(SIARAN BERITA) Ruanita Indonesia Rayakan Hari Jadi ke-5 dengan Seminar Daring Literasi Finansial untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat

Jakarta, 29 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Ruanita Indonesia ke-5, Ruanita Indonesia sukses menyelenggarakan Seminar Daring bertajuk “Literasi Finansial sebagai Strategi Bertahan di Tengah Krisis Ekonomi” pada Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform Zoom ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri, yang terdiri atas perempuan, keluarga Indonesia, mahasiswa, profesional, dan masyarakat umum.

Seminar ini menjadi bagian dari komitmen Ruanita Indonesia dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya perempuan Indonesia, agar semakin siap menghadapi tantangan ekonomi global yang ditandai dengan meningkatnya biaya hidup, ketidakpastian pasar kerja, serta perubahan dinamika keuangan.

Menghadirkan Dessy Rutten, PhD FERSA, Business Change Manager CPO di Rabobank Belanda sekaligus akademisi yang berpengalaman di industri perbankan Uni Eropa, seminar memberikan wawasan komprehensif mengenai pentingnya literasi finansial sebagai fondasi dalam membangun ketahanan ekonomi individu maupun keluarga.

Dalam paparannya, Dessy Rutten menekankan bahwa literasi finansial bukan sekadar kemampuan mengatur pengeluaran, tetapi juga keterampilan memahami risiko keuangan, menyusun perencanaan jangka panjang, membangun dana darurat, serta mengambil keputusan investasi secara bijaksana. Menurutnya, ketahanan finansial dibangun melalui kebiasaan yang konsisten dan disiplin dalam mengelola keuangan, sehingga masyarakat mampu beradaptasi terhadap berbagai perubahan kondisi ekonomi.

Diskusi dipandu oleh Sesilia Susi, Relawan Ruanita Indonesia di Jerman, yang berhasil menghidupkan suasana seminar melalui sesi tanya jawab interaktif. Peserta antusias menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pengelolaan keuangan keluarga, strategi menghadapi kenaikan biaya hidup, hingga langkah-langkah mempersiapkan masa depan finansial yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan pemutaran cerita sahabat spesial dari para sahabat Ruanita Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan organisasi selama lima tahun. Suasana penuh kehangatan tersebut menjadi pembuka yang mempererat hubungan antara relawan, mitra, dan masyarakat yang selama ini mendukung berbagai program pemberdayaan Ruanita Indonesia.

Melalui seminar ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi ekonomi global beserta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari, sekaligus memperoleh strategi praktis dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga. Selain memperkuat literasi finansial, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan memperluas jejaring pembelajaran lintas negara.

Sesilia Susi sebagai perwakilan Ruanita Indonesia menyampaikan apresiasi kepada narasumber, moderator, panitia, relawan, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan program Ruanita Indonesia selama ini. Memasuki usia ke-5, Ruanita Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang mendukung peningkatan kapasitas perempuan Indonesia serta mendorong lahirnya masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan adaptif menghadapi berbagai tantangan zaman.

Seminar daring ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan, sehingga masyarakat memiliki bekal yang lebih kuat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa mendatang.

Tentang Ruanita Indonesia

Ruanita Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang didirikan oleh Anna Knöbl di Jerman yang berkomitmen pada pemberdayaan orang Indonesia lintas negara melalui berbagai program pendidikan, literasi, pengembangan kapasitas, kepemimpinan, serta penguatan jejaring di tingkat nasional dan internasional. Selama lima tahun perjalanannya, Ruanita Indonesia terus menghadirkan ruang kolaborasi digital yang menginspirasi dan berdampak bagi masyarakat Indonesia di mana saja.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Nilai Remitansi ke Indonesia Jauh Lebih Besar dari Pariwisata

Program Cerita Sahabat Spesial Episode Juni 2023 mengangkat tema remitansi keluarga di Indonesia yang memang dirayakan secara internasional pada 16 Juni setiap tahun. Pada perayaan International Day of Family Remittances RUANITA mengundang Senior Economist, Senior Banker and Business Woman yang kini menetap di Belanda. Dia adalah Dessy Rutten yang telah 25 tahun tinggal di Eropa dan ahli dalam urusan ekonomi perbankan.

Karena keahlian dalam literasi keuangan tersebut, RUANITA meminta pendapat beliau tentang remitansi keluarga yang biasa dilakukan oleh orang-orang Indonesia yang bermukim di luar negeri. Ada banyak alasan mengapa orang Indonesia tinggal dan bekerja di luar negeri? Dari sekian alasan pastinya mereka mengirimkan uang ke keluarga di Indonesia dengan berbagai alasan.

Dessy menjelaskan tujuan orang Indonesia melakukan remitansi. Pertama, remitansi ditujukan untuk kebutuhan edukasi di mana orang-orang Indonesia di luar negeri banyak mendukung kebutuhan pendidikan anggota keluarga mereka di Indonesia.

Peringkat kedua, remitansi banyak dilakukan juga untuk berobat anggota keluarga di Indonesia. Alasan ketiga, orang-orang Indonesia di luar negeri melakukan remitansi untuk membangun atau merenovasi rumah di Indonesia. Baru alasan terakhir yang sebenarnya bagus dan penting adalah modal usaha.

Follow us: @ruanita.indonesia

Tidak semua orang-orang Indonesia di luar negeri bertahan seumur hidup dan tinggal di luar negeri, banyak juga dari mereka yang ingin menghabiskan masa tua di tanah air. Sayangnya anggota keluarga di Indonesia tidak memanfaatkan uang remitansi yang diberikan anggota keluarga lainnya di luar negeri.

Dessy menyarankan untuk meminta anggota keluarga di Indonesia agar membuka akun bank di Indonesia agar bukti pengiriman uang dapat terekam dengan jelas. Bagaimana pun pemberian uang secara cash kepada anggota keluarga di Indonesia menurut Dessy adalah sangat tidak mendidik.

Bila melihat APBN di Indonesia, Dessy berpendapat kalau nilai remintasi itu menyumbangkan sepuluh persen. Artinya nilai remitansi sendiri lebih besar dari sektor pariwisata. Dengan potensi nilai remintasi yang besar, sudah seharusnya pemerintah beserta jajarannya untuk membuat kebijakan dan mengelolanya dengan tepat sasaran. Bukan tidak mungkin, tujuan dari International Day of Family Remittances yang diperingati setiap 16 Juni bahwa remitansi dapat berdampak pada pembangunan dapat tercapai.

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak penjelasan lengkap dari Dessy Rutten di kanal YouTube kami berikut ini dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

Subscribe kanal YouTube kami untuk mendukung program kami.