumber daya air di Indonesia berlimpah, tetapi masalahnya bukan pada ketiadaan air, tetapi bagaimana air bisa dinikmati oleh setiap warga tanpa terkecuali.

Jakarta terkenal dengan infrastruktur development yang paling maju dibandingkan kota-kota lainnya di Indonesia. Namun, di sudut-sudut kota Jakarta, permasalahan air masih sangat pelik, yang terkait dengan tata kelola air. Bagaimana pun aliran air yang keluar itu untuk semua manusia tanpa terkecuali.

Air seharusnya adalah hak dasar semua orang yang menyangkut human dignity, terpaksa menjadi begitu sulit di area poor urban Jakarta karena kebijakan dan tata kelola yang tidak tepat. Selain policy makers, hal ini dipersulit oleh para pebisnis yang hanya memikirkan kepentingan pribadi, dibandingkan hajat hidup orang banyak.

Di Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, kita diingatkan lagi bagaimana keadilan sosial bagi seluruh warga Indonesia lewat distribusi air. Air bersih menjadi impian banyak orang, yang seharusnya bisa dinikmati oleh siapa saja. Kenyataannya, air bersih begitu sulit diakses bagi mereka yang tinggal di Poor Urban Jakarta.

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya dalam kanal YouTube kami berikut ini:

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Bersuara Untuk Perempuan Papua dari Negeri Rantauan

Dalam rangka memperingati Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, Ruanita Indonesia (www.ruanita.com) mempersembahkan program bulanan mereka yang bertajuk Cerita Sahabat Spesial (CSS). Program ini merupakan inisiatif untuk menyoroti berbagai kisah nyata tentang perempuan yang berjuang melawan kekerasan dan stigma, serta memperkuat solidaritas di antara mereka.

Edisi November CSS mengangkat kisah inspiratif Cikita Febrilia atau Ciki, seorang perempuan Papua dari Kota Sorong yang saat ini menempuh studi magister di Swiss. Ciki juga merupakan Partnership Manager di organisasi Sa Perempuan Papua, yang bergerak dalam isu-isu yang masih sering dianggap tabu di Papua, seperti kekerasan terhadap perempuan dan stigma sosial yang menempel pada perempuan Papua.

Dalam cerita yang dibagikan, Ciki berbicara tentang pentingnya ruang aman bagi perempuan untuk berbagi cerita, serta upayanya melalui Sa Perempuan Papua untuk menciptakan Honai Aman, sebuah ruang aman yang didedikasikan untuk perempuan Papua.

Ruang ini memungkinkan perempuan-perempuan yang mengalami kekerasan untuk mendapatkan dukungan psikologis dan bantuan hukum. Menurut Ciki, masalah kekerasan di Papua tidak hanya fisik, tetapi juga berupa kekerasan verbal yang menyakitkan, seperti ejekan terkait warna kulit dan bentuk tubuh yang sering diterima oleh perempuan Papua.

Ciki juga mengungkapkan bahwa kekerasan dan stigma yang dialami oleh perempuan Papua sering kali berakar dari sistem patriarki dan trauma turun-temurun. Budaya patriarki yang masih kuat di daerah pedalaman membuat perempuan sulit untuk merdeka dari kekerasan.

Namun, Sa Perempuan Papua terus berupaya untuk mengedukasi dan mendukung perempuan Papua, baik melalui ruang aman fisik maupun platform digital, serta menyebarkan informasi dan edukasi lewat media sosial.

Pengalaman Ciki juga mencakup cyber harassment yang ia terima ketika berbagi foto dalam pakaian adat Papua. Alih-alih diapresiasi, ia justru mendapatkan komentar-komentar negatif yang menyoroti fisiknya, membuatnya merasa tersakiti.

Pengalaman ini memperkuat motivasinya untuk terus berjuang menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan Papua, baik secara fisik maupun digital.

Program CSS edisi ini menyoroti pentingnya solidaritas dan edukasi dalam memberantas kekerasan terhadap perempuan. Ciki menyampaikan bahwa perempuan Papua harus bisa merdeka dari kekerasan dan mencintai diri sendiri, sekaligus membantu perempuan lain untuk mencapai hal yang sama.

Melalui ruang aman yang mereka ciptakan, Sa Perempuan Papua terus berupaya untuk menjangkau lebih banyak perempuan, terutama di daerah pedalaman yang akses terhadap edukasi dan dukungan masih sangat terbatas.

Dengan menghadirkan cerita-cerita seperti ini setiap bulan, Ruanita Indonesia melalui program CSS berusaha untuk menggugah kesadaran publik akan pentingnya dukungan bagi perempuan yang mengalami kekerasan.

Kisah-kisah ini bukan hanya sekedar narasi, tetapi menjadi ajakan bagi kita semua untuk bergerak bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih adil dan aman bagi perempuan di seluruh Indonesia.

Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan menjadi momentum penting bagi program CSS untuk terus memperjuangkan hak-hak perempuan dan mengajak lebih banyak orang untuk ikut berkontribusi dalam menghentikan kekerasan berbasis gender di seluruh penjuru negeri.

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya program cerita sahabat spesial di kanal YouTube berikut ini:

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Jadi Advokat Kesehatan Mental Untuk Patahkan Stigma

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2024, Ruanita Indonesia menghadirkan program bulanan Cerita Sahabat Spesial (CSS). Pada episode Oktober 2024, Ruanita Indonesia mengundang sahabat Ruanita sekaligus relawannya yang tinggal di Jerman untuk berbagi pengalaman pribadi seputar kesehatan mental.

Dia adalah Mariska Ajeng Harini, yang sekarang berprofesi sebagai seorang guru TK yang tinggal di Hamburg. Sebagai koordinator proyek film dokumenter “Dua Kali” lewat Ruanita Indonesia, Ajeng ingin bersuara lebih lantang tentang stigma yang selama ini masih melekat tentang kesehatan mental. Ajeng menjadi sosok inspiratif yang menceritakan perjalanannya melawan berbagai gangguan mental.

Ajeng mengungkapkan bagaimana pada tahun 2021 ia mengalami serangan depresi dan gangguan kecemasan yang berulang, menyebabkan ia menangis tanpa sebab, dan dihantui ketakutan tentang masa depan.

Setelah melewati masa sulit ini, Ajeng memutuskan untuk mencari bantuan profesional dan didiagnosis dengan depresi serta gangguan kecemasan, yang kemudian diperparah dengan OCD (Obsessive-Compulsive Disorder) dan Avoidant Personality Disorder.

Dalam CSS ini, Ajeng menceritakan betapa sulitnya stigma yang melekat pada kesehatan mental, terutama orang-orang Indonesia. Ia berbagi pengalaman tentang sulitnya mendapatkan akses ke terapi di Jerman, sehingga ia harus menjalani perawatan di psikiatri atau rumah sakit jiwa.

Salah satu momen penting dalam video ini adalah ketika Ajeng menekankan pentingnya mencari bantuan yang tepat dari psikolog atau psikiater dan menghindari self-diagnosis, yang sering kali dilakukan oleh banyak orang.

Tujuan utama dari video CSS ini adalah mematahkan stigma terhadap gangguan mental, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental.

Ajeng menyampaikan bahwa penyakit mental tidak bisa dianggap remeh, dan melalui pengalamannya ia berharap dapat membantu orang lain memahami bahwa mereka tidak sendirian dalam perjuangan ini.

Program CSS ini juga bertujuan untuk memberikan dukungan dan inspirasi bagi sahabat Ruanita yang mungkin menghadapi tantangan serupa. Ajeng menutup ceritanya dengan pesan kuat bahwa orang dengan gangguan mental bisa sembuh, seperti yang ia alami setelah didiagnosis sembuh dari OCD pada tahun 2023.

Ruanita Indonesia berkomitmen untuk terus mengedukasi dan meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental melalui berbagai program, salah satunya adalah Cerita Sahabat Spesial yang dirilis setiap bulan.

Dengan program ini, diharapkan semakin banyak orang yang tergerak untuk membuka diri dan mencari bantuan, serta bersama-sama mematahkan stigma seputar kesehatan mental di masyarakat.

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya di kanal YouTube kami berikut:

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Pernikahan Kedua di Usia Senja, Mengapa Tidak?

Dalam program Cerita Sahabat Spesial episode September 2024 kali ini, kami mengundang sahabat Ruanita yang tinggal di Prancis. Dia adalah Rosy Daulay yang pernah tinggal lebih dari 14 tahun di Denmark dan sekarang pindah setelah pernikahan keduanya.

Rosy yang pernah bekerja sebagai Paedogogue di Denmark, bercerita bagaimana dia pada akhirnya bertemu dengan suami kedua di usia yang tidak lagi muda. Rosy menegaskan bahwa ia membutuhkan seorang teman hidup untuk mengisi hari-hari tuanya.

Tidak ada kata terlambat untuk membangun biduk bahtera rumah tangga, termasuk Rosy yang mengenal suaminya saat dia sudah memasuki usia yang terbilang tak muda lagi. Bagi Rosy yang sudah lama tinggal di Eropa, kehadiran partner hidup bukan lagi terhitung frekuensi pernikahan atau usia yang tidak lagi muda, tetapi bagaimana komitmen untuk membangun hidup bersama.

Rosy juga tidak ingin orang-orang sekitar lebih memberikan cap buruk pada perempuan apabila ada kegagalan pernikahan, bukan lagi memahami mengapa pernikahan mereka tidak berjalan harmonis.

Ketika menjalani pernikahan keduanya, Rosy merasa tidak perlu minta ijin pada siapa pun atau meminta pendapat orang lain. Dia merasa bahwa dia sudah cukup dewasa untuk memutuskan yang terbaik untuk hidupnya.

Apa yang membuat Rosy memutuskan untuk menikah kedua kalinya? Apa yang terjadi dengan pernikahan sebelumnya? Apakah Rosy tidak khawatir atau merasa malu untuk menikah di usia yang tak lagi muda? Apa pesan Rosy bagi orang-orang yang ingin menikah di usia senja?

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya di kanal berikut ini dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Dinamika Sejarah Gerakan Perempuan

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Ruanita Indonesia mengundang sahabat Ruanita yang kini sedang menempuh pendidikan S3 di Canbera, Australia.

Dia adalah Dyah Ayu Kartika yang memiliki latar belakang ilmu psikologi dan sempat membantu teman-teman perempuan Indonesia dalam trauma healing.

Dyah mengakui bahwa pengalaman pekerjaannya selama ini banyak bersentuhan dengan isu perempuan dan kekerasan yang kemudian menggiringnya pada opini, bahwa bentuk-bentuk kekerasan pada perempuan tidak hanya di ranah domestik saja.

Ia menyadari bahwa ini harus ditangani lewat jalur kebijakan.

Follow kami

Menurut Dyah, sistem sosial di masyarakat Indonesia juga memberikan pengaruh dalam gerakan perempuan selama ini, termasuk bagaimana masyarakat lebih mengunggulkan peran laki-laki daripada perempuan.

Misalnya saja, gerakan patriotisme dalam merebut kemerdekaan Indonesia mulai banyak diangkat peran perempuan yang dulunya tidak terdengar gaungnya di masyarakat.

Selain itu, Dyah juga menyoroti peran perempuan dalam dunia politik yang dirasakan masih minim. Pertama, kebanyakan sistem sosial di masyarakat masih belum melihat peran perempuan sebagai individu yang berdaya.

Kedua, adanya beban ganda perempuan juga yang ingin maju dalam dunia politik. Ketiga, Dyah mengakui perlu ada peran partai politik untuk melakukan kaderisasi dalam memunculkan kader-kader berkualitas, termasuk perempuan juga.

Apa saja temuan Dyah tentang gerakan perempuan selama ini? Apa yang membuat gerakan perempuan sempat terhenti secara historis di Indonesia? Benarkah gerakan perempuan di Indonesia selama ini terjadi begitu beragam?

Dalam sejarah gerakan perempuan, bagaimana sebenarnya peran perempuan dalam dunia politik? Bagaimana caranya agar dapat mendorong partisipasi peran perempuan di dunia politik? Apa pesan Dyah di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia?

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Selengkapnya dapat dilihat dalam program Cerita Sahabat Spesial di kanal YouTube kami berikut dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

Untuk mendukung kami, tolong SUBSCRIBE kanal kami.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Bagaimana Dinamika Kasus Perdagangan Orang?

Dunia memperingati Hari Anti Perdagangan Orang pada 30 Juli setiap tahunnya. Dalam kaitan tersebut, Ruanita Indonesia mengundang sahabat Ruanita yang tinggal di Kirgizstan dan telah bekerja di organisasi dunia yang menangani permasalahan kasus perdagangan orang ini.

Lewat program cerita sahabat spesial setiap bulannya, kami ingin berbagai pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik sesuai tema yang disampaikan oleh narasumber.

Dia adalah Aisyah Yuliyani atau yang biasa dipanggil Yuli. Yuli bertanggung jawab terkait intervensi UNODC di bidang peradilan pidana, yang meliputi isu gender-based violence, trafficking in persons, dan lain sebagainya.

Yuli juga menjelaskan bahwa pekerjaannya termasuk memberikan intervensi di wilayah Asia Tengah yang terkait dengan pengelolaan orang-orang di area konflik.

Dengan pengalaman yang digeluti Yuli selama ini, tentunya dia banyak memahami bagaimana memenuhi hak-hak perempuan di situasi konflik atau yang terlibat dalam bidang pidana.

Follow us

Yuli mengakui ia banyak berbicara dengan stakeholders dalam isu hukum dalam menjalankan tugasnya tersebut.

Lewat video lengkap yang disajikan Ruanita Indonesia, Yuli bercerita juga tentang bagaimana mendampingi teman-teman perempuan yang berkonflik dengan hukum. Bukan tidak mungkin, teman-teman perempuan tersebut terjebak dalam kasus-kasus pidana perdagangan orang, termasuk dalam tindakan prostitusi dan penipuan.

Yuli menghimbau agar teman-teman dapat memastikan tawaran pekerjaan yang menggiurkan di luar Indonesia, tanpa tahu detil pekerjaaannya.

Kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap peluang kasus penipuan dan prostitusi yang marak terjadi, akibat ketidaktahuannya tentang tawaran pekerjaan yang diambilnya.

Lewat komunitas dan organisasi kemasyarakatan Indonesia di luar Indonesia, kita bisa menjangkau orang-orang Indonesia terutama perempuan yang masih terjebak dalam eksploitasi pekerjaan atau penipuan kerja. Kita perlu membantu mereka keluar dari jerat kasus tersebut.

Bagaimana dinamika kasus-kasus perempuan Indonesia yang menjadi korban perdagangan orang yang selama ini dilakukan oleh Yulil dan organisasinya? Apa yang harus disadari dari maraknya tawaran penipuan kerja yang menjanjikan, tetapi malah menjerumuskan? Apa yang perlu dilakukan orang-orang Indonesia untuk membantu mereka? Apa pesan Yuli untuk sahabat Ruanita dan dunia dalam Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia?

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya dalam video berikut di kanal YouTube kami dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Tujuh Tahun Terpisah dari Anak, Usai Bercerai di India

Dalam episode cerita sahabat spesial di bulan Juni 2024, Ruanita Indonesia mengangkat cerita dari India terkait pelaksanaan Hari Janda Sedunia, yang diperingati setiap 23 Juni. Oleh karena itu, kami mengundang Dianita Pramesti yang tinggal di India dan bekerja sehari-hari sebagai pengajar di salah satu taman kanak-kanak atau Preschool di Goa, India.

Dianita adalah ibu dari dua orang putra, dari hasil perkawinannya dengan pria asal Goa, India. Di India, anak laki-laki begitu mendapat tempat istimewa dalam keluarga. Menjadi janda, terpisah dari anak kandung dan bertahan hidup di India yang tak mudah bagi Dianita saat itu.

Ini berbeda dengan anak-anak perempuan di India, ketika mereka tumbuh dewasa dan menikah, kebanyakan mereka akan ikut dan tinggal di pihak keluarga suami. Ketika perempuan menikah di India, perempuan pun perlu menyerahkan mas kawin kepada pihak keluarga laki-laki.

Sekelumit cerita Dianita tentang bagaimana dia mengenal betul kultur India, yang menjadi rumah keduanya sekarang. Awalnya, dia bertemu dengan pria berkewarganegaraan India yang kemudian membuatnya untuk menikah dan memutuskan tinggal di India.

follow us

Dianita mengakui dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan pernikahannya, tetapi pada akhirnya mantan suaminya tersebut memutuskan untuk pergi ke negara lain dan bekerja di sana. Mantan suaminya pun telah menemukan tambatan hati yang baru.

Setelah Dianita terpisah dari suaminya, kedua putranya terpaksa tinggal bersama keluarga di pihak mantan suami. Anak-anak Dianita diasuh dan dibesarkan oleh keluarga mantan suami. Sesekali Dianita bisa berkunjung untuk melihat kedua putranya, misalnya kalau mereka berulang tahun.

Keluarga pihak mantan suami tidak mengizinkan kedua putranya Dianita tinggal bersamanya, meskipun ayahnya dari kedua putranya pun tidak ikut mengasuh mereka. Selama tujuh tahun, Dianita berjuang untuk bertahan hidup di India dan memperjuangkan hak asuhnya agar bisa bersatu kembali dengan anak-anaknya.

Dianita mengakui itu tidak mudah, apalagi Dianita saat itu sudah menjadi janda dan harus menghidupi dirinya sendiri. Beruntung ada banyak pihak yang menolong Dianita, sehingga perjuangannya tidak sia-sia. Dia berhasil mendapatkan hak asuh anaknya, walaupun dia harus membayar mahal pihak pengacara di sana.

Kalau Anda bersimpati terhadap cerita Dianita dan ingin membantu secara finansial, silakan mendapatkan kontak Dianita dengan menghubungi email Ruanita Indonesia.

Apa yang terjadi dengan Dianita sehingga dia tinggal dan berpisah dengan suaminya? Bagaimana perjuangan Dianita mendapatkan hak asuh anaknya? Siapa saja stakeholders yang sudah membantu Dianita untuk keluar dari permasalahan hak asuh anaknya? Setelah mendapatkan hak asuh anaknya, bagaimana kehidupan Dianita sekarang? Apa pesan Dianita kepada kita semua?

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya di kanal YouTube kami berikut ini dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

SUBSCRIBE kanal YouTube kami agar kami dapat berbagi lebih banyak lagi.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Bagaimana Partisipasi Perempuan dalam Dunia STEM?

Sejalan dengan program kecakapan hidup dan advokasi yang dijalankan Ruanita – Rumah Aman Kita – Indonesia, kami menggelar setiap tahun Workshop Karier dan Kewirausahaan. Tahun ini kami mengusung Workhsop yang berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan dalam dunia digital bagi pemula.

Salah satu pemateri dalam workshop ini adalah Puput Cibro yang bekerja sebagai ahli dalam dunia digital marketing dan menetap di Ceko. Workshop telah berhasil digelar selama tiga kali pertemuan daring, bekerja sama dengan DWP KBRI Berlin baru-baru ini. Dengan siaran berita, dapat dicek pada pranala yang ditautkan.

Puput Cibro menjelaskan bahwa angka partisipasi perempuan di dunia STEM (=Science, Technologi, Engineering, and Mathematic) masih rendah. Hal ini menurut Puput, masih disebabkan oleh minat atau interest perempuan yang tidak tinggi dibandingkan oleh pria, terutama di bidang teknologi.

Minat ini juga menentukan angka lulusan perempuan yang studi tentang teknologi pun masih rendah untuk masuk ke pasar tenaga kerja. Misalnya, dari seribu orang lulusan di bidang ICT, mungkin hanya 24 saja yang termasuk kelompok perempuan.

Follow us: ruanita.indonesia

Di Uni Eropa sudah ada kebijakan untuk menerapkan komposisi perempuan dan laki-laki di perusahaan teknologi, agar bisa mendorong perempuan lebih banyak lagi bekerja di dunia ICT. Dengan begitu, perempuan memiliki banyak role model untuk membantunya tertarik dan terlibat lebih banyak lagi.

Dalam program video Cerita Sahabat Spesial berdurasi kurang dari sepuluh menit ini, Puput juga menjelaskan tentang bagaimana perempuan bisa melihat peluang yang bisa dilakukan perempuan dalam dunia ICT. Perempuan juga perlu bersikap bijak saat membagikan data di dunia digital.

Apa yang menyebabkan perempuan kurang tertarik dalam dunia digital? Apa saja peluang perempuan untuk bekerja dan berwirausaha di dunia digital? Bagaimana perempuan dapat tetap aman (=secure) memanfaatkan dunia digital untuk berkarier dan berwirausaha? Bagaimana membuat personal branding di dunia digital? Apa pesan Puput Cibro sebagai Digital Marketing Expert dan Architect untuk perempuan Indonesia?

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya dalam video program CSS (=Cerita Sahabat Spesial) berikut ini dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

Subscribe kanal YouTube kami agar kami bisa berbagi lebih banyak lagi.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Resiliensi Ibu di Belgia yang Memiliki Anak dengan Autisme

Dunia memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia pada 2 April agar publik mendapatkan informasi yang benar dan tepat tentang Autisme, termasuk mengadvokasi anak dengan Autisme yang masih mendapatkan stigma dan diskriminasi.

Oleh karena itu, Ruanita Indonesia mengundang Alda Trisda yang tinggal di Belgia untuk berbagi pengalaman dan perjuangannya sebagai ibu dalam membesarkan anak dengan Autisme.

Alda mengakui di awal ketika anaknya didiagnosa sebagai anak dengan Autisme, dia tidak berkoordinasi dengan suami dalam mendapatkan penanganan yang tepat untuk anaknya. Alda berpesan agar orang tua yang memiliki anak dengan Autisme dapat bekerja sama antara ayah dan ibunya dalam merawat anak dengan Autisme. Alda menyebut istilahnya adalah ayah dan ibu punya level pengetahuan yang sama dalam membesarkan anak dengan Autisme.

Follow us

Di Belgia sendiri, Alda menyadari bahwa pemerintahnya sangat peduli terhadap anak berkebutuhan khusus. Meskipun diakui Alda, fasilitas dan sarananya tidak sebaik seperti negara-negara Eropa lainnya yang ada di sekitar Belgia.

Alda mendapatkan tunjangan finansial yang cukup baik dari Pemerintah Belgia, dalam membesarkan anak dengan Autisme, seperti menyediakan sarana belajar di rumah. Bahkan Alda mengambil kelas khusus sebagai orang tua yang memiliki anak dengan Autisme.

Pemerintah Belgia sangat peduli terhadap anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan Autisme. Alda sering mendapatkan kunjungan dari institusi perlindungan anak berkebutuhan khusus di Belgia untuk memastikan kebutuhan yang tepat untuk anak dengan Autisme.

Pemerintah Belgia juga menyediakan lokasi khusus yang membantu anak dengan Autisme tumbuh secara mandiri sosial yang mulai dari usia anak di bawah 18 tahun dan mereka yang sudah berusia di atas 18 tahun.

Alda lebih memilih untuk merawat dan membesarkan anaknya di rumah, sambil dia banyak mencari tahu bagaimana menangani anak dengan Autisme di rumah. Alda merasakan berbagai tantangan yang tak mudah sebagai ibu yang memiliki anak dengan Autisme.

Resiliensi sebagai ibu itu dirasakannya lebih sulit, dibandingkan membesarkan anak dengan Autisme. Hal terpenting ketika ada anak dengan Autisme di keluarga, adalah bagaimana kita menerima apa adanya dan kesabaran yang tinggi.

Bagaimana cara Alda dalam menyiapkan sarana belajar di rumah sehingga anak dengan Autisme dapat tumbuh mandiri? Apa yang sebaiknya dilakukan orang tua ketika memiliki anak dengan Autisme? Apa saja kebijakan yang berlaku di Belgia dan negara-negara sekitarnya di Eropa terhadpa kebijakan anak berkebutuhan khusus, terutama anak dengan Autisme? Apa pesan Alda di Hari Peduli Autisme Sedunia?

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya dalam video program Cerita Sahabat Spesial berikut ini dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

Subscribe kanal YouTube kami untuk mendukung program-program kami ya!