(SIARAN BERITA) Guru Indonesia di Berbagai Negara Berbagi Pengalaman dan Tantangan dalam Forum Online Hari Guru Sedunia 2026

Jakarta, 5 Oktober — Ruanita Indonesia bersama Jejaring Guru Indonesia di Sekolah Internasional menyelenggarakan Forum Online Hari Guru Sedunia 2026 bertema “Identitas dan Pengalaman Guru Indonesia di Sekolah Internasional di Berbagai Negara” pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Forum yang berlangsung secara daring melalui Zoom tersebut mempertemukan guru-guru Indonesia yang mengajar di berbagai negara untuk berbagi pengalaman, tantangan, strategi adaptasi, serta refleksi mengenai profesi guru dalam lingkungan pendidikan global.

Forum berlangsung selama dua jam, dari pukul 10.00 hingga 12.00 CEST atau 15.00 hingga 17.00 WIB. Kegiatan dimoderatori oleh Asti Tyas Nurhidayati, relawan Ruanita Indonesia sekaligus guru sekolah dasar di Islandia.

Dalam pengantarnya, Ina Isnaedi dari Thailand, pendiri dan koordinator Jejaring Guru Indonesia di Sekolah Internasional, mengangkat tema “Membangun Jejaring Global Guru Indonesia”. Ia menekankan pentingnya membangun ruang bersama bagi guru Indonesia yang bekerja di luar negeri agar pengalaman dan pengetahuan mereka dapat saling dipertukarkan serta menjadi sumber pembelajaran bagi komunitas guru yang lebih luas.

Forum kemudian menghadirkan tiga pembicara yang berbagi pengalaman dari konteks pendidikan dan negara yang berbeda. Tjandra Purnama, guru sekolah dasar di Norwegia, membawakan topik “Mengakar pada Identitas, Memimpin secara Global: Pengalaman dan Refleksi Guru Indonesia di Sekolah Internasional”. Ia membahas bagaimana identitas sebagai guru Indonesia tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan profesi di lingkungan pendidikan internasional, sekaligus bagaimana pengalaman lintas budaya membentuk perspektif dan kompetensi profesional seorang pendidik.

Selanjutnya, Ranto Silitonga, guru Matematika MYP/DP di Changchun, Tiongkok, membawakan topik “Menjembatani Identitas dan Profesionalisme: Perjalanan Guru Indonesia di Vietnam dan China”. Pengalamannya memperlihatkan dinamika perjalanan profesional guru Indonesia yang berkarya di lebih dari satu negara serta pentingnya kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang dibawa dari Indonesia.

Setelah itu, Rindi Danika Sari, Teacher Trainer di Kirgistan, membagikan pengalaman melalui topik “Dari Ruang Kelas ke Panggung Global: Menjaga Citra dan Membentuk Identitas Guru Indonesia di Kirgistan”. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai proses adaptasi guru Indonesia ketika berhadapan dengan lingkungan sekolah, budaya, dan karakteristik peserta didik yang berbeda dari Indonesia.

Ketiga paparan tersebut kemudian ditanggapi oleh Saga Pardede, PhD, founder Bridging Consciousness sekaligus asisten profesor bidang psikologi sosial, kesehatan, dan pendidikan di Norwegia. Dalam sesi tanggapan, pembahasan diarahkan pada bagaimana pengalaman guru di lingkungan lintas budaya dapat dipahami tidak hanya sebagai pengalaman individual, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika identitas profesional, relasi sosial, keberagaman, dan kesejahteraan guru.

Diskusi berlangsung semakin interaktif dalam sesi tanya jawab yang dipandu Asti Tyas Nurhidayati. Para peserta membahas berbagai persoalan yang dihadapi guru Indonesia di luar negeri, mulai dari proses adaptasi dengan sistem pendidikan setempat, keberagaman kebutuhan siswa, tantangan identitas profesional, hingga pentingnya dukungan dan jejaring sesama guru Indonesia.

Forum tersebut juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi sejumlah kebutuhan guru Indonesia di lingkungan pendidikan internasional. Di antaranya adalah penguatan jejaring profesional lintas negara, ruang berbagi praktik baik, peningkatan kapasitas dalam menghadapi keberagaman budaya, serta perhatian terhadap aspek perlindungan dan kesejahteraan guru Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Bagi Ruanita Indonesia, forum ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Guru Sedunia 2026, tetapi juga menjadi upaya untuk mendokumentasikan pengalaman warga Indonesia yang berkarya di sektor pendidikan global. Kisah dan refleksi para pembicara diharapkan dapat menjadi pengetahuan bersama sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di antara guru-guru Indonesia di berbagai negara.

Melalui kegiatan ini, Ruanita Indonesia dan Jejaring Guru Indonesia di Sekolah Internasional juga mendorong terbentuknya komunitas yang lebih kuat bagi guru Indonesia di luar negeri. Dokumentasi kegiatan dan hasil diskusi selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran serta referensi bagi penguatan peran guru Indonesia dalam ekosistem pendidikan internasional.

Anna Knöbl, pendiri Ruanita Indonesia, berharap forum ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat solidaritas dan jejaring guru Indonesia di berbagai belahan dunia. Ia berharap semakin banyak pengalaman guru Indonesia di luar negeri yang terdokumentasi dan dibagikan, sehingga dapat menjadi sumber inspirasi, pembelajaran, sekaligus dasar untuk mendorong dukungan yang lebih baik bagi guru Indonesia dalam menjalankan profesinya di lingkungan pendidikan global.


Eksplorasi konten lain dari Ruanita - Indonesia

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar