(CERITA SAHABAT SPESIAL) Optimis dan Dukungan Keluarga Jadi Kunci Kesembuhan Sofie

Dalam rangka memperingati Hari Internasional Melawan Kanker Payudara yang jatuh tiap 19 Oktober, RUANITA mengundang sahabat spesial yang bernama Suci Lestari Sofyan yang sudah menetap di Italia sejak 2016.

Setelah menikah dengan pria berkewarganegaraan Italia, kehidupan Sofi, begitu ia biasa disapa, lebih lama tinggal di Cina daripada di Italia.

Pada 2015 saat Sofie berusia 34 tahun, dia didiagnosa kanker payudara yang sudah memasuki stadium 3B.

Tentunya siapa pun akan berat mendengar berita tersebut, termasuk mental Sofie yang shock saat itu juga.

Dia tidak siap untuk menghadapi diagnosa dan penanganan medis yang harus ditekuninya kemudian.

Saat itu yang terpikir oleh Sofie mencari role model seperti Survivor yang berani berbagi inspirasi dan motivasi yang dibutuhkan menghadapi kondisi sulit tersebut.

Menjalani kemoterapi tentu bukan hal yang mudah dihadapi Sofie. Setelah berhasil melewati operasi, dokter kemudian melakukan proses pengangkatan total yang membuat Sofie down dan semakin bertambah berat untuk menjalani hidup ke depan.

Apa yang paling berat dirasakan oleh Sofie adalah masalah mental untuk menjalani kehidupan selanjutnya.

Sofie berhasil menemukan solusinya dengan menjalani meditasi.

Bagi Sofie, dukungan sosial seperti pasangan hidup dan keluarga telah memberikan motivasi terbesar untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik.

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Lebih lengkap cerita Sofie tersebut dapat disimak dalam saluran YouTube berikut ini dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

Disclaimer: RUANITA menyajikan konten dengan tujuan informasi, edukasi dan komunikasi dengan maksud berbagi praktik baik kehidupan orang Indonesia di mancanegara. Konten ini tidak dapat mewakili pendapat profesional/ahli dan disesuaikan dengan konteks dan pengalaman masing-masing narasumber yang terlibat dalam program ini. Mohon kebijakan penonton yang menyaksikannya.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Tetap Aktif Meskipun Sudah Pensiun di Amerika Serikat

Apa yang bisa dilakukan orang-orang yang telah pensiun dan tinggal di Amerika Serikat? Selintas pertanyaan tersebut muncul ketika orang-orang Indonesia memutuskan tinggal di mancanegara.

Jawaban ini bisa diperoleh dari cerita Shinta Stanley yang telah menetap di negeri Paman Sam sejak usianya 21 tahun. Setelah menikah dengan pria berkewarganegaraan Amerika Serikat, Shinta memulai hidup barunya dengan bekerja hingga mencapai usia pensiun.

Banyak hal dipelajari Shinta selama tinggal di Amerika Serikat, termasuk bagaimana dia memulai pekerjaannya sejak tahun 1984 hingga pensiun. Shinta juga bekerja sebagai Akuntan di Universitas selama 31 tahun.

Selama bekerja, Shinta juga meningkatkan kapasitas dirinya dengan kuliah yang dibayari perusahaan, tempatnya bekerja. Setelah pensiun, Shinta memutuskan untuk mendalami Bahasa Jerman dengan mengikuti program pertukaran budaya di salah satu universitas di Jerman.

Saat pensiun, Shinta menetap di suatu komunitas yang berisikan kelompok orang-orang berusia lanjut yang dikelola pemerintah Amerika Serikat.

Di sana dia banyak melakukan aktivitas sosial seperti menari, bekerja di kebun, traveling, bermain dan lain-lain dengan orang-orang seusianya. Dia berprinsip bahwa usia tua harus diisi dengan aktivitas yang produktif agar tetap sehat.

Shinta menuturkan bahwa dia pernah didiagnosa mengalami sakit hingga berujung koma saat dia sedang berada di Jerman.

Follow akun IG: ruanita.indonesia

Beruntung dia bisa pulih kembali setelah dokter mengetahui bahwa aktivitas dan olahraga telah menyelamatkan Shinta dari kondisi kesehatannya yang memburuk.

Meskipun usianya sudah pensiun, Shinta membagi waktunya untuk bekerja sukarela setiap minggu. Aktivitasnya yang sibuk membuatnya tidak merasa kesepian di usia senjanya apalagi suaminya sudah meninggal.

Shinta menyarankan untuk semua perempuan Indonesia yang menikah dengan pria kewarganegaraan asing untuk tetap meningkatkan kapasitas diri dengan bersekolah atau bekerja agar hidup mandiri secara finansial.

Selain itu, ikuti apa yang menjadi “passion” hidup sehingga bisa bertumbuh secara pribadi. Melakukan aktivitas sosial seperti pekerjaan sosial atau pekerjaan paruh waktu dapat membantu diri kita untuk tetap sehat meski kita sudah berusia lanjut.

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Lebih lengkap tentang video Shinta yang berdurasi 5 menit, silakan simak detilnya di kanal YouTube kami dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami

Disclaimer: RUANITA menyajikan konten dengan tujuan informasi, edukasi dan komunikasi dengan maksud berbagi praktik baik kehidupan orang Indonesia di mancanegara. Konten ini tidak dapat mewakili pendapat profesional/ahli dan disesuaikan dengan konteks dan pengalaman masing-masing narasumber yang terlibat dalam acara ini. Mohon kebijakan penonton yang menyaksikannya.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Apa sih Nasionalisme di Mata Ex WNI?

Cerita Sahabat Spesial kali ini menghadirkan Sri Tunruang, seorang pensiunan yang sudah tinggal di Jerman selama lebih dari 45 tahun.

Berawal dari studi jurusan Ilmu Perusahaan di RWTH Aachen, Sri kemudian membangun hidup bersama keluarga di Jerman hingga pensiun.

Dia kini aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada Indonesia, Perempuan dan Integrasi.

Meski Sri telah menjadi warga negara Jerman, tetapi kecintaannya pada Indonesia semakin mendalam sejak tinggal di perantauan.

Pesan Bung Karno yang dikemas dalam pigura cantik di dinding rumahnya menjadi pengingatnya tentang Indonesia.

“Bawalah badanmu berkeliling dunia, tetapi tunjukkanlah jiwamu kepada Tuhan dan Indonesia!” yang menuntunnya untuk tidak pernah melupakan Indonesia.

Menurut Sri, paspor bukan menjadi hal penting untuk mengukur tingkat nasionalisme seseorang. Kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi dan keadaan seseorang yang menyebabkan dia harus tinggal dan memutuskan untuk mematuhi aturan di mana dia tinggal.

Bagi Sri, kebangsaan dan kewarganegaraan adalah dua hal yang berbeda. Kewarganegaraan itu menjadi hal pokok yang tertuang di paspor.

Sri juga mengingatkan pentingnya untuk tidak melupakan sejarah bangsa Indonesia meski kita berada di perantauan. Sri tetap mengajarkan anak-anaknya untuk berbahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari di Jerman.

Bahasa ibu adalah cara kita mengenalkan anak-anak tentang dunia. Bahasa ibu menjadi identitas yang ingin kita tunjukkan kepada dunia.

Tantangan menunjukkan jati diri sebagai orang Indonesia di perantauan diyakini Sri sebagai hal yang tak mudah dalam lingkungan orang-orang yang bukan Indonesia.

Sri berharap agar perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri tetap dapat mengundang orang-orang Indonesia yang tidak lagi menjadi warga negara Indonesia saat ada acara-acara besar seperti perayaan tujuhbelasan, hari raya lebaran dan lain-lain.

Dia menutup pesannya kepada pemerintah Indonesia untuk mempermudah kebutuhan para pelaku kawin campur yang tinggal di perantauan.

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Lebih lengkap, simak penjelasan Sri Tunruang di kanal YouTube kami berikut dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Keluarga itu Dicek Kesiapannya Untuk Memiliki Anak di Swiss

Cerita Sahabat Spesial bertema pengalaman melahirkan kali ini disampaikan oleh Fitri H. Wehrli yang sudah menetap di Swiss lebih dari 5 tahun. Ibu dari dua orang anak ini menuturkan pengalamannya melahirkan di Swiss yang begitu perhatian untuk kesejahteraan ibu dan anak. Di rumah sakit bersalin di Swiss telah tersedia semua pakaian yang dibutuhkan oleh ibu dan anak. Fitri merasa senang dan happy saat jelang persalinan kedua buah hatinya.

Semua fasilitasi layanan cek kehamilan, suntik, obat-obatan dan semua yang dibutuhkan ibu selama kehamilan hingga melahirkan ditanggung oleh asuransi yang sudah wajib dimiliki seseorang jika tinggal dan menetap di Swiss. Artinya, Fitri tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Menurut Fitri, tidak ada mitos-mitos tentang ibu hamil atau ibu melahirkan yang selama ini didengarnya sewaktu dia berada di Indonesia. Suami Fitri hanya menyarankan agar Fitri tetap happy menjadi ibu.

Sebagai seorang yang memiliki latar belakang perawat yang bekerja di rumah sakit, Fitri merasakan perbedaan pengalaman melahirkan antara Indonesia dengan Swiss. Di Indonesia, seorang ibu yang hamil hingga melahirkan ditangani oleh dokter yang sama sedangkan di Swiss berbeda. Selama kehamilan ibu memang ditangani oleh dokter, tetapi setelah ibu melahirkan maka ibu akan ditangani oleh Hebamme atau Bidan dalam Bahasa Indonesia.

Fitri pun menceritakan pengalaman melahirkan anak pertama kali di Swiss. Fitri sempat mendapatkan tindakan akupuntur setelah pembukaan satu agar dapat mempercepat proses lahiran yang dialaminya. Saat seorang ibu hendak melahirkan, dokter bertanya kepada ibu tentang metode melahirkan yang dikehendaki. Fitri memilih untuk melahirkan secara normal yang dibantu oleh seorang bidan yang sudah dirujuk oleh dokter.

Setelah Fitri melahirkan dengan kondisi yang baik-baik saja, Fitri kemudian dibawa ke suatu ruangan bersama anak yang baru saja dilahirkan. Menurut Fitri, ibu akan selalu bersama anak yang baru saja dilahirkan kalau kondisi keduanya baik-baik saja dan tanpa masalah. Biasanya dokter dan bidan akan berjaga dan stand by 24 jam di rumah sakit bersalin saat seorang ibu melahirkan untuk mengecek kondisi ibu dan anak.

Bidan yang membantu persalinan akan datang ke rumah dari ibu yang baru saja melahirkan, begitu cerita Fitri. Bidan akan mengontrol kondisi ibu dan bayi seperti melihat kesehatan, berat badan dan masalah yang ditemukan setelah persalinan. Bahkan ibu mendapatkan pengetahuan dasar dari Bidan tentang mengurus bayi yang baru saja lahir seperti memasang popok atau cara menyusui. Padahal pengetahuan dasar seperti ini biasanya sudah diperoleh ibu saat ibu masih di rumah sakit.

Hal menarik di Swiss adalah kunjungan dari pemerintah setempat terutama bagian perlindungan anak ke ibu yang baru saja melahirkan. Kunjungan mereka berfokus pada bagaimana kesiapan ibu dan keluarga dari bayi yang baru saja lahir. Apakah keluarga ini layak untuk mengasuh dan merawat bayi yang baru saja lahir? Demikian cerita Fitri saat pihak Gemeinde (=pemerintah setempat) mengecek kelahiran bayinya pertama kali. Mereka melihat apakah keluarga Fitri itu harmonis dan siap secara lahir batin untuk mengasuh bayi yang baru saja lahir tersebut.

Tak hanya soal kesiapan materi yang ditanyakan oleh pihak Gemeinde kepada ibu dan keluarga yang baru saja mendapatkan anggota keluarga baru, mereka juga mengecek apakah ibu yang baru saja melahirkan itu happy dengan kehadiran bayi tersebut. Mereka memantau kondisi mental ibu seperti mengalami stress, depresi, tidak bahagia, dan sebagainya. Mereka tidak hanya bertanya kepada ibu yang baru saja melahirkan tetapi juga kepada suami tentang kondisi istrinya. Kunjungan mereka dilengkapi juga dengan pemberian buku dan materi edukasi bertema Parenting yang bermanfaat bagi Fitri dan suami.

Berikutnya Fitri bercerita soal tunjangan anak yang diberikan Pemerintah Swiss untuk tiap anak yang lahir di Swiss. Pertimbangan tunjangan anak juga bergantung pada ayah atau ibu yang bekerja. Tunjangan anak diberikan kepada masing-masing anak. Bagi Fitri, tunjangan anak ini sangat membantunya dalam membiayai kebutuhan sehari-hari anak.

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya di kanal YouTube kami berikut dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Perlu Tahu Nih Kalau Mau Kerja di Norwegia

Cerita Sahabat Spesial kali ini adalah sharing pengalaman dari Novi yang sudah hampir dua puluh tahun tinggal di Norwegia. Semula Novi berangkat ke Norwegia untuk studi Master di Tromso pada 2004 hingga akhirnya Novi membangun keluarga dan memiliki karir mapan di institusi milik pemerintah Norwegia yang menyediakan Benefit untuk pencari kerja.

Novi berpendapat bahwa para pencari kerja yang berasal dari pendatang itu bisa mendapatkan 52 Benefit yang disediakan pemerintah Norwegia agar setiap orang bisa tetap aktif bekerja. Dari lima juta penduduk negara Norwegia, sekitar sembilan ratus ribu orang adalah pendatang yang datang mencari peruntungan hidup di Norwegia, termasuk orang-orang Indonesia. Tercatat berdasarkan statistik ada 1.971 orang Indonesia yang tersebar di berbagai bidang pekerjaan di Norwegia, tutur Novi.

Kategori orang yang berpotensi sebagai angkatan kerja di Norwegia menurut Novi dimulai dari usia 15 tahun hingga 74 tahun mengingat angka harapan hidup yang tinggi di Norwegia. Hal menarik apabila kita menjadi pengangguran di Norwegia, pemerintah menyediakan tunjangan pengangguran yang bisa diklaim setelah seseorang tidak punya pengangguran. Tunjangan bisa diterima setelah 21 hari.

Kondisi ini berbeda ketika terjadi Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia mengingat ada banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Di Norwegia terdapat lima ratus ribu orang “dirumahkan”. Pemerintah Norwegia membuat kebijakan untuk memangkas waktu lamanya seseorang mendapatkan tunjangan pengangguran menjadi hanya 3-5 hari saja.

NAV ini membuat pemetaan bagaimana seseorang di Norwegia bisa mendapatkan pekerjaan dan mendorong seseorang mendapatkan haknya seperti misalnya akses tunjangan sosial. Tunjangan sosial di Norwegia bergantung pada misalnya seseorang yang masih single terhitung mendapatkan tunjangan 700€ per bulan. Ini berbeda sekali dengan seseorang yang sudah memiliki anak.

Hal menarik lainnya yang diceritakan Novi adalah bagaimana pekerja di Norwegia bisa menuntut hak mereka kepada pemberi kerja seperti misalnya demonstrasi yang biasa dilakukan para pekerja. Biasanya pekerja akan bernegosiasi dengan kantor pemberi kerja melalui serikat buruh. Serikat buruh pun bernegosiasi mengenai aspirasi pekerja seperti yang pernah terjadi baru-baru ini.

Terjadi kenaikan upah sebesar 3,8% yang dimenangkan oleh para pekerja. Proses kenaikan gaji di kantor pemerintah seperti yang dialami oleh Novi terjadi secara sentral dan lokal. Sebagai pekerja, kita pun dipertimbangkan tentunya dari kinerja yang diberikan kepada pemberi kerja. Fokus utama kenaikan gaji di Norwegia adalah bagaimana si pekerja dapat berkontribusi lebih baik lagi bagi produktivitas pemberi kerja.

Terakhir Novi juga bercerita tentang proses pensiun di Norwegia yang berlaku saat seseorang sudah memasuki usia 67 tahun. Menurut Novi, siapa pun bisa mendapatkan uang pensiun asalkan sudah bekerja lebih dari tiga tahun di Norwegia. Klaim pensiun baru akan diberikan setelah seseorang sudah memasuki usia 67 tahun.

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya di kanal YouTube kami berikut dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.

(CERITA SAHABAT SPESIAL) Perlu Tahu Kalau Mau Datang ke Swedia

Sahabat RUANITA, adakah yang ingin datang untuk bekerja, berkuliah atau membangun hidup baru di Swedia?

Swedia adalah negeri yang kecil yang aman dan juga nyaman loh. Begitu pendapat Nada Danielsson, yang pernah menjabat sebagai Chairwoman Swedish Indonesian Society atau perhimpunan warga Indonesia yang bermukim di Swedia.

Nada berbagi pendapatnya tentang tinggal dan menetap di Swedia yang sudah dijalaninya selama lebih dari 20 tahun lebih.

Bagaimana pun tak banyak orang Indonesia memahami bagaimana budaya dan kebiasaan orang Swedia sebenarnya. Misalnya lelucon tentang bentuk tubuh sebagai percakapan sehari-hari ternyata adalah hal tabu loh untuk diucapkan.

Nada berpesan juga kalau mau datang ke Swedia kepada para perempuan, bahwa sebaiknya tidak hanya sekedar jadi ibu rumah tangga saja loh. Alasannya?

Program Cerita Sahabat Spesial (CSS) merupakan tayangan video berdurasi sekitar 10 menit yang ditampilkan di kanal YouTube Ruanita Rumah Aman Kita dan dikelola oleh Ruanita Indonesia, sebagai ruang aman berbagi cerita inspiratif perempuan Indonesia dari berbagai penjuru negeri. Program ini mengangkat pengalaman nyata, perjuangan, serta refleksi para perempuan dalam menghadapi tantangan kehidupan, sekaligus mendorong promosi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Digagas oleh Anna Knöbl di Jerman, CSS menjadi wadah yang memperkuat suara perempuan, membangun solidaritas, dan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya keadilan serta kesempatan yang setara bagi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Simak selengkapnya di kanal YouTube kami berikut dan pastikan SUBSCRIBE untuk mendukung kami.