
Dubliln, 14 Maret – Peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi momentum penting bagi Ruanita Indonesia untuk menyelenggarakan berbagai ruang digital untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman perempuan. Salah satunya, melalui komunitas praktisi kesehatan mental Indonesia di mancanegara, Ruanita menggelar program Knowledge Sharing yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan interaktif ini diikuti oleh para peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi kesehatan mental, pekerja sosial, hingga individu yang memiliki minat pada isu kesehatan mental dan pengembangan diri. Dalam paparannya, Mystica Rosa menyoroti pentingnya memahami kesehatan mental secara holistik, tidak hanya sebagai persoalan psikologis individu, tetapi juga sebagai pengalaman yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial, budaya, dan dinamika kehidupan modern.
Salah satu materi penting yang disampaikan dalam sesi ini adalah mengenai pendekatan multidisipliner dalam intervensi ReAttach. Dalam presentasinya dijelaskan bahwa intervensi ReAttach bertujuan untuk mengoptimalkan proses pengolahan informasi (information processing) serta mendukung perkembangan individu secara menyeluruh. Pendekatan ini menekankan bahwa proses pemulihan psikologis sering kali bersifat kompleks sehingga membutuhkan strategi terapi yang tidak hanya berfokus pada satu aspek saja.
Melalui pendekatan multidisipliner tersebut, seorang terapis diharapkan mampu menjalankan beberapa fungsi sekaligus dalam proses terapi. Hal ini meliputi kemampuan untuk mengatur tingkat arousal atau aktivasi emosi klien, mengaktifkan berbagai proses sensorik, melatih keterampilan kognitif sosial, serta membantu penyesuaian pola pikir kognitif yang lebih adaptif. Pendekatan ini bertujuan membantu individu memproses pengalaman secara lebih terstruktur sehingga mendukung keseimbangan emosi, perilaku, dan cara berpikir.
Materi ini juga memberikan gambaran bagaimana pendekatan terapi modern semakin mengintegrasikan aspek neurologis, psikologis, dan sosial dalam proses intervensi. Mystica Rosa menekankan bahwa pendekatan seperti ReAttach menunjukkan pentingnya fleksibilitas dan kreativitas terapis dalam membantu klien mengembangkan kapasitas diri, terutama dalam menghadapi tekanan hidup yang semakin kompleks di era global saat ini.
Selain pemaparan materi, sesi ini juga memberikan ruang diskusi yang aktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pengalaman, mengajukan pertanyaan, serta merefleksikan tantangan yang sering dihadapi dalam praktik kesehatan mental, khususnya bagi komunitas Indonesia yang tinggal di luar negeri. Diskusi ini memperlihatkan bahwa kebutuhan akan ruang dialog yang aman dan suportif semakin relevan di tengah kompleksitas kehidupan global saat ini.
Atmosfer pertemuan berlangsung hangat dan reflektif. Banyak peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan profesional, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antarpraktisi dan orang Indonesia yang memiliki perhatian pada isu kesehatan mental.
Sebagai catatan penting, tujuan dari program Knowledge Sharing adalah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dari para praktisi kesehatan mental Indonesia di berbagai negara, dengan menghadirkan ruang aman untuk mempromosikan kesehatan mental yang inklusif dan selaras dengan nilai-nilai Indonesia.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Ruanita Indonesia yang didirikan dan dikelola oleh Anna Knöbl di Jerman, sebagai ruang kolektif digital berbasis manajemen nilai, resource sharing, dan intervensi komunitas dalam konteks lintas negara. Inisiatif ini berfungsi sebagai social support system yang memanfaatkan teknologi digital modern sebagai medium interaksi dan pembelajaran.
Eksplorasi konten lain dari Ruanita - Indonesia
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.