
JAKARTA, 22 Agustus 2026 – Organisasi nirlaba berbasis digital, Ruanita Indonesia (ruanita.com), sukses menyelenggarakan diskusi daring Knowledge Sharing Meeting bertajuk “Dekolonisasi Psikologi di Indonesia: Tantangan, Peluang, dan Implikasi Praktis bagi Kesehatan Mental” pada Sabtu (22/8). Acara yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting ini menjadi ruang diskusi terbuka bagi peserta dari berbagai belahan dunia untuk mengkritisi dan merefleksikan kembali penerapan ilmu psikologi yang lebih kontekstual di Indonesia.
Kegiatan ilmiah ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Lahir ke-5 Ruanita Indonesia yang diperingati setiap tanggal 24 Agustus. Sebagai organisasi yang fokus pada isu psikologis, sosial, dan budaya dalam konteks transnasional, Ruanita Indonesia terus berkomitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam sektor kesehatan yang baik dan kesetaraan gender melalui penguatan kapasitas berbasis komunitas.
Hadir sebagai narasumber utama, Ayu Prabasari, seorang konselor Ruanita Indonesia dan mahasiswa Master Program dari Australian Institute of Professional Counsellors. Dalam pemaparannya, Ayu menyoroti bagaimana perkembangan ilmu psikologi modern saat ini masih sangat didominasi oleh paradigma, teori, dan praktik yang berasal dari negara-negara Barat. Menurutnya, pendekatan tersebut sering kali tidak sepenuhnya selaras dengan konteks sosial, budaya, bahasa, nilai, serta pengalaman hidup masyarakat Indonesia yang sangat majemuk.
“Gerakan dekolonisasi psikologi ini bukan bertujuan untuk menolak mentah-mentah psikologi modern Barat,” tegas Ayu dalam sesi penyampaian materi. “Melainkan, gerakan ini mendorong adanya integrasi yang kuat antara bukti-bukti ilmiah universal dengan realitas budaya lokal di tempat praktik psikologi itu dijalankan, seperti nilai kekeluargaan, norma sosial, komunitas, hingga aspek spiritualitas yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.”
Acara yang berlangsung selama dua jam dari pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari berbagai kalangan. Mereka adalah mahasiswa, psikolog, konselor, tenaga kesehatan, pendidik, pekerja sosial, hingga pegiat komunitas aktif terlibat dalam diskusi interaktif dan sesi tanya jawab mengenai peluang pengembangan layanan kesehatan mental yang lebih peka budaya.
Program strategis ini juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Anna Knöbl selaku Founder Ruanita Indonesia. Beliau menegaskan bahwa forum seperti Knowledge Sharing Meeting ini memegang peranan krusial sebagai wadah untuk bertukar pengetahuan serta meninjau praktik psikologi sehari-hari agar tetap berjalan beriringan dengan konteks riil dan value asli yang dianut oleh masyarakat Indonesia.
Melalui penyelenggaraan acara ini, Ruanita Indonesia berharap dapat terus memperluas jejaring pembelajaran inklusif antara akademisi, praktisi, dan masyarakat awam. Selain itu, luaran dari diskusi ini diharapkan mampu mendongkrak literasi global mengenai pentingnya sudut pandang budaya dalam intervensi serta praktik kesehatan mental di tanah air.
Simak selengkapnya di kanal YouTube Ruanita – Rumah Aman Kita berikut ini dan pastikan SUBSCRIBE ya mendukung kami.
Eksplorasi konten lain dari Ruanita - Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.