Judul karya: Perempuan – Di Antara Bayang-bayang Stereotip dan Hak Kesehatan Reproduksi yang ditinggalkan
Deskripsi:
Kupu-kupu merepresentasikan tentang harmoni perbedaan. Adanya perbedaan warna seharusnya menjadi hal yang indah dan disyukuri. Ini berkaitan dengan stereotip, standar kecantikan perempuan.
Perempuan dengan gambar kaktus di bawah merepresentasikan isu hak reproduksi pada perempuan, karena kerap kali perempuan tidak diberikan hak atas reproduksinya
Perempuan disambung dengan gambar baground merah dan sedikit tulisan dan tersenyum merepresentasikan adanya kebebasan. Dia merasa bebas saat menulis apa yang selama ini masih mengganjal dalam pikirannya.
Deskripsi: Kolase yang memiliki frase “Merdeka dari Kekerasan” menampilkan gambaran perempuan menahan sentuhan yang tidak diinginkan dan dikelilingi oleh tangan yang menggambarkan sifat invasif kekerasan terhadap wanita. Adanya bahan pangan di latar belakang mewakili esensi hak dan kebutuhan dasar perempuan untuk hidup aman. Terakhir, mikrofon di bagian belakang mewakili kepentingan untuk memperkuat suara perempuan, mendorong mereka bersuara, serta mengadvokasi pembebasan mereka.
Deskripsi: Di sini ada awan biru sebagai bentuk ruang bebas, di mana langit selalu memberi kesempatan kepada siapapun manusia, termasuk seorang korban kekerasan. Bahkan, seorang korban punya kebebasan untuk menemukan support system atau women support women, membantunya untuk membatasi hubungan berkedok mengendalikan dan menjatuhkan.
Deskripsi: Kolase ini bercerita tentang pentingnya lebih banyak tindakan nyata untuk memastikan perempuan dalam segala keragamannya (diwakili oleh kupu-kupu dalam berbagai bentuk dan warna) hidup bebas dari kekerasan dan pemaksaan. Dampak kekerasan terhadap kesehatan dapat berlangsung seumur hidup, mempengaruhi kesehatan fisik, mental, seksual, dan reproduksi.
Judul karya: Menyembuhkan Diri, Mencari Jalan Keluar dari Kekerasan
Deskripsi: Saya punya pengalaman, dari seorang rekan yang sedang hamil dan mengalami kekerasan. Kekerasan fisik terhadap perempuan yang sedang hamil, tentunya menciptakan situasi traumatis yang berpotensi merugikan ibu dan janin. Pilihan antara tetap tinggal atau mencari tempat aman menjadi dilema sulit. Belum lagi dia perlu mempertimbangkan kesehatan mental dan fisik yang rentan. Penting untuk mencari dukungan dari keluarga, teman, atau lembaga yang kompeten dalam membantu korban kekerasan domestik. Menemukan tempat yang lebih aman dan berusaha menyembuhkan diri adalah langkah penting menuju pemulihan dan keselamatan jangka panjang.
Pembuat karya: Anonim Judul karya: Berlari Walau Terikat Deskripsi: Karya ini menceritakan tentang keprihatinan saya terhadap tingginya kasus kekerasan dalam hubungan, baik itu kekerasan dalam berpacaran maupun kekerasan dalam rumah tangga di mana seringkali perempuan menjadi korbannya. Saya memilih gambar mata yang memar dan kaki yang terikat sebagai simbol kekerasan yang dialami oleh perempuan korban […]
Program Cerita Sahabat Spesial di bulan Desember 2023 mengangkat tema Hari Internasional Penyandang Disabilitas yang jatuh tiap 3 Desember. Ruanita Indonesia mengundang Suan Ny yang tinggal di Jerman dan tinggal di kursi roda akibat kondisi tetraplegia.
Kondisi tetraplegia adalah Tetraplegia adalah kondisi seseorang akibat cedera yang terjadi pada otak, sumsum tulang belakang atau salah satunya sehingga orang tersebut mengalami kelumpuhan dari otot leher hingga seluruh anggota tubuhnya.
Suan Ny mengalami kecelakaan mobil ketika dia bersama anak dan temannya ingin berkunjung ke suatu karnaval di Jerman. Sejak kejadian tersebut, Suan Ny harus hidup di kursi roda. Sebelum kecelakaan terjadi, Suan Ny adalah ibu rumah tangga yang bekerja paruh waktu sebagai pengajar Bahasa Indonesia di VHS dan guru les untuk siswa-siswi Jerman. Suan Ny sendiri sempat mengalami mati suri akibat kecelakaan tersebut.
Dengan tekad dan semangatnya, Suan Ny berusaha untuk bisa menggerakkan kepala, leher, bahu, dan tangannya meskipun dia masih harus tetap hidup di kursi roda. Suan Ny bertekad untuk menyelesaikan studi S2 yang sudah dia mulai di tahun 2015. Dalam kondisi yang terbatas, Suan Ny berhasil mendapatkan kelulusan di salah satu universitas di Jerman.
Suan Ny pun sempat merasa terluka dan kecewa karena suami Suan Ny pun berusaha meninggalkan dia. Suaminya datang ke rumah sakit, saat Suan Ny masih dirawat intensif. Dia mengatakan bahwa pengacara akan mengurus perceraian mereka. Suan Ny semakin hancur ketika anaknya pun tidak mengenalinya sejak dia dirawat lama di rumah sakit.
Suan Ny berpesan: “Save yourself first, before save the others!”. Beruntungnya pemerintah Jerman membantu dan mendukung kebutuhan Suan Ny untuk bisa bertahan hidup sebagai Single Mom seorang diri.
Bagaimana kecelakaan yang menimpa Suan Ny terjadi? Apa yang membuat Suan Ny bangkit dan termotivasi sebagai Single Mom, termasuk menyelesaikan studi S2? Apa saja yang ditunjang dan dibantu oleh Pemerintah Jerman untuk Suan Ny sebagai penyandang disabilitas? Apa pesan Suan Ny untuk pemerintah Indonesia dalam rangka Hari Internasional Penyandang Disabilitas?
Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.
Simak selengkapnya dalam program Cerita Sahabat Spesial di kanal YouTube kami berikut ini dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.
Subscribe kanal kami agar kami bisa berbagi lebih banyak lagi.
Deskripsi: Kekerasan yang dialami oleh perempuan dapat menyebabkan trauma yang mendalam dan berdampak jangka panjang pada kesehatan mental dan emosional. Efek dari trauma tersebut bisa sangat mendalam, yang menyebabkan mimpi buruk dan gejala lain yang sulit diatasi. Kolase ini bercerita tentang mimpi buruk yang selalu hadir setiap malam dan menghantui hidup para korban kekerasan. Para korban tentunya sangat berharap bahwa suatu hari mereka dapat terbebas (seperti burung yang terbang bebas di langit biru pada gambar) dari mimpi buruk dan trauma yang mereka alami pasca kejadian kekerasan, serta dapat melanjutkan hidup dengan penuh harapan dan ketangguhan.
Judul karya: Merdeka Melawan Kekerasan Seksual di Pesantren
Deskripsi: Kasus kekerasan seksual bisa terjadi di mana saja. Pelaku dan korbannya pun bisa siapa saja. Komnas Perempuan mencatat lembaga pendidikan pesantren menempati urutan kedua terbanyak dalam hal kasus kekerasan seksual dalam periode 2015-2020. Pada perayaan 16HAKTP 2023, melalui kolase ini saya menyampaikan hormat kepada semua para santri yang sudah berjuang melawan kekerasan seksual yang ada di pesantren.
Deskripsi: “Domestic Violence” (baik dalam hubungan berpacaran maupun dalam rumah tangga) terkadang menghampiri kaum perempuan tanpa mereka sadari. Berkedok sebagai “kodrat” dan tanggung jawab yang dipaksakan, perempuan bagaikan terpenjara di dalam sangkar emas, ataupun sangkar-sangkar lainnya, yang secara tidak langsung menempatkan diri mereka di bawah tekanan dan penindasan. Tetapi, sekalinya perempuan telah berdaya dan berani keluar dari lingkungan toksik itu, maka kebebasan telah menantinya.
Deskripsi Akhir-akhir ini saya melihat banyak terjadinya kekerasan dunia maya yang sering kali korbannya adalah perempuan. Salah satu bentuk kekerasan di dunia maya yang menyita perhatian saya adalah maraknya kasus “revenge porn”. Kasus ini banyak menyebar di berbagai media sosial dengan korban yang rata-rata perempuan muda. Saya merasa bahwa kasus-kasus ini dapat menghancurkan kehidupan seseorang karena bagaimanapun kekerasan digital itu dapat menyebar dengan cepat dan jejaknya akan selalu ada. Saya berharap karya ini dapat menjadi salah satu pengingat untuk generasi muda agar selalu berhati-hati sehingga mereka bisa terhindar dari kekerasan dunia maya.
Deskripsi: Dari kolase yang dibuat ini, saya ingin menyampaikan gambaran kehidupan perempuan jikalau mereka tidak lagi menjadi korban, baik kekerasan verbal, fisik, maupun seksual. Mereka bisa kuat bagaikan batu bata, pun mampu bersemi menjadi apa yang diimpikan bagai bunga-bunga bermekaran. Mari sama-sama kita wujudkan perempuan Indonesia yang lebih sejahtera tanpa kekerasan. Jangan pukul tapi rangkul!
Deskripsi: Kekerasan Verbal adalah salah satu bentuk kekerasan terhadap perempuan yang paling sering terjadi dan dapat ditemui baik di dalam maupun di luar kehidupan domestik. Kekerasan ini seringkali diabaikan dan dianggap remeh, tetapi bisa menimbulkan dampak yang besar terhadap kesehatan mental. Gambar seorang perempuan yang hendak menutup panci dengan ikan “bergigi” di dalamnya menjadi simbol bahwa perempuan sebenarnya memiliki kekuatan untuk menghentikan segala kekerasan yang mereka alami. Melalui karya ini pula saya berharap bahwa kita sebagai perempuan mampu berdiri untuk diri kita sendiri, berani untuk berhenti “mendengarkan” kata-kata yang menyakitkan dan merdeka dari kekerasan itu sendiri.
Setiap bulan kami menghadirkan program cerita sahabat spesial yang disampaikan oleh sahabat Ruanita Indonesia di seluruh dunia. Dalam rangka memperingati Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, kami mengundang Indah Sibuea yang tinggal di India. Indah adalah warga negara Indonesia yang tinggal di India, tepatnya di New Delhi hampir tiga tahun.
Indah juga mengelola kanal YouTube pribadinya Indah Sibuea dengan pengikut hampir dua ribu. Indah banyak bercerita tentang serba-serbi kehidupan barunya, termasuk bagaimana pengamatan dan pengalamannya tinggal di India. Indah dapat dikontak via akun Instagram indahsibuea.
Berdasarkan pengamatannya, memang ada perbedaan perlakuan pengasuhan keluarga-keluarga di India dalam membesarkan dan mengasuh anak. Ketidaksetaraan terjadi misalnya bagaimana anak laki-laki lebih didahulukan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi, dibandingkan anak perempuan. Fenomena ini masih nyata terjadi di desa, dibandingkan di kota besar seperti New Delhi yang menjadi kota tempat tinggalnya sekarang.
Selama tinggal di India, Indah sempat mengalami kehamilan dan memeriksakan diri di dokter kandungan di sana. Ada aturan yang menurut dia tidak biasa, seperti bagaimana keinginannya untuk mengetahui jenis kelamin bayinya sebelum dilahirkan. Namun, hal itu tidak bisa dibenarkan untuk Indah mengetahui apakah anak yang dilahirkan itu anak laki-laki atau anak perempuan.
Dari pengamatan dan obrolannya dengan orang-orang India, pernikahan di India merupakan pesta besar yang memerlukan biaya. Hal ini mengingat status sosial dalam sebuah keluarga. Setelah menikah, perempuan di India terbiasa untuk tinggal menyatu dengan keluarga pihak suami. Kebanyakan mereka juga tinggal bersama ipar dan keluarga besar pihak suami.
Mengapa Indah tidak boleh mengetahui jenis kelamin bayi yang dilahirkan saat dia tinggal di India? Apakah masih terjadi perbedaan perlakuan pengasuhan antara anak laki-laki dengan anak perempuan? Bagaimana Indah menjelaskan tentang kehidupan keluarga di India? Apa saran Indah dalam rangka Hari Internasional Penghapusah Kekerasan terhadap Perempuan?
Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.
Simak selengkapnya dalam video berikut ini di kanal YouTube kami dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.
Subscribe kanal YouTube kami untuk mendukung kami.
Dalam diskusi IG Live episode November 2023, Ruanita Indonesia mengangkat tema Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Peremuan yang masih menjadi rangkaian program AISIYU (=AspIrasikan Suara dan Inspirasi nYatamU) 2023. Program AISIYU 2023 diselenggarakan dalam bentuk kolase dengan judul “Merdeka dari Tindak Kekerasan” dimulai dari 25 November hingga 10 Desember, yang menjadi Hari Hak Asasi Manusia Sedunia.
Untuk membahas lebih dalam, Anna sebagai pemandu IG Live mengundang Veryanto Sitohang yang adalah Komisioner Komnas Perempuan dan Hernita Oktarini, yang adalah Koordinator Proyek AISIYU 2023 sekaligus Relawan Ruanita Indonesia.
Diskusi IG Live ini terbagi dalam 3 segmen yakni: Apa itu Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan dan mengapa diselenggarakan selama 16 hari?; segmen kedua adalah mengapa kampanye AISIYU dalam bentuk kolase; dan segmen terakhir apa pesan dan harapan kerja sama Ruanita Indonesia dengan Komnas Perempuan.
Veryanto kemudian menceritakan sejarah dan latar belakang tercetusnya Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan yang berawal dari peristiwa di Dominika pada 25 November. Kekerasan terhadap perempuan adalah bagian dari pelanggaran hak asasi manusia sehingga upaya melakukan kampanye anti kekerasan diperingati hingga 10 Desember, Hari Asasi Manusia Sedunia.
Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan itu diinisiasi oleh Komnas Perempuan sejak tahun 2001. Rangkaian Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan termasuk adalah Hari AIDS Sedunia yang dirayakan dunia 1 Desember. Setiap tahun Komnas Perempuan menggelar hampir 200 kegiatan di seluruh Indonesia. Komnas Perempuan bersama jaringannya menggelar tema di tahun 2023: Kenali Hukumnya dan Lindungi Korban.
Veryanto pun menyebutkan berbagai perangkat hukum untuk membuat kebijakan perlindungan terhadap perempuan, tetapi implementasinya dari aparat hukum hingga warga masyarakat belum dapat menerapkannya misalnya untuk kasus KDRT.
Hernita sebagai koordinator proyek AISIYU 2023 menjelaskan bahwa Workshop Kolase adalah tindak lanjut kunjungan Ruanita Indonesia ke Kantor Komnas Perempuan. Kita memilih seni kolase sebagai media visual untuk menampung aspirasi Sahabat Ruanita menyuarakan anti kekerasan terhadap perempuan melalui potongan bahan sederhana tetapi bermakna.
Rencanaya produk kolase 2023 yang sudah dilatihkan akan ditampilkan lewat kanal media sosial Ruanita Indonesia dan Komnas Perempuan mulai 25 November – 10 Desember 2023. Veryanto juga menambahkan berbagai program 16 Hari Anti Kekerasan yang digelar di Indonesia.
Lebih lanjut tentang rekaman diskusi IG Live dapat disaksikan berikut ini:
Subcribe kanal YouTube untuk mendukung program kami.